IPAS : Melihat karena Cahaya, Mendengar Karena Bunyi
Capaian Pembelajaran IPAS Elemen Pemahaman IPAS: Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya) peserta didik mendemonstrasikan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Apa kabar anak sholih sholihah......... semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah. Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat menjelaskan mendemonstrasikan konsep gelombang bunyi.
IPAS Mendengar Karena Bunyi
Secara umum, telinga manusia dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setiap bagian memiliki fungsi penting dalam proses pendengaran.
1. Telinga luar Fungsinya adalah menangkap dan mengumpulkan gelombang suara dari luar. Daun telinga: Berfungsi untuk menangkap getaran suara dari udara. Saluran telinga: Merupakan saluran yang menghubungkan daun telinga ke gendang telinga. Saluran ini juga melindungi telinga tengah dari debu atau benda lain.
2. Telinga tengah Fungsinya adalah mengubah gelombang suara menjadi getaran yang diperkuat. Gendang telinga: Selaput tipis yang bergetar saat menerima gelombang suara. Tiga tulang pendengaran: Terdiri dari tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiganya berfungsi meneruskan dan memperkuat getaran dari gendang telinga menuju telinga dalam. Saluran Eustachius: Menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut untuk menjaga tekanan udara di dalam dan di luar telinga tetap seimbang.
3. Telinga dalam Fungsinya adalah mengubah getaran menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak. Rumah siput (koklea): Saluran yang berbentuk spiral dan berisi cairan. Getaran dari tulang pendengaran akan menggerakkan cairan ini, sehingga sel-sel rambut yang ada di dalamnya akan melengkung dan menghasilkan sinyal listrik. Saluran setengah lingkaran: Berfungsi sebagai alat untuk menjaga keseimbangan tubuh. Saraf pendengaran: Meneruskan sinyal listrik dari rumah siput menuju otak untuk diterjemahkan sebagai suara.
Bagaimana proses mendengar terjadi?
Penangkapan suara: Daun telinga menangkap gelombang suara di sekitar kita. Perambatan suara: Suara merambat melalui saluran telinga menuju gendang telinga. Penguatan getaran: Getaran dari gendang telinga diperkuat oleh tiga tulang pendengaran. Pengubahan sinyal: Getaran diteruskan ke rumah siput, di mana getaran tersebut diubah menjadi sinyal listrik. Penerjemahan sinyal: Sinyal listrik dikirim ke otak melalui saraf pendengaran, dan otak akan menerjemahkannya sebagai suara yang kita dengar.
Latihan 1. Bagian telinga luar yang berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi adalah .... a. Gendang telinga b. Daun telinga c. Saluran telinga d. Rumah siput
2. Getaran dari gendang telinga akan diteruskan ke tiga tulang pendengaran. Urutan tulang pendengaran dari luar ke dalam adalah .... a. Tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi b. Tulang landasan, tulang martil, tulang sanggurdi c. Tulang sanggurdi, tulang landasan, tulang martil d. Tulang martil, tulang sanggurdi, tulang landasan
3. Fungsi dari saluran Eustachius adalah .... a. Mengirimkan sinyal ke otak b. Mengatur keseimbangan tekanan udara di telinga tengah c. Mengumpulkan gelombang bunyi d. Menggerakkan cairan di rumah siput
4. Bagian telinga yang berfungsi untuk mengubah getaran menjadi sinyal saraf yang akan dikirim ke otak adalah .... a. Gendang telinga b. Koklea (rumah siput) c. Saluran setengah lingkaran d. Saluran telinga
5. Seseorang yang sedang berada di tempat yang sangat bising harus menjaga kesehatannya dengan cara .... a. Tidak perlu melakukan apa-apa b. Menutup kedua telinga agar terhindar dari kerusakan c. Menghindari suara bising dalam jangka waktu lama d. Mendengarkan musik yang lebih keras
Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.
Wassalamualaikum wr wb.
Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran IPAS dari 26 peserta didik, ada 4 peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami sifat-sifat bunyi.
Peserta
didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur
dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik
mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat
sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan
informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan
perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain)
secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan
kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan,
hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan
kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.
