Nama Guru : Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
1. IPAS : Sistem Peredaran Darah
2. Seni Rupa : Prinsip Seni Rupa
Hari/Tanggal : Jumat / 7 Agustus 2026
Kelas / Fase : 5 / C
TP IPAS :
Menjelaskan organ, fungsinya, dan cara kerja organ peredaran darah pada manusia.
TP Seni Rupa :
Mempraktikkan langkah menggambar objek secara kreatif.

semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
1. Organ Peredaran Darah Manusia dan Fungsinya
Ada tiga komponen/organ utama yang berperan dalam sistem transportasi tubuh kita:
A. Jantung (Si Pompa Tak Pernah Lelah)
Jantung adalah organ berotot seukuran kepalan tangan masing-masing orang yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Tugas utamanya adalah memompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung manusia terbagi menjadi 4 ruangan utama:
Serambi Kanan (Atrium Kanan): Menerima darah kotor (banyak mengandung karbon dioksida) dari seluruh tubuh.
Serambi Kiri (Atrium Kiri): Menerima darah bersih (banyak mengandung oksigen) dari paru-paru.
Bilik Kanan (Ventrikel Kanan): Memompa darah kotor menuju paru-paru.
Bilik Kiri (Ventrikel Kiri): Memompa darah bersih ke seluruh tubuh. (Dinding bilik kiri paling tebal karena butuh tenaga besar!)
Catatan Unik: Antara serambi dan bilik terdapat katup jantung yang berfungsi menjaga agar darah tidak mengalir balik ke arah yang salah.
B. Pembuluh Darah (Jalur Lalu Lintas Darah)
Pembuluh darah adalah saluran tempat mengalirnya darah. Berdasarkan fungsinya, pembuluh darah dibagi menjadi tiga kelompok:
Pembuluh Nadi (Arteri): Pembuluh yang mengalirkan darah keluar dari jantung. Dindingnya tebal dan elastis. Sebagian besar membawa darah kaya oksigen.
Pembuluh Balik (Vena): Pembuluh yang mengalirkan darah masuk kembali ke jantung. Dindingnya lebih tipis dan kurang elastis. Sebagian besar membawa darah kaya karbon dioksida.
Pembuluh Kapiler: Pembuluh sangat kecil dan tipis yang menghubungkan arteri dan vena. Di sinilah terjadi pertukaran oksigen, karbon dioksida, dan nutrisi dengan sel tubuh.
C. Paru-Paru dan Darah
Paru-paru: Berperan sebagai penyuplai oksigen. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas: darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen segar.
Darah: Cairan tubuh yang terdiri dari sel darah merah (pembawa oksigen), sel darah putih (pembasmi kuman), keping darah (pembeku luka), dan plasma darah.
2. Cara Kerja Sistem Peredaran Darah
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Artinya, darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah dan melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu kali putaran penuh.
Peredaran darah terbagi menjadi dua jalur utama:
1. Peredaran Darah Kecil (Sirkulasi Pulmonalis)
Peredaran darah dari jantung menuju paru-paru, lalu kembali lagi ke jantung.
Tujuan: Membersihkan darah dari karbon dioksida dan mengisinya dengan oksigen.
Alur: Bilik Kanan -- Arteri Pulmonalis -- Paru-Paru -- vena Pulmonalis -- Serambi Kiri
2. Peredaran Darah Besar (Sirkulasi Sistemik)
Peredaran darah dari jantung mengelilingi seluruh tubuh, lalu kembali lagi ke jantung.
Tujuan: Mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh.
Alur: Bilik Kiri -- Aorta / Arteri -- Seluruh Tubuh -- Vena -- Serambi Kanan
Ringkasan Perbedaan Arteri dan Vena
Untuk memudahkan ingatan siswa, berikut tabel perbandingannya:
| Pembeda | Pembuluh Nadi (Arteri) | Pembuluh Balik (Vena) |
| Arah Aliran | Meninggalkan jantung | Menuju ke jantung |
| Darah yang Dibawa | Kaya Oksigen ($O_2$) (kecuali arteri pulmonalis) | Kaya Karbon Dioksida ($CO_2$) (kecuali vena pulmonalis) |
| Dinding Pembuluh | Tebal, kuat, dan elastis | Tipis dan kurang elastis |
| Denyut | Terasa (searah detak jantung) | Tidak terasa |
| Letak | Agak dalam di bawah kulit | Dekat permukaan kulit (tampak kebiruan) |
1. Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)
Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:
1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.
2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).
3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).
4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).
2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis
Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:
[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
| Tahapan | Kegiatan | Tips Penting |
| 1. Sketsa (Sketching) | Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil. | Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan. |
| 2. Penegasan (Outlining) | Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar. | Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas. |
| 3. Mewarnai (Coloring) | Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang. | Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D. |
3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕
Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).
Apa itu Proporsi?
Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.
Panduan Langkah demi Langkah:
Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.
Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):
Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.
Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.
Detailkan Bentuk:
Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.
Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).
Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.
Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.
4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨
Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:
Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.
Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.
Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah