1.Seni Rupa : Menggambar dengan Unsur dan Prinsip Seni Rupa
2.Pendidikan Pancasila : Sikap Para Perumus Pancasila
CP Seni Rupa :
Mengalami (Experiencing)
Menjelaskan unsur
rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
CP Pendidikan Pancasila :
1. Pancasila
Memahami
kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila
dan menerapkan di lingkungan masyarakat;
menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh;
menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan
hidup bangsa dan negara.
TP Seni Rupa :
Murid dapat menjelaskan proses pembuatan, kelebihan, dan tantangan saat membuat karya seni rupanya sendiri di depan kelas.
TP Pendidikan Pancasila :
Murid dapat meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat.
Alokasi Waktu : 2 JP x 35 Menit
Model Pembelajaran : Contextual Teaching Learning (CTL)
Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video Pembelajaran, Foto Tokoh Perumus Pancasila, Gambar Unsur dan Prinsip Seni Rupa
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
SENI RUPA
1. Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)
Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:
1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.
2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).
3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).
4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).
2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis
Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:
[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
Tahapan
Kegiatan
Tips Penting
1. Sketsa (Sketching)
Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.
Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
2. Penegasan (Outlining)
Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.
Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
3. Mewarnai (Coloring)
Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.
Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.
3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕
Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).
Apa itu Proporsi?
Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.
Panduan Langkah demi Langkah:
Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.
Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):
Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.
Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.
Detailkan Bentuk:
Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.
Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).
Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.
Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.
4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨
Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:
Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.
Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.
Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.
PENDIDIKAN PANCASILA
Peristiwa Lahirnya Pancasila
Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.
Peran Panitia Sembilan:
Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.
Pengesahan Pancasila:
Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan
1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
A. Ir Soekarno B. Drs Muhammad Hatta C. Dr Radjiman Widyadiningrat D. Mr Muh Yamin
2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta 3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara 4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah.... A. 1, 2, 4, 3 B. 4, 3, 2, 1 C. 4, 3, 1, 2 D. 1, 3, 4, 2
3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945 B. 1 Juli 1945 C. 17 Agustus 1945 D. 1 Juni 1945
4. Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme dan perikemanusiaan 3. Mufakat dan demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin B. Mr Soepomo C. Ir Soekarno D. Drs Moh Hatta
5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya B. Kemanusiaan yang adil dan beradab C. Persatuan Indonesia D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah.
Mata Pelajaran : IPAS, Bahasa Indonesia, Pancasila
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
CP IPAS : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
CP Bahasa Indonesia : Peserta didik mampu membaca nyaring kalimat sederhana, melafalkan kata dari kalimat dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi dan melafalkannya dengan jelas. Peserta didik mampu memahami isi teks cerita sederhana, teks laporan sederhana, dan teks ungkapan sederhana dari hasil membaca.
CP Pendidikan Pancasila : Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa dan negara.
TP IPAS : Menjelaskan gangguan dan kelainan sistem organ tubuh dan cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh dengan benar.
TP Bahasa Indonesia : Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara
TP Pendidikan Pancasila :
Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat
Materi Pokok :
IPAS : Gangguan dan kelainan sistem organ tubuh
Bahasa Indonesia : Kalimat Majemuk
Pendidikan Pancasila : Kronologi Kelahiran Pancasila
Model / Metode Pembelajaran : IPAS : Kontekstual Bhs Indonesia : Cooperative Learning Pendidikan Pancasila : Kontekstual
Media Pembelajaran : Video Pembelajaran
IPAS
Mengenal Gangguan Organ Tubuh dan Cara Menjaganya!
Halo, teman-teman kelas 5! Tahukah kamu bahwa tubuh kita bekerja seperti sebuah mesin super canggih? Di dalam tubuh kita, ada banyak "mesin kecil" yang disebut organ. Organ-organ ini bekerja sama membentuk sistem organ agar kita bisa bernapas, makan, dan beraktivitas setiap hari.
Namun, kadang-kadang mesin ini bisa "rusak" atau sakit jika kita tidak merawatnya dengan baik. Yuk, kita pelajari gangguan apa saja yang bisa terjadi pada sistem organ kita dan bagaimana cara menjaga kesehatannya!
1. Sistem Pencernaan (Tempat Mengolah Makanan)
Sistem pencernaan bertugas menghancurkan makanan yang kita makan menjadi energi. Organ utamanya mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus.
Jika kita jajan sembarangan atau malas makan sayur, sistem pencernaan kita bisa terganggu. Berikut ini adalah penyakit yang sering menyerang perut kita:
Nama Gangguan
Apa yang Terjadi?
Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan
Diare
Buang air besar terus-menerus dan tinja menjadi cair. Biasanya karena bakteri dari makanan kotor.
Selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan pastikan makanan bersih/matang.
Sembelit (Konstipasi)
Susah buang air besar karena feses (tinja) terlalu keras.
Banyak minum air putih dan rajin makan makanan berserat seperti buah (pepaya, pisang) dan sayuran.
Maag
Perut terasa perih dan mual. Biasanya terjadi di lambung karena jadwal makan berantakan.
Makan dengan teratur (tidak sering terlambat makan) dan kurangi makanan yang terlalu pedas atau asam.
2. Sistem Pernapasan (Jalur Udara Kita)
Setiap detik kita menghirup oksigen dan membuang karbon dioksida. Inilah tugas sistem pernapasan kita yang terdiri dari hidung, tenggorokan (trakea), dan paru-paru.
Udara yang kotor atau virus bisa membuat kita sesak napas. Berikut adalah gangguan yang sering terjadi pada pernapasan kita:
Nama Gangguan
Apa yang Terjadi?
Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan
Flu (Influenza)
Hidung tersumbat, bersin-bersin, kadang disertai demam. Disebabkan oleh virus.
Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi agar imun kuat, dan pakai masker jika sedang sakit.
Asma
Saluran pernapasan menyempit sehingga dada terasa sesak dan sulit bernapas.
Hindari hal-hal yang memicu alergi seperti debu, asap rokok, asap kendaraan, atau bulu hewan kotor.
Bronkitis
Infeksi atau peradangan pada cabang tenggorokan (bronkus) yang menyebabkan batuk berdahak.
Jauhi asap rokok, gunakan masker di tempat berdebu, dan rajin mencuci tangan.
3. Sistem Peredaran Darah (Kurir di Dalam Tubuh)
Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Darah inilah yang mengantarkan oksigen dan sari makanan. Gangguan pada sistem ini bisa membuat tubuh kita lemas.
Anemia: Kekurangan sel darah merah yang membuat tubuh cepat lelah dan pucat. Cara menjaganya: Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam, hati ayam, dan daging.
Hipertensi (Darah Tinggi): Tekanan darah terlalu tinggi (biasanya banyak dialami orang dewasa/orang tua). Cara menjaganya: Kurangi makanan yang terlalu asin (banyak garam) dan rajin berolahraga sejak kecil.
Tips Ampuh Menjaga Sistem Organ Tubuh! 🌟
Untuk menjaga seluruh "mesin" dalam tubuh kita tetap kuat, pastikan kamu melakukan kebiasaan baik ini setiap hari:
Makan Beragam dan Bergizi: Isi piringmu dengan karbohidrat, protein (ikan, telur, tahu), serta banyak sayur dan buah.
Minum Air Putih Cukup: Minimal 8 gelas sehari agar organ berfungsi maksimal.
Rajin Bergerak: Bermain, berlari, atau bersepeda setidaknya 30 menit sehari membuat paru-paru dan jantungmu sehat.
Tidur yang Cukup: Anak kelas 5 SD butuh tidur sekitar 9-10 jam setiap malam agar sel-sel tubuh bisa memperbaiki diri.
Tubuh yang sehat membuat kita bisa belajar dengan fokus dan bermain dengan riang gembira. Jadi, sayangi tubuhmu ya!