4.Elemen Menulis
Peserta
didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil
pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan
hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat)
untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah
kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan
norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu
menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri
dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra
dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil
menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
1.Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat memahami teks deskripsi dan dapat menyebutkan pengertian makrame.
Bahasa Indonesia
Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah
sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat,
atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat,
mendengar, atau merasakannya sendiri.
Ciri-ciri teks deskripsi
Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum.
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut:
Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
Deskripsi Bagian: Pada
bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika
mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya,
seperti ruang tamu, teras, atau taman.
Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak.
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku Rumah
mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa
begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman
hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet
berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang
rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat
suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini
tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan
hangat bersama keluarga.
Seni Budaya
Prinsip Ritme
Prinsip
ritme dalam seni rupa adalah penggunaan pengulangan unsur-unsur seperti
garis, bentuk, warna, dan tekstur secara teratur untuk menciptakan
kesan gerak dan aliran dalam sebuah karya. Tujuannya adalah untuk
memberikan rasa kesatuan, keseimbangan, dan pergerakan visual, sehingga
menarik perhatian dan menciptakan respons emosional pada penikmat seni.
Latihan soal
1.
Prinsip ritme dalam seni rupa dapat tercipta melalui pengaturan
unsur-unsur seni rupa seperti garis, warna, dan tekstur secara...
a. Acak b. Tidak teratur
c. Berulang-ulang secara teratur d. Berbeda-beda pada setiap bagian
2. Salah satu tujuan utama menerapkan prinsip ritme dalam sebuah karya seni rupa adalah untuk...
a. Membuat karya menjadi lebih kompleks dan sulit dipahami
b. Menghindari penggunaan unsur-unsur seni rupa yang sama
c. Menciptakan harmoni dan gerakan visual yang mengalir
d. Menekankan perbedaan antar elemen dalam komposisi
3. Berikut adalah contoh penerapan prinsip ritme dalam seni rupa, kecuali...
a. Deretan jendela pada sebuah bangunan yang memiliki bentuk dan ukuran sama
b. Pengulangan pola daun dalam sebuah ukiran kayu
c. Penggunaan warna yang sangat berbeda dan kontras di setiap sudut lukisan
d. Pola ombak yang berulang dalam sebuah kain batik
4. Ritme dalam seni rupa tidak hanya tentang pengulangan, tetapi juga dapat menggunakan teknik seperti...
a. Penggunaan warna monokromatik
b. Penggabungan berbagai unsur secara acak
c. Variasi dan gradasi untuk memberikan dinamika visual
d. Penambahan banyak detail pada satu bagian karya
5.
Teknik pengulangan objek berupa titik-titik yang disusun secara
beraturan dapat membentuk sebuah prinsip ritme dalam karya seni rupa
karena adanya...
a. Kontras
b. Variasi
c. Repetisi
d. Gradasi
Demikian
pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan,
Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah
Wassalamualaikum wr wb
Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran seni rupa seluruh peserta didik dapat menggambar batik sesuai prinsip ritme dalam seni rupa.
Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)
CAPAIANPEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
3.Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.
4.Elemen Menulis
Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
1.Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat membandingkan dua pecahan dan memahami teks deskripsi.
Matematika
Membandingkan Pecahan
Untuk membandingkan pecahan, Anda bisa menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, lalu membandingkan pembilangnya, atau mengubah pecahan tersebut menjadi bentuk desimal untuk perbandingan yang lebih mudah
Latihan
Bahasa Indonesia
Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri.
Ciri-ciri teks deskripsi
Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum.
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut:
Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak.
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah
Wassalamualaikum wr wb
Kesimpulan : Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran matematika dari 26 peserta didik ada 4 peserta didik yang masih kesulitan membandingkan pecahan campuran dengan penyebut berbeda.
Muatan Pembelajaran : 1. IPAS : Siklus Air 2. Pend. Pancasila : Hubungan Antar Sila dalam Pancasila
CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS Ø Elemen Pemahaman IPAS: Peserta didik memahami siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air
CAPAIAN PEMBELAJARAN PANCASILA Peserta
didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani
sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;
menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang
utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Apa kabar anak sholih sholihah......... semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah. Adapun
tujuan pembelajaran hari ini Murid dapat menjelaskan terjadinya siklus
air dan perubahan-perubahan di permukaan bumi dan dapat menerapkan
nilai-nilai pancasila di lingkungan masyarakat.
IPAS Siklus Air
Siklus air, atau siklus hidrologi,
adalah gerakan air yang berkelanjutan antara atmosfer dan permukaan
bumi melalui berbagai proses, termasuk evaporasi (penguapan),
transpirasi, kondensasi (pengembunan menjadi awan), presipitasi (hujan,
salju), dan limpasan. Proses ini penting untuk menjaga ketersediaan air
di bumi, di mana air berpindah dari lautan dan daratan ke atmosfer dan
kembali lagi dalam rangkaian yang tak pernah berhenti.
Tahapan Utama dalam Siklus Air: Evaporasi dan Transpirasi: Evaporasi:
Air dari permukaan bumi (seperti laut, danau, sungai) menguap menjadi
uap air karena panas matahari, lalu naik ke atmosfer.
Transpirasi: Tumbuhan melepaskan uap air dari daunnya ke atmosfer, yang juga berkontribusi pada peningkatan jumlah uap air.
Kondensasi: Uap air di atmosfer yang dingin mengalami pengembunan dan berubah kembali menjadi tetesan air atau kristal es, membentuk awan.
Presipitasi: Tetesan
air atau kristal es yang terkumpul di awan kemudian jatuh ke permukaan
bumi dalam berbagai bentuk, seperti hujan, salju, atau hujan es, karena
tarikan gravitasi.
Infiltrasi dan Limpasan: Infiltrasi: Air hujan yang jatuh ke bumi meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah atau mengalir ke akuifer.
Limpasan: Sebagian air mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai, danau, dan akhirnya kembali ke laut.
Bagaimana Siklus Air Berlanjut: Air
yang kembali ke lautan dan badan air lainnya akan kembali menguap
akibat panas matahari, memulai siklus baru lagi. Proses ini memastikan
bahwa air terus tersedia dalam berbagai bentuk di bumi, menopang
kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem.,
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Proses menguapnya air yang ada di permukaan bumi (danau, sungai, laut) karena panas matahari disebut .... a. Kondensasi b. Presipitasi c. Evaporasi d. Infiltrasi
2.
Uap air di atmosfer akan mengalami proses pengembunan (berubah menjadi
titik-titik air) dan membentuk awan. Proses ini disebut .... a. Evaporasi b. Kondensasi c. Presipitasi d. Infiltrasi
3. Jatuhnya titik-titik air dalam bentuk hujan ke permukaan bumi disebut .... a. Evaporasi b. Kondensasi c. Presipitasi d. Transpirasi
4. Air hujan yang meresap ke dalam tanah akan menjadi cadangan air. Proses penyerapan air ke dalam tanah ini dinamakan .... a. Evaporasi b. Kondensasi c. Presipitasi d. Infiltrasi
5. Tumbuhan juga ikut serta dalam siklus air dengan mengeluarkan uap air melalui daunnya. Proses ini disebut .... a. Evaporasi b. Transpirasi c. Kondensasi d. Infiltrasi
Pendidikan Pancasila
Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Ideologi adalah pedoman atau cita-cita yang kita yakini bersama.
Pancasila
menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bernegara. Ini
seperti peta atau kompas yang menunjukkan arah ke mana bangsa kita akan
melangkah.
Nilai-nilai Pancasila digunakan untuk membuat
peraturan, membangun negara, dan mencapai tujuan bersama, yaitu
masyarakat yang adil dan makmur.
Contohnya:
Ketika
pemerintah membuat aturan tentang pendidikan, aturan itu harus sesuai
dengan nilai Pancasila. Misalnya, semua anak berhak sekolah tanpa
memandang suku atau agama.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Sebagai
pandangan hidup, Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang dijadikan
pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku
sehari-hari.
Nilai-nilai ini sudah ada sejak dulu dalam budaya bangsa Indonesia, seperti gotong royong dan musyawarah.
Dengan Pancasila, kita memiliki cara pandang yang sama untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.
Contoh pengamalan dalam kehidupan sehari-hari (sesuai sila-sila Pancasila):
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghormati teman yang berbeda agama saat mereka beribadah. 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Membantu teman yang sedang kesulitan dan tidak mengejeknya. 3. Persatuan Indonesia: Bermain bersama dengan teman dari suku mana saja. 4.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan: Berdiskusi dengan teman sekelompok untuk
menentukan tugas piket. 5.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berbagi makanan dengan adil kepada teman-teman.
Pancasila sebagai identitas bangsa
Identitas adalah jati diri atau ciri khas yang membedakan kita dengan bangsa lain.
Pancasila
membuat Indonesia menjadi unik karena di dalamnya terkandung
nilai-nilai luhur yang berasal dari budaya bangsa sendiri.
Meskipun Indonesia memiliki banyak suku, agama, dan budaya yang berbeda, Pancasila berhasil menyatukan kita semua.
Pancasila mengajarkan kita untuk hidup saling menghormati dan menghargai keberagaman.
Contohnya:
Meskipun
teman-teman di kelas berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang
berbeda, kita tetap bisa bersatu sebagai satu bangsa Indonesia karena
kita punya Pancasila.
Latihan soal :
1. Makna Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila bersifat... a. Kaku dan tidak bisa berubah b. Adaptif dan mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman c. Hanya berlaku untuk golongan tertentu d. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional
2. Pengamalan sila Pancasila yang paling mendasar tercermin dalam sikap... a. Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa b. Saling tolong-menolong antar tetangga c. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa d. Menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
3. Makna sila kedua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) adalah... a. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sikap beradab di masyarakat b. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain c. Bersikap toleran terhadap perbedaan agama d. Mengembangkan perilaku yang tidak adil terhadap sesama
4. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum. Hal ini berarti... a. Semua peraturan harus bersumber dari Pancasila b. Pancasila digunakan sebagai penentu keputusan partai politik c. Pancasila hanyalah simbol negara semata d. Pancasila hanya berlaku untuk masyarakat desa
5. Siswa-siswi SD Sukamaju mengikuti upacara bendera pada hari senin
dengan tertib. Mereka menunjukkan perilaku yang sesuai dengan Pancasila
sila ke. . . A. dua B. tiga C. empat D. lima
6. Pada
waktu istirahat sekolah, sebagian siswa pergi ke kantin. Mereka
mengantri dengan tertib untuk membeli makanan. Namun, ada seorang siswa
yang menerobos antrian. Perilaku siswa tersebut bertentangan dengan
Pancasila sila ke. . A. 2 B. 3 C. 4 D. 5
7.
Pancasila merupakan gagasan dan hasil pemikiran yang berisi nilai-nilai
luhur Pancasila untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Pernyatan
tersebut menunjukkan Pancasila sebagai. . . A. ideologi bangsa B. identitas bangsa C. jati diri bangsa D. pandangan hidup
8. Warga negara asing mengenal masyarakat Indonesia sebagai masyarakat
yang ramah, sopan, dan suka bertegur sapa. Perilaku baik tersebut sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila. Peran Pancasila pada peristiwa tersebut
yaitu sebagai. . . A. identitas bangsa B. pandangan hidup C. hukum yang mengikat D. ideologi bangsa
9. Pancasila disebut juga sebagai way of life yang artinya Pancasila sebagai.... a. dasar negara b. kepribadian bangsa c. pandangan hidup bangsa d. lambang negara
10. Berikut ini adalah contoh perilaku yang menunjukkan Pancasila sebagai identitas bangsa di lingkungan sekolah, yaitu... a. membeda-bedakan teman berdasarkan suku b. mengikuti upacara bendera dengan tertib c. berkelahi dengan teman d. tidak mau bekerja kelompok
Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.
Wassalamualaikum wr wb.
Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran IPAS seluruh peserta didik dapat mengerjakan soal post test tentang materi siklus air.