Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Kamis, 02 Oktober 2025

Materi Ajar IPAS Kelas 5 (Jumat 3 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Jumat, 3 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Muatan Pembelajaran : 

IPAS : Melihat karena Cahaya, Mendengar Karena Bunyi


Capaian Pembelajaran IPAS
Elemen Pemahaman IPAS:
Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya) peserta didik mendemonstrasikan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah.
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat menjelaskan mendemonstrasikan konsep gelombang bunyi.

IPAS
Mendengar Karena Bunyi


Secara umum, telinga manusia dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setiap bagian memiliki fungsi penting dalam proses pendengaran.

1. Telinga luar
Fungsinya adalah menangkap dan mengumpulkan gelombang suara dari luar. Daun telinga: Berfungsi untuk menangkap getaran suara dari udara.
Saluran telinga: Merupakan saluran yang menghubungkan daun telinga ke gendang telinga. Saluran ini juga melindungi telinga tengah dari debu atau benda lain.

2. Telinga tengah
Fungsinya adalah mengubah gelombang suara menjadi getaran yang diperkuat. Gendang telinga: Selaput tipis yang bergetar saat menerima gelombang suara.
Tiga tulang pendengaran: Terdiri dari tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiganya berfungsi meneruskan dan memperkuat getaran dari gendang telinga menuju telinga dalam.
Saluran Eustachius: Menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut untuk menjaga tekanan udara di dalam dan di luar telinga tetap seimbang.

3. Telinga dalam
Fungsinya adalah mengubah getaran menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak. Rumah siput (koklea): Saluran yang berbentuk spiral dan berisi cairan. Getaran dari tulang pendengaran akan menggerakkan cairan ini, sehingga sel-sel rambut yang ada di dalamnya akan melengkung dan menghasilkan sinyal listrik.
Saluran setengah lingkaran: Berfungsi sebagai alat untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Saraf pendengaran: Meneruskan sinyal listrik dari rumah siput menuju otak untuk diterjemahkan sebagai suara.

Bagaimana proses mendengar terjadi? 
Penangkapan suara: Daun telinga menangkap gelombang suara di sekitar kita.
Perambatan suara: Suara merambat melalui saluran telinga menuju gendang telinga.
Penguatan getaran: Getaran dari gendang telinga diperkuat oleh tiga tulang pendengaran.
Pengubahan sinyal: Getaran diteruskan ke rumah siput, di mana getaran tersebut diubah menjadi sinyal listrik.
Penerjemahan sinyal: Sinyal listrik dikirim ke otak melalui saraf pendengaran, dan otak akan menerjemahkannya sebagai suara yang kita dengar.


Latihan
1. Bagian telinga luar yang berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi adalah ....
a. Gendang telinga
b. Daun telinga
c. Saluran telinga
d. Rumah siput

2. Getaran dari gendang telinga akan diteruskan ke tiga tulang pendengaran. Urutan tulang pendengaran dari luar ke dalam adalah ....
a. Tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi
b. Tulang landasan, tulang martil, tulang sanggurdi
c. Tulang sanggurdi, tulang landasan, tulang martil
d. Tulang martil, tulang sanggurdi, tulang landasan

3. Fungsi dari saluran Eustachius adalah ....
a. Mengirimkan sinyal ke otak
b. Mengatur keseimbangan tekanan udara di telinga tengah
c. Mengumpulkan gelombang bunyi
d. Menggerakkan cairan di rumah siput

4. Bagian telinga yang berfungsi untuk mengubah getaran menjadi sinyal saraf yang akan dikirim ke otak adalah ....
a. Gendang telinga
b. Koklea (rumah siput)
c. Saluran setengah lingkaran
d. Saluran telinga

5. Seseorang yang sedang berada di tempat yang sangat bising harus menjaga kesehatannya dengan cara ....
a. Tidak perlu melakukan apa-apa
b. Menutup kedua telinga agar terhindar dari kerusakan
c. Menghindari suara bising dalam jangka waktu lama
d. Mendengarkan musik yang lebih keras

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.

Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran IPAS dari 26 peserta didik, ada 4 peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami sifat-sifat bunyi.

