Welcome To My Blogger

Selasa, 15 September 2026

Materi Ajar Matematika Kelas 5 Saudah (Rabu 16 September 2026)

 🗓️ Pembelajaran Harian Kelas 5

Ayo Berhitung Seru Hari Ini ! 🧮

IDENTITAS : 

👩‍🏫 Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu, 16 September 2026
🎓 Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📘 Mata Pelajaran
Matematika
🔢 Pertemuan Ke
10
✨ Materi: Faktor Prima dan Faktorisasi Prima, KPK dan FPB menggunakan Pohon Faktor dan Sengkedan/Tabel
🤲

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat menyambut pelajaran hari ini ya! Sudahkah kalian sholat Subuh dan sarapan pagi ini? Jangan lupa selalu menjaga ibadah, karena itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. 😊

Anak-anak, tahukah kalian bahwa Allah SWT itu Maha Pencipta (Al-Khaliq)? Allah menciptakan angka dan pola-pola matematis yang teratur di alam semesta, seperti susunan kelopak bunga dan sarang lebah yang berbentuk segi enam sempurna! Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik), menjaga keteraturan alam semesta ini sehingga perputaran bumi dan pergantian musim bisa kita hitung dengan pasti. Selain itu, Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — dan salah satu cara kita bersyukur atas rezeki adalah dengan membaginya secara adil dan merata kepada sesama, persis seperti yang akan kita pelajari hari ini melalui konsep FPB! 🌟

🤔 Pertanyaan Pemantik: Jika Ibu memiliki 12 permen dan 18 cokelat yang ingin dibagikan sama rata ke beberapa temanmu tanpa ada sisa, berapa jumlah teman maksimal yang bisa menerima pembagian itu? Bagaimana Allah mengajarkan kita untuk berbagi secara adil melalui angka-angka ini?
🔁

Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Sebelumnya)

Sebelum belajar lebih lanjut, ayo kita ingat kembali materi Faktor Prima dan Faktorisasi Prima pada pertemuan sebelumnya. Jawablah Benar atau Salah ya! ✅❌

1. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.
2. Angka 9 termasuk bilangan prima.
3. Faktorisasi prima adalah cara menuliskan suatu bilangan sebagai hasil perkalian faktor-faktor primanya.
4. Angka 1 termasuk bilangan prima.
5. Pohon faktor digunakan untuk mencari faktorisasi prima suatu bilangan.
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   2. Salah (9 = 3 × 3, bukan bilangan prima)   3. Benar   4. Salah (1 hanya punya satu faktor, jadi bukan bilangan prima)   5. Benar
📘

Identitas Pembelajaran

🎯 Capaian Pembelajaran (CP Fase C – 2026)

Pada akhir Fase C, murid mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah dan pecahan, termasuk memahami konsep faktor, kelipatan, faktor persekutuan terbesar (FPB), dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Murid mampu menerapkan berbagai strategi penyelesaian masalah, termasuk penggunaan pohon faktor dan tabel, serta bernalar secara logis dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan.

🎯 Tujuan Pembelajaran
  • Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
🧩 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
🧘 Mindful💡 Meaningful🎉 Joyful
  • Mindful Menyimak video pembelajaran pohon faktor dan tabel dengan tenang, langkah demi langkah.
  • Meaningful Menghitung KPK/FPB dari benda-benda di rumah, misalnya jadwal piket atau pembagian kue ulang tahun.
  • Joyful Lomba membuat pohon faktor tercepat dan tepat secara berkelompok menggunakan kartu bilangan.
🗺️ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  1. Murid menyimak video dan penjelasan guru tentang faktor prima dan faktorisasi prima.
  2. Murid berlatih membuat pohon faktor untuk menentukan faktorisasi prima suatu bilangan.
  3. Murid mempelajari cara mencari KPK dan FPB menggunakan pohon faktor.
  4. Murid mempelajari cara mencari KPK dan FPB menggunakan tabel/sengkedan.
  5. Murid menyelesaikan soal cerita sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
  6. Murid mengerjakan asesmen formatif sebagai evaluasi pemahaman.
⏰ Alokasi Waktu3 x 35 menit
🧠 Model PembelajaranProblem Based Learning (murid memecahkan soal cerita KPK/FPB) dipadukan dengan Discovery Learning untuk menemukan pola faktorisasi prima
🛠️ Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi pohon faktor & tabel di papan tulis, latihan berkelompok
🎒 Media & Alat PeragaVideo pembelajaran YouTube, kartu bilangan, papan tulis & spidol warna, kertas untuk membuat pohon faktor, stik es krim/kelereng untuk peragaan pembagian kelompok
🎬

Ayo Menyimak & Belajar!

🎥 Video Pembelajaran Hari Ini
"Faktor Prima, Faktorisasi Prima, KPK dan FPB dengan Pohon Faktor untuk Anak SD"
▶️ Tonton di YouTube
✨ Penjelasan Materi

Matematika itu seru karena membantu kita membagi dan mengelompokkan sesuatu dengan adil dan tepat! Yuk, kita pelajari konsep-konsep berikut satu per satu.

🔵 Bilangan Prima & Faktor Prima

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Faktor prima adalah faktor dari suatu bilangan yang berupa bilangan prima.

Contoh: Bilangan prima kecil adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13... Faktor prima dari 12 adalah 2 dan 3.

✖️ Faktorisasi Prima

Cara menuliskan suatu bilangan sebagai hasil perkalian dari faktor-faktor primanya.

Contoh: 12 = 2 × 2 × 3 = 2² × 3

🌳 Pohon Faktor

Cara visual untuk mencari faktorisasi prima dengan membagi bilangan berulang kali menggunakan bilangan prima terkecil sampai hasil baginya juga bilangan prima.

Contoh: 12 dibagi 2 menjadi 6, lalu 6 dibagi 2 menjadi 3 (bilangan prima). Jadi 12 = 2 × 2 × 3.

⏱️ KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

Kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih, diambil yang terkecil. Caranya: kalikan semua faktor prima dengan pangkat tertinggi.

Contoh: Bel istirahat pertama berbunyi tiap 15 menit, bel kedua tiap 20 menit. Keduanya akan berbunyi bersamaan setiap KPK(15,20) = 60 menit sekali.

🤝 FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

Faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih, diambil yang terbesar. Caranya: kalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terendah.

Contoh: Ibu punya 12 apel dan 18 jeruk untuk dibagi rata tanpa sisa. FPB(12,18) = 6, jadi bisa dibuat 6 kantong buah.
📊 Cara Sengkedan/Tabel

Selain pohon faktor, kita juga bisa mencari KPK dan FPB dengan tabel (sengkedan), yaitu membagi dua bilangan secara bersamaan menggunakan bilangan prima terkecil sampai hasil baginya 1. Bilangan pembagi yang membagi keduanya dikalikan untuk FPB, sedangkan semua bilangan pembagi dikalikan untuk KPK.

🎪 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful
  • Mindful Murid menyimak video pembelajaran dengan tenang sambil mencatat langkah-langkah membuat pohon faktor.
  • Meaningful Murid mencari contoh KPK/FPB dari kegiatan di rumah, misalnya jadwal piket kakak dan adik atau pembagian kue ulang tahun secara adil.
  • Joyful Murid berlomba membuat pohon faktor tercepat dan tepat secara berkelompok menggunakan kartu bilangan berwarna! 🏆
📝

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda
1. Bilangan prima adalah bilangan yang memiliki jumlah faktor sebanyak...Mudah
A. 1   B. 2   C. 3   D. 4
2. Faktorisasi prima dari 12 adalah...Mudah
A. 2 × 2 × 3   B. 2 × 6   C. 3 × 4   D. 2 × 3 × 3
3. FPB dari 12 dan 18 adalah...Sedang
A. 2   B. 3   C. 6   D. 9
4. KPK dari 15 dan 20 adalah...Sedang
A. 300   B. 60   C. 45   D. 120
5. Sebuah toko memiliki 24 pensil dan 36 buku yang akan dibagikan sama rata ke beberapa anak tanpa sisa. Jumlah anak maksimal yang dapat menerima pembagian tersebut adalah...Sukar
A. 6   B. 8   C. 12   D. 4
B. Isian Singkat
1. Bilangan prima yang terletak di antara 1 sampai 10 adalah __________.
2. Cara mencari faktorisasi prima suatu bilangan dengan membaginya berulang menggunakan bilangan prima disebut __________.
3. Untuk mencari FPB, faktor prima yang sama dikalikan dengan pangkat __________.
C. Esai
1. Buatlah pohon faktor dari bilangan 30, lalu tuliskan hasil faktorisasi primanya!
2. Bel istirahat pertama berbunyi setiap 10 menit dan bel istirahat kedua berbunyi setiap 15 menit. Jika keduanya berbunyi bersamaan pertama kali pukul 07.00, pukul berapa keduanya akan berbunyi bersamaan lagi? (Gunakan konsep KPK)
🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. C   4. B   5. C

Isian Singkat:
1. 2, 3, 5, 7
2. Pohon faktor
3. Terendah / terkecil

Esai:
1. 30 = 2 × 3 × 5 (pohon faktor: 30 dibagi 2 menjadi 15, lalu 15 dibagi 3 menjadi 5)
2. KPK(10,15) = 30 menit, jadi bel akan berbunyi bersamaan lagi pukul 07.30.
🌈

Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bahwa bilangan prima adalah bilangan istimewa yang hanya punya dua faktor, dan faktorisasi prima membantu kita menuliskan bilangan sebagai hasil perkalian bilangan-bilangan prima. Dengan pohon faktor dan tabel/sengkedan, kita bisa menemukan FPB (untuk membagi sesuatu secara adil dan merata) serta KPK (untuk mengetahui kapan dua kejadian akan terjadi bersamaan). Kemampuan berhitung ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membagi makanan atau menyusun jadwal. Semua keteraturan angka ini adalah bukti kebesaran Allah SWT yang patut kita syukuri dan pelajari dengan sungguh-sungguh! 🌟

💖

Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, ceritakan perasaanmu setelah belajar hari ini dengan memilih salah satu emoji berikut! 👇

🤩Sangat Senang
😊Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk
🧑‍🏫

Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid masih tertukar antara langkah mencari KPK dan FPB, serta kesulitan menentukan bilangan prima yang tepat saat membuat pohon faktor pada bilangan yang lebih besar.

🔧 Tindak Lanjut

Memberikan tabel perbandingan visual antara langkah KPK dan FPB, serta latihan tambahan membuat pohon faktor dengan bimbingan langsung dan contoh bilangan yang lebih sederhana terlebih dahulu.

👍 Siswa yang Sudah Paham

🌱 Siswa yang Perlu Bimbingan Lebih Lanjut

🔢 🌟 ➗ 🌟 🔢
Dibuat dengan ❤️ oleh Dwi Maila Pauristina, S.Pd. — Kelas 5 Fase C

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 16 September 2026)

 🗓️ Pembelajaran Harian Kelas 5

Yuk, Belajar Bahasa Indonesia Hari Ini ! 🎈

IDENTITAS : 

👩‍🏫 Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu, 16 September 2026
🎓 Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📘 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
🔢 Pertemuan Ke
14
✨ Materi: Majas Metafora, Personifikasi, Hiperbola, serta Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
🤲

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat menyambut pelajaran hari ini ya! Sudahkah kalian sholat Subuh dan sarapan pagi ini? Jangan lupa selalu menjaga ibadah, karena itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. 😊

Anak-anak, tahukah kalian bahwa Allah SWT itu Maha Pencipta (Al-Khaliq)? Allah menciptakan bahasa yang begitu indah sehingga kita bisa berbicara, menulis cerita, dan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang beragam. Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik) kemampuan berpikir kita, sehingga kita terus bisa belajar dan mengenal keindahan bahasa setiap hari. Selain itu, Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — salah satu rezeki kita adalah kesempatan untuk belajar hal baru hari ini, yaitu tentang majas dan kalimat langsung-tidak langsung yang akan membuat cerita dan tulisan kita menjadi lebih hidup dan indah! 🌟

🤔 Pertanyaan Pemantik: Pernahkah kalian mendengar kalimat seperti "hatinya sekeras batu" atau "daun-daun menari tertiup angin"? Menurut kalian, apakah batu benar-benar sekeras itu dan daun benar-benar bisa menari? Bagaimana bahasa yang indah ini bisa tercipta dari kebesaran Allah SWT?
🔁

Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Sebelumnya)

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat kembali materi Unsur Intrinsik Cerita pada pertemuan sebelumnya. Jawablah Benar atau Salah ya! ✅❌

1. Tema adalah gagasan utama yang mendasari sebuah cerita.
2. Latar hanya menunjukkan waktu terjadinya cerita, tidak termasuk tempat dan suasana.
3. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya sebuah cerita.
4. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat dalam cerita.
5. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   2. Salah (latar meliputi tempat, waktu, dan suasana)   3. Benar   4. Salah (itu adalah tokoh antagonis)   5. Benar
📘

Identitas Pembelajaran

🎯 Capaian Pembelajaran (CP Fase C – 2026)

Pada akhir Fase C, murid mampu menyimak, memahami, dan menanggapi informasi dari teks sastra dan nonsastra lisan maupun visual. Murid mampu membaca dan memahami berbagai kosakata baru serta unsur kebahasaan (termasuk gaya bahasa/majas) untuk memaknai teks. Murid mampu berbicara dan menulis dengan menggunakan kalimat yang efektif, santun, serta memperhatikan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung dalam berkomunikasi maupun menulis teks narasi.

🎯 Tujuan Pembelajaran
  • Murid dapat membedakan majas (metafora, personifikasi, dan hiperbola) yang terdapat dalam sebuah teks.
  • Murid dapat membuat kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dengan tepat.
🧩 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
🧘 Mindful💡 Meaningful🎉 Joyful
  • Mindful Menyimak video pembelajaran majas dengan tenang dan penuh perhatian.
  • Meaningful Menulis kalimat bermajas tentang pengalaman atau anggota keluarga sendiri.
  • Joyful Bermain "Tebak Majas" menggunakan kartu berwarna secara berkelompok.
🗺️ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  1. Murid menyimak video dan penjelasan guru tentang majas metafora, personifikasi, dan hiperbola.
  2. Murid mengidentifikasi majas dalam kalimat/teks bacaan sederhana.
  3. Murid berlatih membuat kalimat bermajas hasil karyanya sendiri.
  4. Murid membedakan kalimat langsung dan tidak langsung melalui contoh dialog.
  5. Murid berlatih mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan sebaliknya.
  6. Murid mengerjakan asesmen formatif sebagai evaluasi pemahaman.
⏰ Alokasi Waktu3 x 35 menit
🧠 Model PembelajaranDiscovery Learning (murid menemukan sendiri konsep majas melalui contoh) dipadukan dengan Example Non-Example
🛠️ Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, dan permainan edukatif
🎒 Media & Alat PeragaVideo pembelajaran YouTube, kartu majas berwarna, teks cerita pendek, papan tulis & spidol warna, gambar ilustrasi majas
🎬

Ayo Menyimak & Belajar!

🎥 Video Pembelajaran Hari Ini
"Mengenal Majas Metafora, Personifikasi, dan Hiperbola untuk Anak SD"
▶️ Tonton di YouTube
✨ Penjelasan Materi

Majas adalah gaya bahasa yang membuat kalimat menjadi lebih indah, hidup, dan menarik. Yuk, kita kenali tiga jenis majas dan kalimat langsung-tidak langsung berikut ini!

🌟 Majas Metafora

Membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata "seperti", "bagai", atau "laksana".

Contoh: "Dito adalah bintang kelas kita." Maksudnya, Dito sangat pintar dan bersinar seperti bintang, bukan berarti Dito benar-benar bintang di langit!

🍃 Majas Personifikasi

Memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati atau makhluk selain manusia.

Contoh: "Angin berbisik lembut di telinga." Angin sebenarnya tidak bisa berbisik seperti manusia, tapi kalimat ini membuat suasana terasa lebih indah.

🚀 Majas Hiperbola

Melebih-lebihkan suatu hal agar kesan atau maksud kalimat lebih kuat.

Contoh: "Aku sudah memanggilmu seribu kali!" Tentu saja tidak benar-benar seribu kali, tapi ini menunjukkan betapa seringnya seseorang dipanggil.

💬 Kalimat Langsung

Kalimat yang menirukan persis ucapan seseorang, ditandai dengan tanda petik dua ("...").

Contoh: Ibu berkata, "Ayo makan malam sekarang!"

📝 Kalimat Tidak Langsung

Kalimat yang menceritakan kembali ucapan seseorang tanpa tanda petik, biasanya diawali kata "bahwa".

Contoh: Ibu berkata bahwa sudah waktunya makan malam.
🎪 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful
  • Mindful Murid menyimak video pembelajaran dengan duduk tenang, lalu menuliskan satu kalimat yang paling berkesan dari video tersebut.
  • Meaningful Murid membuat satu kalimat bermajas tentang ayah, ibu, atau anggota keluarganya sendiri, misalnya "Senyum Ibu adalah matahari di rumahku."
  • Joyful Murid bermain "Tebak Majas" berkelompok: guru membacakan kalimat, kelompok yang tercepat mengangkat kartu warna sesuai jenis majasnya mendapat poin! 🏆
📝

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda
1. Majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata "seperti" disebut...Mudah
A. Personifikasi   B. Metafora   C. Hiperbola   D. Simile
2. Kalimat "Angin berbisik di antara dedaunan" merupakan contoh majas...Mudah
A. Hiperbola   B. Metafora   C. Personifikasi   D. Ironi
3. Kalimat "Aku sudah memanggilmu sejuta kali!" adalah contoh majas...Sedang
A. Personifikasi   B. Metafora   C. Ironi   D. Hiperbola
4. Manakah kalimat berikut yang merupakan kalimat langsung?Sedang
A. Rani berkata bahwa dia akan datang besok.
B. Rani berkata, "Aku akan datang besok."
C. Rani mengatakan akan datang esok hari.
D. Rani bilang dia datang besok.
5. Perubahan yang tepat dari kalimat langsung Andi berkata, "Saya lapar sekali." menjadi kalimat tidak langsung adalah...Sukar
A. Andi berkata bahwa dia lapar sekali.
B. Andi berkata, "Saya lapar sekali."
C. Andi bertanya apakah dia lapar.
D. Andi berkata saya lapar sekali.
B. Isian Singkat
1. Kalimat "Matahari tersenyum cerah pagi ini" menggunakan majas __________.
2. Tanda baca yang digunakan untuk menandai kalimat langsung adalah __________.
3. Kata penghubung yang sering digunakan dalam kalimat tidak langsung adalah __________.
C. Esai
1. Buatlah satu kalimat menggunakan majas metafora tentang dirimu sendiri, lalu jelaskan maknanya!
2. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Guru berkata, "Anak-anak, kerjakan tugas ini dengan teliti!"
🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. C   3. D   4. B   5. A

Isian Singkat:
1. Personifikasi
2. Tanda petik dua (" ")
3. Bahwa

Esai (contoh jawaban):
1. "Aku adalah matahari bagi teman-temanku" — bermakna aku selalu membawa semangat dan kehangatan bagi orang di sekitarku. (Jawaban murid dapat bervariasi, nilai berdasarkan ketepatan penggunaan majas metafora)
2. Guru berkata bahwa anak-anak harus mengerjakan tugas itu dengan teliti.
🌈

Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak keindahan melalui majas! Metafora membandingkan dua hal secara langsung, personifikasi memberi sifat manusia pada benda mati, dan hiperbola melebih-lebihkan sesuatu. Kita juga belajar membedakan kalimat langsung (ditandai tanda petik) dan kalimat tidak langsung (biasanya memakai kata "bahwa"). Dengan menguasai majas dan kedua jenis kalimat ini, tulisan dan cerita kita akan menjadi jauh lebih hidup dan menarik! Semua kemampuan berbahasa yang indah ini adalah salah satu bentuk rezeki dan anugerah dari Allah SWT yang patut kita syukuri. 🌟

💖

Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, ceritakan perasaanmu setelah belajar hari ini dengan memilih salah satu emoji berikut! 👇

🤩Sangat Senang
😊Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk
🧑‍🏫

Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid masih kesulitan membedakan majas personifikasi dengan metafora karena keduanya sama-sama bersifat kiasan; koneksi internet yang kurang stabil dapat menghambat pemutaran video pembelajaran di kelas.

🔧 Tindak Lanjut

Memberikan latihan tambahan berupa kartu bergambar untuk memperjelas perbedaan setiap jenis majas, serta menyiapkan video pembelajaran dalam bentuk unduhan/offline sebagai cadangan bila koneksi bermasalah.

👍 Siswa yang Sudah Paham

🌱 Siswa yang Perlu Bimbingan Lebih Lanjut

🌸 🌟 🌈 🌟 🌸
Dibuat dengan ❤️ oleh Dwi Maila Pauristina, S.Pd. — Kelas 5 Fase C

Senin, 14 September 2026

Materi Ajar IPAS, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila Kelas 5 Saudah (Selasa 15 September 2026)

 📚 Materi Belajar Harian

Semangat Belajar Hari Ini, Anak Sholih/ah! 🌟

IDENTITAS : 

👩‍🏫
Nama GuruDwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / TanggalSelasa, 15 September 2026
🏫
Fase / KelasFase C / Kelas V
📖
Mata PelajaranIPAS, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila
🧩
MateriIPAS: Ekosistem, Rantai Makanan, Jaring Makanan & Piramida MakananBahasa Indonesia: Majas Metafora, Personifikasi, Hiperbola & Kalimat Langsung–Tak LangsungPancasila: Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa
🔢
Pertemuan Ke14
1

Pendahuluan

Apersepsi & Motivasi Pagi Ini
🕌✨🌤️

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? 😊 Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! Jangan lupa sudah shalat Subuh dan sarapan pagi ini kan? 🍚☀️

Anak-anak, coba perhatikan sekeliling kita. Ada tumbuhan, hewan, tanah, air, dan udara yang saling melengkapi. Semua itu tidak muncul begitu saja, lho. Allah Maha Khaliq — Allah-lah yang menciptakan setiap makhluk hidup dan komponen ekosistem dengan begitu rapi, dari rumput kecil sampai burung yang terbang tinggi. 🌿🐦

Lalu, siapa yang menjaga agar rantai makanan tetap seimbang setiap hari? Allah Maha Malik — Allah-lah yang memelihara keseimbangan alam ini, sehingga tumbuhan tetap tumbuh, hewan tetap punya makanan, dan lingkungan kita tetap sehat. 🌎💚

Dan dari mana semua makhluk hidup mendapatkan makanannya? Dari matahari, tanah, air, dan makhluk hidup lain — itu semua adalah rezeki yang diberikan Allah Maha Razaq, Sang Maha Pemberi Rezeki, kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali. 🍃🍽️

🤔 Yuk, Berpikir Sejenak!
Kalau satu jenis hewan saja hilang dari sebuah ekosistem, menurutmu apa yang akan terjadi pada makhluk hidup lain di sekitarnya? Bagaimana caranya kita ikut menjaga ciptaan Allah ini dalam kehidupan sehari-hari? 🌱
2

Rencana Belajar Hari Ini

Capaian, Tujuan & Persiapan per Mata Pelajaran
🌿

IPAS

Ekosistem & Rantai Makanan

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem, serta menjelaskan bagaimana interaksi makhluk hidup melalui rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan memengaruhi keseimbangan lingkungan sekitarnya.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan sekitarnya.

Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan

JoyfulMenonton video animasi rantai & jaring makanan sambil menebak hewan pemangsa
MeaningfulMengaitkan piramida makanan dengan kondisi sawah/kebun di sekitar rumah siswa
MindfulMerenungkan apa yang terjadi jika satu makhluk hidup hilang dari ekosistem
JoyfulMenyusun kartu bergambar hewan menjadi rantai makanan berurutan

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati contoh ekosistem di lingkungan sekitar (sawah, kebun, kolam)
  2. Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem
  3. Menyusun rantai makanan sederhana dari produsen hingga konsumen puncak
  4. Menggabungkan beberapa rantai makanan menjadi jaring-jaring makanan
  5. Menganalisis piramida makanan dan dampak jika salah satu tingkatan terganggu
⏱️ 3 x 35 menit🧠 Discovery Learning💬 Diskusi & Tanya Jawab

Media & Alat Peraga

Video pembelajaran, kartu bergambar hewan & tumbuhan, poster rantai makanan, LKPD, papan tulis/proyektor.

📝

Bahasa Indonesia

Majas & Kalimat Langsung-Tak Langsung

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan menggunakan gaya bahasa (majas) serta membedakan bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dalam teks lisan maupun tulis untuk memperkaya kemampuan berbahasa dan bersastra.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan majas (metafora, personifikasi, dan hiperbola) dan murid dapat membuat kalimat langsung dan tidak langsung.

Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan

JoyfulMenonton video lucu berisi contoh-contoh kalimat bermajas
MeaningfulMengubah cerita pengalaman pribadi siswa menjadi kalimat langsung & tidak langsung
MindfulMenyimak makna di balik ungkapan bermajas sebelum menjawab
JoyfulPermainan tebak majas berpasangan

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian majas dan tujuannya dalam sebuah kalimat
  2. Membedakan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, dan hiperbola
  3. Berlatih menemukan majas dalam kalimat/teks pendek
  4. Mengenal ciri kalimat langsung dan tidak langsung
  5. Berlatih mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan sebaliknya
⏱️ 2 x 35 menit🧠 Example Non-Example💬 Latihan & Diskusi

Media & Alat Peraga

Video pembelajaran, kartu kalimat bermajas, papan tulis, LKPD latihan kalimat langsung-tak langsung.

🇮🇩

Pendidikan Pancasila

Nilai-Nilai Pancasila

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami dan menjelaskan kedudukan serta makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menjelaskan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara, serta memberi contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan

JoyfulMenonton video animasi makna Pancasila sebagai dasar negara
MeaningfulDiskusi contoh penerapan nilai Pancasila di rumah dan sekolah
MindfulMerenungkan sila mana yang paling sering diterapkan siswa sehari-hari
JoyfulPermainan kartu jodoh sila dan contoh perilakunya

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kedudukan Pancasila sebagai dasar negara
  2. Memahami Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
  3. Memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
  4. Mengidentifikasi contoh penerapan nilai Pancasila sehari-hari
  5. Merefleksikan sikap diri terhadap nilai-nilai Pancasila
⏱️ 2 x 35 menit🧠 Cooperative Learning💬 Diskusi Kelompok

Media & Alat Peraga

Video pembelajaran, gambar lambang Pancasila, kartu sila & contoh perilaku, LKPD.

3

Pembukaan

Yuk, Ingat Lagi Materi Kemarin!

🌿 IPAS — Rantai & Jaring Makanan

  1. Rantai makanan selalu diawali oleh hewan pemangsa. (Benar/Salah)
  2. Tumbuhan hijau berperan sebagai produsen dalam rantai makanan. (Benar/Salah)
  3. Jaring-jaring makanan terbentuk dari gabungan beberapa rantai makanan. (Benar/Salah)
  4. Konsumen tingkat pertama adalah hewan pemakan daging. (Benar/Salah)
  5. Semakin banyak jenis hewan dalam suatu ekosistem, jaring makanannya semakin sederhana. (Benar/Salah)
Cek Jawaban Yuk!
1. Salah   2. Benar   3. Benar   4. Salah   5. Salah

📝 Bahasa Indonesia — Unsur Intrinsik Cerita

  1. Tema adalah gagasan utama yang mendasari sebuah cerita. (Benar/Salah)
  2. Alur cerita hanya bisa disusun secara maju. (Benar/Salah)
  3. Tokoh utama selalu berperan sebagai tokoh yang baik. (Benar/Salah)
  4. Latar cerita meliputi tempat, waktu, dan suasana. (Benar/Salah)
  5. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis. (Benar/Salah)
Cek Jawaban Yuk!
4

Inti Pembelajaran

Video & Penjelasan Materi Hari Ini
🌿

IPAS

Ekosistem & Rantai Makanan
🔗 Tonton langsung di YouTube (kalau video tidak muncul)

Penjelasan Materi

Ekosistem adalah tempat makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) saling berhubungan. Contohnya di sawah dekat rumahmu: ada padi (produsen), belalang yang memakan padi (konsumen 1), katak yang memakan belalang (konsumen 2), dan ular yang memakan katak (konsumen puncak). Urutan makan-memakan ini disebut rantai makanan.

Jika ada beberapa rantai makanan yang saling berhubungan, misalnya padi juga dimakan tikus, dan tikus dimakan ular, maka gabungan rantai-rantai ini membentuk jaring-jaring makanan. Semakin banyak jenis makhluk hidup yang terlibat, jaring makanan akan semakin kuat dan seimbang.

🍚 Contoh sehari-hari: saat kamu melihat ayam mematuk cacing di halaman rumah, itu adalah bagian dari rantai makanan! Ayam lalu bisa menjadi makanan manusia — kamu pun termasuk bagian dari jaring makanan itu. 🐔

Susunan tingkatan rantai makanan dari jumlah paling banyak ke paling sedikit disebut piramida makanan: produsen di dasar (paling banyak), lalu konsumen 1, konsumen 2, hingga konsumen puncak (paling sedikit).

📝

Bahasa Indonesia

Majas & Kalimat Langsung-Tak Langsung
🔗 Tonton langsung di YouTube (kalau video tidak muncul)

Penjelasan Materi

Majas metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata "seperti" atau "bagaikan". Contoh: "Adik adalah bintang kelas" (artinya adik sangat pintar, bukan bintang sungguhan).

Majas personifikasi memberi sifat manusia kepada benda mati. Contoh: "Angin berbisik lembut di telinga" (angin tidak benar-benar berbisik seperti manusia).

Majas hiperbola melebih-lebihkan suatu keadaan. Contoh: "Aku sudah memanggilnya ribuan kali!" (bukan berarti benar-benar seribu kali).

💬 Kalimat langsung: Ibu berkata, "Ayo cepat berangkat sekolah!"
💬 Kalimat tidak langsung: Ibu berkata agar aku cepat berangkat sekolah.

Perhatikan bahwa kalimat langsung memakai tanda petik ("...") dan biasanya menirukan ucapan persis, sedangkan kalimat tidak langsung menceritakan ulang ucapan tanpa tanda petik.

🇮🇩

Pendidikan Pancasila

Nilai-Nilai Pancasila
🔗 Tonton langsung di YouTube (kalau video tidak muncul)

Penjelasan Materi

Pancasila memiliki tiga kedudukan penting. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi landasan dalam membuat aturan dan menjalankan pemerintahan Indonesia. Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi pedoman sikap dan tingkah laku kita sehari-hari. Sebagai ideologi bangsa, Pancasila mempersatukan seluruh rakyat Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya.

🏫 Contoh sehari-hari: saat kamu bermusyawarah memilih ketua kelas, itu adalah penerapan sila ke-4. Saat kamu berbagi bekal dengan teman, itu penerapan sila ke-5. Saat kamu berdoa sebelum belajar, itu penerapan sila ke-1. 🙏

Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita ikut menjaga persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia yang beragam.

5

Aktivitas Belajar

Mindful, Meaningful & Joyful

Mindful IPAS: Amati dengan tenang video rantai makanan, catat urutan makhluk hidup yang muncul.

Meaningful Bahasa Indonesia: Buatlah 2 kalimat bermajas tentang suasana rumahmu sendiri.

Mindful Pancasila: Renungkan satu perbuatan baik hari ini yang mencerminkan salah satu sila Pancasila.

6

Penutup

Yuk, Uji Pemahamanmu!
🌿

Asesmen IPAS

Ekosistem & Rantai Makanan

A. Pilihan Ganda

  1. Makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri disebut... Mudah
    • A. Konsumen
    • B. Produsen
    • C. Pengurai
    • D. Predator
  2. Contoh hewan pemakan tumbuhan (herbivora) adalah... Mudah
    • A. Singa
    • B. Ular
    • C. Kelinci
    • D. Elang
  3. Gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan disebut... Sedang
    • A. Piramida makanan
    • B. Jaring-jaring makanan
    • C. Ekosistem tunggal
    • D. Rantai tunggal
  4. Jika populasi ular di sawah berkurang drastis, yang paling mungkin terjadi adalah... Sedang
    • A. Padi akan tumbuh lebih cepat
    • B. Populasi tikus akan meningkat
    • C. Katak akan punah seketika
    • D. Tidak terjadi perubahan apa pun
  5. Tingkatan piramida makanan yang jumlahnya paling sedikit adalah... Sukar
    • A. Produsen
    • B. Konsumen tingkat 1
    • C. Konsumen puncak
    • D. Pengurai

B. Isian Singkat

  1. Padi, jagung, dan rumput termasuk kelompok ______ dalam rantai makanan.
  2. Hewan pemakan daging disebut juga ______.
  3. Peristiwa terputusnya salah satu mata rantai makanan dapat menyebabkan ______ pada ekosistem.

C. Esai

  1. Buatlah satu contoh rantai makanan yang terdiri dari 4 makhluk hidup, lengkap dengan perannya masing-masing!
  2. Jelaskan mengapa manusia perlu menjaga keseimbangan rantai makanan di lingkungan sekitar!
Lihat Kunci Jawaban IPAS
PG: 1-B, 2-C, 3-B, 4-B, 5-C
Isian: 1) produsen, 2) karnivora, 3) ketidakseimbangan ekosistem
Esai: dinilai berdasarkan ketepatan urutan rantai makanan dan penjelasan peran menjaga keseimbangan alam.
📝

Asesmen Bahasa Indonesia

Majas & Kalimat Langsung-Tak Langsung

A. Pilihan Ganda

  1. "Bulan tersenyum di malam hari" adalah contoh majas... Mudah
    • A. Metafora
    • B. Personifikasi
    • C. Hiperbola
    • D. Simile
  2. "Dia adalah buaya darat" termasuk majas... Mudah
    • A. Hiperbola
    • B. Personifikasi
    • C. Metafora
    • D. Ironi
  3. Kalimat "Aku menangis sampai air mataku membanjiri lantai" adalah majas... Sedang
    • A. Personifikasi
    • B. Hiperbola
    • C. Metafora
    • D. Litotes
  4. Kalimat tidak langsung dari "Budi berkata, 'Aku lapar sekali'" adalah... Sedang
    • A. Budi berkata, "Aku lapar sekali."
    • B. Budi berkata bahwa dia lapar sekali.
    • C. Budi bertanya apakah ia lapar.
    • D. Budi lapar sekali katanya.
  5. Manakah kalimat berikut yang merupakan kalimat langsung dengan penulisan tepat? Sukar
    • A. Ibu berkata bahwa aku harus belajar.
    • B. Ibu berkata, aku harus belajar.
    • C. Ibu berkata, "Kamu harus belajar."
    • D. Ibu berkata kamu harus belajar

B. Isian Singkat

  1. Majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata "seperti" disebut ______.
  2. Majas yang melebih-lebihkan suatu keadaan disebut ______.
  3. Ciri khas kalimat langsung dalam penulisan adalah menggunakan tanda ______.

C. Esai

  1. Buatlah satu kalimat menggunakan majas personifikasi tentang suasana pagi hari!
  2. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ayah berkata, "Besok kita akan pergi ke kebun binatang."
Lihat Kunci Jawaban Bahasa Indonesia
🇮🇩

Asesmen Pendidikan Pancasila

Nilai-Nilai Pancasila

A. Pilihan Ganda

  1. Pancasila disahkan sebagai dasar negara pada tanggal... Mudah
    • A. 17 Agustus 1945
    • B. 1 Juni 1945
    • C. 18 Agustus 1945
    • D. 28 Oktober 1928
  2. Sebagai pandangan hidup, Pancasila berfungsi sebagai... Mudah
    • A. Lagu kebangsaan
    • B. Pedoman sikap dan perilaku sehari-hari
    • C. Bendera negara
    • D. Bahasa resmi negara
  3. Musyawarah untuk mufakat mencerminkan pengamalan Pancasila sila ke-... Sedang
    • A. 2
    • B. 3
    • C. 4
    • D. 5
  4. Mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi bangsa? Sedang
    • A. Karena hanya berlaku untuk pejabat negara
    • B. Karena mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia
    • C. Karena diciptakan oleh negara lain
    • D. Karena hanya digunakan saat upacara
  5. Sikap yang bertentangan dengan nilai Pancasila sebagai dasar negara adalah... Sukar
    • A. Mentaati aturan yang berlaku
    • B. Menghormati perbedaan agama
    • C. Bertindak semena-mena tanpa memedulikan hukum
    • D. Ikut bergotong royong di lingkungan

B. Isian Singkat

  1. Pancasila sebagai ______ berarti menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan.
  2. Pedoman sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia sehari-hari disebut Pancasila sebagai ______.
  3. Nilai yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia yang beragam disebut Pancasila sebagai ______ bangsa.

C. Esai

  1. Berikan satu contoh penerapan Pancasila sila pertama dalam kehidupan sehari-hari di rumah!
  2. Jelaskan mengapa penting bagi kita untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!
Lihat Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila
PG: 1-C, 2-B, 3-C, 4-B, 5-C
Isian: 1) dasar negara, 2) pandangan hidup, 3) ideologi
Esai: dinilai berdasarkan ketepatan contoh dan pemahaman pentingnya pengamalan Pancasila.
7

Kesimpulan Hari Ini

Rangkuman Belajar Semua Mata Pelajaran
🌿 IPAS: Ekosistem terjaga karena adanya rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan yang saling berhubungan. Menjaga satu makhluk hidup berarti menjaga keseimbangan seluruh ekosistem.

📝 Bahasa Indonesia: Majas metafora, personifikasi, dan hiperbola membuat bahasa lebih indah dan hidup. Kalimat langsung dan tidak langsung membantu kita menyampaikan ucapan orang lain dengan tepat.

🇮🇩 Pancasila: Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa yang wajib kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
8

Refleksi Perasaan

Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, pilih emojimu! 👇

Ceritakan bagaimana perasaanmu setelah belajar hari ini.

9

Refleksi Pembelajaran Guru

Catatan untuk Perbaikan Esok Hari
🌿

IPAS

Kendala PembelajaranSebagian siswa masih kesulitan membedakan konsumen tingkat 1 dan tingkat 2 dalam jaring-jaring makanan.
Tindak LanjutMemberikan latihan tambahan dengan media kartu bergambar dan permainan kelompok tentang jaring-jaring makanan.
Siswa yang Paham DAN YANG BELUM PAHAM :Sebagian besar siswa dapat menentukan tingkatan tropik dalam piramida rantai makanan.
📝

Bahasa Indonesia

Kendala PembelajaranBeberapa siswa masih tertukar antara majas personifikasi dan metafora.
Tindak LanjutMemberikan lebih banyak contoh kalimat bermajas dari kehidupan sehari-hari siswa dan latihan berpasangan.
Siswa yang Paham DAN YANG BELUM PAHAM :Sebagian besar siswa dapat membedakan kalimat yang mengandung majas metafora, personifikasi dan hiperbola.
🇮🇩

Pendidikan Pancasila

Kendala PembelajaranSebagian siswa masih kesulitan membedakan Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup.
Tindak LanjutMemberikan lebih banyak contoh konkret penerapan Pancasila di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Siswa yang Paham DAN YANG BELUM PAHAM :Sebagian kecil siswa masih kesulitan membedakan Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup.