Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Kamis, 09 Oktober 2025

Kisi-Kisi STS TIK dan Bahasa Arab Kelas 5 (Jumat 10 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Jumat / 10 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Mata Pelajaran : STS Bahasa Arab dan TIK     


Jadwal STS Kelas 5 Saudah

Apa kabar anak Sholeh Sholehah?
Semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal'afiyah aamiin..
     Hari ini anak Sholeh Sholehah akan melaksanakan STS mata pelajaran Bahasa Arab dan TIK.
     Semoga Allah berikan kelancaran dan kemudahan dalam menjawab soal yaa aamiin..

    Berikut kisi-kisi STS TIK :

   
    Berikut kisi-kisi STS Bahasa Arab :

    Good Luck :)

    Wassalamualaikum wr wb..

Kesimpulan :
Alhamdulillah STS hari ini berjalan dengan baik dan lancar, seluruh peserta didik dapat menjawab soal STS dengan tertib.

Rabu, 08 Oktober 2025

Materi Ajar Seni Rupa dan Bahasa Indonesia Kelas 5 (Kamis 9 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Kamis, 9 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Muatan  Pembelajaran :  

1. Seni Rupa : Prinsip Ritme dalam Seni Rupa

2. Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

3.      Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

4.      Elemen Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA

1.      Elemen Mengalami

Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.  Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat memahami teks deskripsi dan dapat menyebutkan pengertian prinsip ritme dalam seni rupa. 
    
   Bahasa Indonesia
   Teks Deskripsi 
  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 
 
Seni Budaya
Prinsip Ritme

Prinsip ritme dalam seni rupa adalah penggunaan pengulangan unsur-unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur secara teratur untuk menciptakan kesan gerak dan aliran dalam sebuah karya. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa kesatuan, keseimbangan, dan pergerakan visual, sehingga menarik perhatian dan menciptakan respons emosional pada penikmat seni. 

 Latihan soal
1.  Prinsip ritme dalam seni rupa dapat tercipta melalui pengaturan unsur-unsur seni rupa seperti garis, warna, dan tekstur secara... 
a. Acak                                                        b. Tidak teratur
c. Berulang-ulang secara teratur                 d. Berbeda-beda pada setiap bagian 

2.  Salah satu tujuan utama menerapkan prinsip ritme dalam sebuah karya seni rupa adalah untuk...
a. Membuat karya menjadi lebih kompleks dan sulit dipahami
b. Menghindari penggunaan unsur-unsur seni rupa yang sama
c. Menciptakan harmoni dan gerakan visual yang mengalir
d. Menekankan perbedaan antar elemen dalam komposisi

3. Berikut adalah contoh penerapan prinsip ritme dalam seni rupa, kecuali...
a. Deretan jendela pada sebuah bangunan yang memiliki bentuk dan ukuran sama
b. Pengulangan pola daun dalam sebuah ukiran kayu
c. Penggunaan warna yang sangat berbeda dan kontras di setiap sudut lukisan
d. Pola ombak yang berulang dalam sebuah kain batik

4. Ritme dalam seni rupa tidak hanya tentang pengulangan, tetapi juga dapat menggunakan teknik seperti...
a. Penggunaan warna monokromatik
b. Penggabungan berbagai unsur secara acak
c. Variasi dan gradasi untuk memberikan dinamika visual
d. Penambahan banyak detail pada satu bagian karya

5. Teknik pengulangan objek berupa titik-titik yang disusun secara beraturan dapat membentuk sebuah prinsip ritme dalam karya seni rupa karena adanya...
a. Kontras    
b. Variasi
c. Repetisi
d. Gradasi
 
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.  
    Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah

Wassalamualaikum wr wb

Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, seluruh peserta didik dapat mengerjakan latihan soal kisi kisi sts dengan tepat.

Selasa, 07 Oktober 2025

Materi Ajar Matematika dan Bahasa Indonesia Kelas 5 (Rabu 8 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Rabu 8 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Muatan Pembelajaran :
1. Matematika : Mengurutkan Pecahan
2. Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi

Capaian Pembelajaran Matematika
Elemen Bilangan
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, memahami apa itu teks deskripsi.


Matematika
Mengurutkan Pecahan 

Untuk mengurutkan pecahan di kelas 5, samakan semua pecahan menjadi bentuk yang sama, yaitu pecahan biasa atau desimal. Jika diubah menjadi pecahan biasa, samakan penyebutnya menggunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) lalu urutkan berdasarkan pembilangnya. Jika diubah menjadi desimal, urutkan berdasarkan nilai tempatnya dari yang terkecil hingga terbesar.
Metode 1: Mengubah menjadi Pecahan Biasa yang Sama Penyebutnya

Samakan Penyebut: Cari KPK dari semua penyebut pecahan.
Ubah Pecahan: Kalikan pembilang dan penyebut setiap pecahan dengan bilangan yang sesuai agar penyebutnya sama dengan KPK.
Urutkan Pembilang: Setelah semua penyebut sama, urutkan pecahan berdasarkan pembilangnya dari yang terkecil hingga terbesar (untuk urutan menaik) atau sebaliknya.

Contoh: Urutkan 1/4, 1/2, 5/6, 2/3 dari terkecil ke terbesar.
KPK dari 4, 2, 6, dan 3 adalah 12.
Pecahan menjadi: 3/12, 6/12, 10/12, 8/12.
Urutan dari terkecil adalah: 3/12 (1/4), 6/12 (1/2), 8/12 (2/3), 10/12 (5/6).

Metode 2: Mengubah menjadi Pecahan Desimal

Ubah ke Desimal: Konversi setiap pecahan menjadi bentuk desimal.
Urutkan Angka Desimal: Urutkan angka desimal tersebut dari nilai terkecil ke nilai terbesar.
Tulis Ulang Bentuk Asli: Tulis ulang urutan desimal tersebut dalam bentuk pecahan aslinya.

Contoh: Urutkan 3/5, 0.7, 1 3/4.
Ubah menjadi desimal: 3/5 = 0.6, 0.7 tetap 0.7, 1 3/4 = 1.75.
Urutkan desimal: 0.6, 0.7, 1.75.
Urutan dalam bentuk asli: 3/5, 0.7, 1 3/4.

Dengan mengikuti salah satu dari metode ini, Anda dapat mengurutkan berbagai jenis pecahan dengan mudah.


Bahasa Indonesia


   Teks Deskripsi 

  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.


Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran matematika dari 26 peserta didik ada 3 orang yang tidak masuk sekolah sehingga belum mengikuti pembelajaran terkait kisi-kisi soal STS.

Senin, 06 Oktober 2025

Materi Ajar IPAS dan Pendidikan Pancasila Kelas 5 (Selasa 7 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Selasa 7 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5

Muatan  Pembelajaran :  

1. IPAS : Kisi-Kisi STS

2. Pend. Pancasila : Makna Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara 

1. Capaian  Pembelajaran IPAS

    Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya.

   
2. Capaian Pendidikan Pancasila
     Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah.
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat mengidentifikasi  organ tubuh pada sistem pernapasan dan pencernaan manusia berikut fungsinya dan nilai nilai pancasila sebagai dasar negara.
  
   IPAS
     


  Organ Pernapasan

    Organ Pencernaan       

Latihan
    1. Bernapas adalah menghirup ........ dan mengeluarkan ...
    2. Tuliskan organ pernapasan manusia !
    3. Organ pernapasan manusia yang menghubungkan hidung dengan paru-paru adalah ....
    4. Organ pernapasan manusia yang menjadi tempat pergantian oksigen dan karbondioksida adalah ...
    5. Tuliskan organ pencernaan manusia !
    6. Jelaskan mekanisme sistem pencernaan manusia dari masuknya makanan hingga akhir !
    7. Buah-buahan seperti jeruk, apel, dan pepaya. Makanan tersebut banyak mengandung …
    8. Tuliskan 3 jenis penyakit yang berhubungan dengan organ pencernaan manusia !
    9. Tuliskan perbedaan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar !
   10. Tuliskan 3 kegiatan manusia yang mengganggu proses siklus air !


Pendidikan Pancasila 
     
  
Demikian pembelajaran hari ini.
Wassalamualaikum wr wb

Kesimpulan :
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran IPAS seluruh peserta didik dapat mengerjakan kisi-kisi soal sumatif tengah semester dengan tepat.

Minggu, 05 Oktober 2025

Materi Ajar Matematika, Bahasa Indonesia dan Seni Rupa Kelas 5 (Senin 6 Oktober 2025)

Hari / Tanggal : Senin 6 Oktober 2025

Fase / Kelas : C / 5 Saudah

Muatan Pembelajaran :
1. Matematika : Mengurutkan Pecahan
2. Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi
3. Seni Budaya : Karya Seni Makrame

Capaian Pembelajaran Matematika
Elemen Bilangan
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, memahami apa itu teks deskripsi dan dapat menjelaskan karya seni makrame dengan tepat.


Matematika
Mengurutkan Pecahan 

Untuk mengurutkan pecahan di kelas 5, samakan semua pecahan menjadi bentuk yang sama, yaitu pecahan biasa atau desimal. Jika diubah menjadi pecahan biasa, samakan penyebutnya menggunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) lalu urutkan berdasarkan pembilangnya. Jika diubah menjadi desimal, urutkan berdasarkan nilai tempatnya dari yang terkecil hingga terbesar.
Metode 1: Mengubah menjadi Pecahan Biasa yang Sama Penyebutnya

Samakan Penyebut: Cari KPK dari semua penyebut pecahan.
Ubah Pecahan: Kalikan pembilang dan penyebut setiap pecahan dengan bilangan yang sesuai agar penyebutnya sama dengan KPK.
Urutkan Pembilang: Setelah semua penyebut sama, urutkan pecahan berdasarkan pembilangnya dari yang terkecil hingga terbesar (untuk urutan menaik) atau sebaliknya.

Contoh: Urutkan 1/4, 1/2, 5/6, 2/3 dari terkecil ke terbesar.
KPK dari 4, 2, 6, dan 3 adalah 12.
Pecahan menjadi: 3/12, 6/12, 10/12, 8/12.
Urutan dari terkecil adalah: 3/12 (1/4), 6/12 (1/2), 8/12 (2/3), 10/12 (5/6).

Metode 2: Mengubah menjadi Pecahan Desimal

Ubah ke Desimal: Konversi setiap pecahan menjadi bentuk desimal.
Urutkan Angka Desimal: Urutkan angka desimal tersebut dari nilai terkecil ke nilai terbesar.
Tulis Ulang Bentuk Asli: Tulis ulang urutan desimal tersebut dalam bentuk pecahan aslinya.

Contoh: Urutkan 3/5, 0.7, 1 3/4.
Ubah menjadi desimal: 3/5 = 0.6, 0.7 tetap 0.7, 1 3/4 = 1.75.
Urutkan desimal: 0.6, 0.7, 1.75.
Urutan dalam bentuk asli: 3/5, 0.7, 1 3/4.

Dengan mengikuti salah satu dari metode ini, Anda dapat mengurutkan berbagai jenis pecahan dengan mudah.


Bahasa Indonesia


   Teks Deskripsi 

  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 
Seni Budaya
MENGENAL MAKRAME

A. Mengikat dan Menyimpul Sebagai Karya Seni
Mengikat dan menyimpul sudah lama dikenal di negara indonesia, dimana sejak lama nenek moyang kita sebagian merupakan pelaut yang sangat familiar dengan mengikat dan menyimpul sebuah tali, mengikat dan menyimpul juga telah banyakditemukan dalam kehidupan sehari-hari pada benda- benda di sekitar kita misalnya: perlengkapan rumah tangga, topi, sarung tangan, kaos kaki, tas, dan lain-lain

Mengikat dan menyimpul merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi sebuah tali, baik itu bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis, mengikat dan menyimpul sebuah tali berkembang menjadi sebuah kerajinan tersendiri dan memunculkan banyak hasil karya seni dari teknik ini yang di kenal dengan kerajinan makrame. Tali adalah bahan yang digunakan, simpul adalah hubungan antara tali dengan tali, ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misalnya kayu, balok, bambu dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis Simpul
Dalam pembuatan karya seni dari teknik mengikat dan menyimpul ada beberapa jenis simpul dasar yang sering digunakan antara lain: simpul kepala, simpul tunggal, simpul ganda dan lain-lain.
Aneka Simpul
  1. Simpul Kepala: merupakan simpul awal yang sering digunakan dalam proses pembuatan karya makrame.
  2. Simpul Tunggal: proses pembuatan simpul tunggal diawali dengan simpul kepala, variasi bentuk dapat diputar ke kiri atau ke kanan sesuai kebutuhan kita. Hasil simpulannya akan tampak seperti tangga, variasi bentuk dapat diputar kekiri atau. ke kanan, sebaiknya lakukan percobaan simpul ini untuk menghasilkan variasi yang menarik. 
  3. Simpul Ganda: proses pembuatan simpul ganda ada kesamaan dengan simpul tunggal. Pada simpul tunggal langkahnya dimulai dari sebelah kiri saja atau dari sebelah kanan saja, sedangkan pada simpul ganda langkahnya dilakukan secara bergantian dari kanan dan kiri atau sebaliknya. Pembuatan simpul ganda bisasanya di awali dengan simpul kepala seperti halnya pada proses pembuatan simpul tunggal.

C. Langkah langkah Pembuatan Simpul
Langkah-langkah membuat simpul ganda dengan menyiapkan dua utas tali yang berbeda warnanya, agar jalinan kedua utas tali itu tampak jelas. Adapun langkah pembuatannya sebagagai berikut:
Simpul Ganda
  1. Potonglah tali sesuai kebutuhan dan lipatlah bagian tali terbagi dua dan sama panjang;
  2. Buatlah simpul kepala dengan pelipatkannya pada kayu, pensil, atau yang lainnya;
  3. Buatlah dua simpul kepala dengan warna yang berbeda agar hasil akhirnya lebih menarik;
  4. Kemudian tali yang berada di tengah dibiarkan bergantung bebas, sementara bagian tali paling kanan diangkat sehingga menindih dua tali yang tergantung bebas;
  5. Angkatlah tali pada bagian kiri sehingga posisinya menindih tali yang dari kanan selanjutnya bawa bagian tali tersebut melewati dua bagian pada bagian belakang.
  6. Selanjutnya tali pada bagian kanan tersebut dimasukan ke bagian depan dan dengan posisi menindih tali pada bagian kanan, selalu lakukan dengan pola yang sama;
  7. Selanjutnya ujung-ujung tali pada masing-masing bagian ditarik untuk mendapatkan simpul yang kuat erat. Untuk menambah simpul agar lebih panjang dilakukan dengan pengulangan seperti di atas.

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.