Rabu, 01 Oktober 2025

Materi Ajar Seni Rupa dan Bahasa Indonesia Kelas 5 (Kamis 2 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Kamis, 2 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Muatan  Pembelajaran :  

1. Seni Rupa : Prinsip Ritme dalam Seni Rupa

2. Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

3.      Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

4.      Elemen Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA

1.      Elemen Mengalami

Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.  Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat memahami teks deskripsi dan dapat menyebutkan pengertian makrame.
    
   Bahasa Indonesia
   Teks Deskripsi 
  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 
 
Seni Budaya
Prinsip Ritme

Prinsip ritme dalam seni rupa adalah penggunaan pengulangan unsur-unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur secara teratur untuk menciptakan kesan gerak dan aliran dalam sebuah karya. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa kesatuan, keseimbangan, dan pergerakan visual, sehingga menarik perhatian dan menciptakan respons emosional pada penikmat seni. 

 Latihan soal
1.  Prinsip ritme dalam seni rupa dapat tercipta melalui pengaturan unsur-unsur seni rupa seperti garis, warna, dan tekstur secara... 
a. Acak                                                        b. Tidak teratur
c. Berulang-ulang secara teratur                 d. Berbeda-beda pada setiap bagian 

2.  Salah satu tujuan utama menerapkan prinsip ritme dalam sebuah karya seni rupa adalah untuk...
a. Membuat karya menjadi lebih kompleks dan sulit dipahami
b. Menghindari penggunaan unsur-unsur seni rupa yang sama
c. Menciptakan harmoni dan gerakan visual yang mengalir
d. Menekankan perbedaan antar elemen dalam komposisi

3. Berikut adalah contoh penerapan prinsip ritme dalam seni rupa, kecuali...
a. Deretan jendela pada sebuah bangunan yang memiliki bentuk dan ukuran sama
b. Pengulangan pola daun dalam sebuah ukiran kayu
c. Penggunaan warna yang sangat berbeda dan kontras di setiap sudut lukisan
d. Pola ombak yang berulang dalam sebuah kain batik

4. Ritme dalam seni rupa tidak hanya tentang pengulangan, tetapi juga dapat menggunakan teknik seperti...
a. Penggunaan warna monokromatik
b. Penggabungan berbagai unsur secara acak
c. Variasi dan gradasi untuk memberikan dinamika visual
d. Penambahan banyak detail pada satu bagian karya

5. Teknik pengulangan objek berupa titik-titik yang disusun secara beraturan dapat membentuk sebuah prinsip ritme dalam karya seni rupa karena adanya...
a. Kontras    
b. Variasi
c. Repetisi
d. Gradasi
 
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.  
    Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah

Wassalamualaikum wr wb

Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran seni rupa seluruh peserta didik dapat menggambar batik sesuai prinsip ritme dalam seni rupa.

Selasa, 30 September 2025

Materi Ajar Matematika dan Bahasa Indonesia Kelas 5 (Rabu 1 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Rabu, 1 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5

Muatan  Pembelajaran :  

1. Matematika Pecahan 

2. Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi

Capaian  Pembelajaran Matematika

Elemen Bilangan

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

3.      Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

4.      Elemen Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA

1.      Elemen Mengalami

Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.  Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat membandingkan dua pecahan dan memahami teks deskripsi.
    
   Matematika
   Membandingkan Pecahan

    Untuk membandingkan pecahan, Anda bisa menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, lalu membandingkan pembilangnya, atau mengubah pecahan tersebut menjadi bentuk desimal untuk perbandingan yang lebih mudah
    
    Latihan
    

   Bahasa Indonesia
   Teks Deskripsi 
  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.  
    Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah

Wassalamualaikum wr wb
 
Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran matematika dari 26 peserta didik ada 4 peserta didik yang masih kesulitan membandingkan pecahan campuran dengan penyebut berbeda. 

Senin, 29 September 2025

Materi Ajar IPAS dan Pendidikan Pancasila Kelas 5 Saudah (Selasa 30 September 2025)

Hari/Tanggal : Selasa / 30 September 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah 

Muatan Pembelajaran :
1. IPAS : Siklus Air
2. Pend. Pancasila : Hubungan Antar Sila dalam Pancasila

CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS
Ø Elemen Pemahaman IPAS:
Peserta didik memahami siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air

CAPAIAN PEMBELAJARAN PANCASILA
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah.
Adapun tujuan pembelajaran hari ini Murid dapat menjelaskan terjadinya siklus air dan perubahan-perubahan di permukaan bumi dan dapat menerapkan nilai-nilai pancasila di lingkungan masyarakat.


IPAS
Siklus Air

Siklus air, atau siklus hidrologi, adalah gerakan air yang berkelanjutan antara atmosfer dan permukaan bumi melalui berbagai proses, termasuk evaporasi (penguapan), transpirasi, kondensasi (pengembunan menjadi awan), presipitasi (hujan, salju), dan limpasan. Proses ini penting untuk menjaga ketersediaan air di bumi, di mana air berpindah dari lautan dan daratan ke atmosfer dan kembali lagi dalam rangkaian yang tak pernah berhenti.

Tahapan Utama dalam Siklus Air:
Evaporasi dan Transpirasi:
Evaporasi: Air dari permukaan bumi (seperti laut, danau, sungai) menguap menjadi uap air karena panas matahari, lalu naik ke atmosfer.

Transpirasi: Tumbuhan melepaskan uap air dari daunnya ke atmosfer, yang juga berkontribusi pada peningkatan jumlah uap air.

Kondensasi:
Uap air di atmosfer yang dingin mengalami pengembunan dan berubah kembali menjadi tetesan air atau kristal es, membentuk awan.

Presipitasi:
Tetesan air atau kristal es yang terkumpul di awan kemudian jatuh ke permukaan bumi dalam berbagai bentuk, seperti hujan, salju, atau hujan es, karena tarikan gravitasi.

Infiltrasi dan Limpasan:
Infiltrasi: Air hujan yang jatuh ke bumi meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah atau mengalir ke akuifer.

Limpasan: Sebagian air mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai, danau, dan akhirnya kembali ke laut.

Bagaimana Siklus Air Berlanjut:
Air yang kembali ke lautan dan badan air lainnya akan kembali menguap akibat panas matahari, memulai siklus baru lagi. Proses ini memastikan bahwa air terus tersedia dalam berbagai bentuk di bumi, menopang kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem.,

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Proses menguapnya air yang ada di permukaan bumi (danau, sungai, laut) karena panas matahari disebut ....
a. Kondensasi
b. Presipitasi
c. Evaporasi
d. Infiltrasi


2. Uap air di atmosfer akan mengalami proses pengembunan (berubah menjadi titik-titik air) dan membentuk awan. Proses ini disebut ....
a. Evaporasi
b. Kondensasi
c. Presipitasi
d. Infiltrasi


3. Jatuhnya titik-titik air dalam bentuk hujan ke permukaan bumi disebut ....
a. Evaporasi
b. Kondensasi
c. Presipitasi
d. Transpirasi


4. Air hujan yang meresap ke dalam tanah akan menjadi cadangan air. Proses penyerapan air ke dalam tanah ini dinamakan ....
a. Evaporasi
b. Kondensasi
c. Presipitasi
d. Infiltrasi


5. Tumbuhan juga ikut serta dalam siklus air dengan mengeluarkan uap air melalui daunnya. Proses ini disebut ....
a. Evaporasi
b. Transpirasi
c. Kondensasi
d. Infiltrasi

    Pendidikan Pancasila



Pancasila sebagai ideologi bangsa.
  • Ideologi adalah pedoman atau cita-cita yang kita yakini bersama.
  • Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bernegara. Ini seperti peta atau kompas yang menunjukkan arah ke mana bangsa kita akan melangkah.
  • Nilai-nilai Pancasila digunakan untuk membuat peraturan, membangun negara, dan mencapai tujuan bersama, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
Contohnya:
Ketika pemerintah membuat aturan tentang pendidikan, aturan itu harus sesuai dengan nilai Pancasila. Misalnya, semua anak berhak sekolah tanpa memandang suku atau agama.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
  • Sebagai pandangan hidup, Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku sehari-hari.
  • Nilai-nilai ini sudah ada sejak dulu dalam budaya bangsa Indonesia, seperti gotong royong dan musyawarah.
  • Dengan Pancasila, kita memiliki cara pandang yang sama untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.
Contoh pengamalan dalam kehidupan sehari-hari (sesuai sila-sila Pancasila):
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghormati teman yang berbeda agama saat mereka beribadah.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Membantu teman yang sedang kesulitan dan tidak mengejeknya.
3. Persatuan Indonesia: Bermain bersama dengan teman dari suku mana saja.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Berdiskusi dengan teman sekelompok untuk menentukan tugas piket.
5.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berbagi makanan dengan adil kepada teman-teman.

Pancasila sebagai identitas bangsa
  • Identitas adalah jati diri atau ciri khas yang membedakan kita dengan bangsa lain.
  • Pancasila membuat Indonesia menjadi unik karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang berasal dari budaya bangsa sendiri.
  • Meskipun Indonesia memiliki banyak suku, agama, dan budaya yang berbeda, Pancasila berhasil menyatukan kita semua.
  • Pancasila mengajarkan kita untuk hidup saling menghormati dan menghargai keberagaman.
Contohnya:
Meskipun teman-teman di kelas berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang berbeda, kita tetap bisa bersatu sebagai satu bangsa Indonesia karena kita punya Pancasila.

Latihan soal :
1. Makna Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila bersifat...
a. Kaku dan tidak bisa berubah
b. Adaptif dan mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman
c. Hanya berlaku untuk golongan tertentu
d. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional

2. Pengamalan sila Pancasila yang paling mendasar tercermin dalam sikap...
a. Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Saling tolong-menolong antar tetangga
c. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
d. Menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Makna sila kedua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) adalah...
a. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sikap beradab di masyarakat
b. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain
c. Bersikap toleran terhadap perbedaan agama
d. Mengembangkan perilaku yang tidak adil terhadap sesama

4. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum. Hal ini berarti...
a. Semua peraturan harus bersumber dari Pancasila
b. Pancasila digunakan sebagai penentu keputusan partai politik
c. Pancasila hanyalah simbol negara semata
d. Pancasila hanya berlaku untuk masyarakat desa

5. Siswa-siswi SD Sukamaju mengikuti upacara bendera pada hari senin dengan tertib. Mereka menunjukkan perilaku yang sesuai dengan Pancasila sila ke. . .
A. dua B. tiga C. empat D. lima

6. Pada waktu istirahat sekolah, sebagian siswa pergi ke kantin. Mereka mengantri dengan tertib untuk membeli makanan. Namun, ada seorang siswa yang menerobos antrian. Perilaku siswa tersebut bertentangan dengan Pancasila sila ke. .
A. 2 B. 3 C. 4 D. 5

7. Pancasila merupakan gagasan dan hasil pemikiran yang berisi nilai-nilai luhur Pancasila untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Pernyatan tersebut menunjukkan Pancasila sebagai. . .
A. ideologi bangsa B. identitas bangsa
C. jati diri bangsa D. pandangan hidup

8. Warga negara asing mengenal masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang ramah, sopan, dan suka bertegur sapa. Perilaku baik tersebut sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Peran Pancasila pada peristiwa tersebut yaitu sebagai. . .
A. identitas bangsa B. pandangan hidup
C. hukum yang mengikat D. ideologi bangsa

9. Pancasila disebut juga sebagai way of life yang artinya Pancasila sebagai....
a. dasar negara b. kepribadian bangsa
c. pandangan hidup bangsa d. lambang negara

10. Berikut ini adalah contoh perilaku yang menunjukkan Pancasila sebagai identitas bangsa di lingkungan sekolah, yaitu...
a. membeda-bedakan teman berdasarkan suku
b. mengikuti upacara bendera dengan tertib
c. berkelahi dengan teman
d. tidak mau bekerja kelompok

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.

Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran IPAS seluruh peserta didik dapat mengerjakan soal post test tentang materi siklus air.