SOAL
1.Andi sering menunda waktu makan karena asyik bermain. Akibatnya, lambungnya terasa perih dan mual. Gangguan pencernaan apa yang dialami Andi? A. Maag B. Sembelit C. Anemia D. Diare
2. Lani sering merasa cepat lelah, pusing, dan wajahnya terlihat pucat. Dokter menyarankan Lani untuk banyak makan bayam dan hati ayam. Kelainan apa yang mungkin diderita Lani adalah... A. Hipertensi B. Anemia C. Bronkitis D. Asma
3. Manakah kebiasaan sehari-hari yang paling tepat untuk menjaga kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan adalah.... A. Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin B. Minum air putih minimal delapan gelas sehari C. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan D. Menggunakan masker saat berada di jalan raya
4. Riko mengalami kesulitan buang air besar karena fesesnya menjadi sangat keras. Langkah pencegahan yang paling benar agar hal tersebut tidak terulang adalah... A. Menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas B. Makan dalam porsi yang besar pada malam hari C. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran D. Berolahraga lari setiap pagi selama satu jam
Bahasa Indonesia
1. Pengertian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk
Sebelum memahami kalimat majemuk, mari kita bandingkan dengan kalimat tunggal terlebih dahulu:
Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat (satu Subjek dan satu Predikat).
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu menggunakan kata hubung (konjungsi).
Contoh: Budi membaca buku dan Ani menggambar bunga.
2. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk
Secara umum di kelas 5 SD, kalimat majemuk dibagi menjadi 2 jenis utama:
A. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi (sejajar). Jika digunting/dipisah, masing-masing kalimat tetap bisa berdiri sendiri dan memiliki arti yang utuh.
Berdasarkan kata hubungnya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi:
Hubungan Penjumlahan / Penggabungan (Kata hubung: dan, serta)
Contoh: Ibu memasak nasi goreng dan Ayah membuat teh hangat.
Hubungan Pertentangan (Kata hubung: tetapi, melainkan, sedangkan)
Contoh: Doni ingin membeli sepatu baru, tetapi tabungannya belum cukup.
Hubungan Pemilihan (Kata hubung: atau)
Contoh: Kamu boleh memilih buku cerita ini atau komik di meja.
B. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk yang memiliki hubungan tidak sejajar. Terdiri dari Induk Kalimat (kalimat utama yang bisa berdiri sendiri) dan Anak Kalimat (kalimat penjelas yang tidak bisa berdiri sendiri).
Berdasarkan maknanya, kalimat majemuk bertingkat di antaranya:
Hubungan Waktu (Kata hubung: ketika, sebelum, sesudah, sejak)
Contoh: Kiki sudah tertidur sebelum lampu kamar dimatikan.
Hubungan Sebab-Akibat (Kata hubung: karena, sebab, sehingga)
Contoh: Rina tidak masuk sekolah karena ia sedang demam tinggi.
Hubungan Tujuan (Kata hubung: agar, supaya)
Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.
Hubungan Syarat (Kata hubung: jika, apabila, kalau)
Contoh: Kakak akan membelikan es krim jika aku mendapat nilai sepuluh.
Pendidikan Pancasila
Peristiwa Lahirnya Pancasila
Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.
Peran Tokoh-tokoh Kunci:
Ir. Soekarno: Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Mohammad Yamin: Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.
Soepomo: Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.
Peran Panitia Sembilan: Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.
Pengesahan Pancasila: Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Latihan 1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh ..... A. Ir Soekarno B. Drs Muhammad Hatta C. Dr Radjiman Widyadiningrat D. Mr Muh Yamin
2. Perhatikan peristiwa berikut: 1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta 3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara 4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah.... A. 1, 2, 4, 3 B. 4, 3, 2, 1 C. 4, 3, 1, 2 D. 1, 3, 4, 2
3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal... A. 29 Mei 1945 B. 1 Juli 1945 C. 17 Agustus 1945 D. 1 Juni 1945
4. Perhatikan rumusan berikut! 1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme dan perikemanusiaan 3. Mufakat dan demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah..... A. Mr Muh Yamin B. Mr Soepomo C. Ir Soekarno D. Drs Moh Hatta
5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah..... A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya B. Kemanusiaan yang adil dan beradab C. Persatuan Indonesia D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah