Welcome To My Blogger

Jumat, 02 Oktober 2026

Materi Ajar Seni Rupa Kelas 5 Saudah (Jumat 02 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Berkarya Ritme!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Jumat, 02 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
🖌️
Materi
Langkah-Langkah Menggambar Ritme
⭐
Pertemuan Ke
17
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada susunan pagar rumah yang berjajar rapi, ada kelopak bunga yang berulang membentuk lingkaran, ada sayap kupu-kupu dengan motif yang berpadanan. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan pola dan irama yang begitu indah dan teratur. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, sehingga kita pun diajak untuk menciptakan karya yang indah pula.

Nah, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal apa itu ritme dalam seni rupa. Hari ini kita akan belajar mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme agar kita bisa menciptakan karya gambar kita sendiri. Yuk, siapkan pensil dan buku gambarmu! 🎨✏️✨

🎨 Langkah-Langkah Menggambar Ritme

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Menciptakan)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa dua dimensi dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan tentang unsur-unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, ruang) serta prinsip desain, salah satunya ritme/irama, secara mandiri melalui proses eksplorasi dan penemuan (discovery), serta mampu merefleksikan dan menyajikan hasil karyanya dengan percaya diri.

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, setelah melalui proses penemuan (discovery) secara aktif.

2. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ritme di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali konsep ritme sebelum praktik menggambar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang langkah-langkah menggambar ritme agar prosesnya lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati secara cermat pola ritme pada benda-benda di sekitar (pagar, ubin, daun) untuk menemukan urutan langkah menggambar ritme melalui proses penemuan aktif.

MeaningfulMengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari yang memiliki pola berulang.

MeaningfulMempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri berdasarkan objek nyata yang diamati hingga menghasilkan karya gambar ritme.

JoyfulMempresentasikan hasil karya gambar ritme di depan kelas sambil menceritakan langkah-langkah yang digunakan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik dapat mengulas kembali konsep ritme sebagai bekal memahami langkah-langkah menggambar ritme.
  2. Peserta didik dapat memahami langkah-langkah menggambar ritme melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Peserta didik dapat menemukan urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata di sekitar secara aktif (discovery).
  4. Peserta didik dapat mengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari.
  5. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri hingga menghasilkan karya gambar ritme.
  6. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya gambar ritme beserta langkah-langkah yang digunakan dengan percaya diri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena tujuan pembelajaran menekankan peserta didik menemukan sendiri urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, praktik menggambar, dan presentasi karya.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang menunjukkan pola ritme!
  3. Apa perbedaan antara ritme dengan pengulangan (repetisi) biasa?
  4. Mengapa ritme penting digunakan dalam sebuah karya gambar?
  5. Sebutkan dua jenis ritme yang kamu ketahui, misalnya ritme teratur dan ritme mengalir!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Langkah-Langkah Menggambar Ritme

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama langkah-langkah menggambar ritme melalui penemuan (discovery) secara aktif.

1️⃣ Menemukan Urutan Langkah Menggambar Ritme

Coba amati benda-benda di sekitarmu yang memiliki pola berulang, misalnya pagar rumah, ubin lantai, atau kelopak bunga. Dari pengamatan itu, kita bisa menemukan sendiri urutan langkah menggambar ritme, yaitu: (1) menentukan motif/objek yang akan diulang, (2) menggambar motif pertama sebagai pedoman, (3) mengulang motif secara teratur, (4) memberi variasi ukuran/warna/posisi, (5) mewarnai, dan (6) merapikan garis (finishing).

Cobalah amati pagar sekolahmu – apakah jarak antar tiangnya sama dan berulang? Itulah salah satu contoh nyata penerapan ritme di sekitar kita!

2️⃣ Mengaitkan Ritme dengan Kehidupan Nyata

Langkah-langkah menggambar ritme yang kita pelajari sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Susunan jendela rumah yang berjajar, motif batik, hingga barisan pohon di pinggir jalan semuanya menerapkan prinsip ritme. Dengan mengenali pola ini di dunia nyata, kita jadi lebih mudah menentukan motif dan urutan pengulangan saat menggambar.

Contoh: Motif pada kain batik biasanya diulang secara teratur dari satu ujung kain ke ujung lainnya – itulah penerapan ritme dalam karya seni tradisional.

3️⃣ Mempraktikkan dan Menghasilkan Karya

Sekarang saatnya berkarya! Pilih satu objek nyata yang sudah kamu amati (misalnya daun, bunga, atau bentuk geometris), lalu praktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri di buku gambarmu, mulai dari menentukan motif hingga mewarnai dan finishing.

Tips: Gunakan penggaris atau titik-titik bantu agar jarak antar motif tetap konsisten sehingga ritme pada karyamu terlihat rapi.

4️⃣ Mempresentasikan Hasil Karya

Setelah karya selesai, ceritakan hasil gambar ritmemu di depan kelas. Jelaskan motif apa yang kamu pilih, bagaimana urutan langkah yang kamu lakukan, dan objek nyata apa yang menginspirasimu.

Percaya diri saat presentasi adalah bagian penting dari proses berkarya seni. Semua karya itu istimewa dengan caranya masing-masing! 🎨✨

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang langkah-langkah menggambar ritme!

A. Pilihan Ganda

  1. Langkah pertama dalam menggambar ritme adalah menentukan … yang akan diulang.
    A. Judul karya   B. Motif/objek   C. Warna latar   D. Ukuran kertas
  2. Agar membentuk pola ritme yang rapi, motif digambar secara …
    A. Acak dan sekali saja   B. Ditumpuk semua sekaligus   C. Berurutan dan teratur   D. Hanya di satu sisi kertas
  3. Agar ritme terlihat lebih hidup dan tidak monoton, motif dapat divariasikan dari segi …
    A. Nama pembuat karya   B. Ukuran, warna, atau posisi   C. Jenis kertas gambar   D. Tempat memajang karya
  4. Perhatikan langkah-langkah berikut secara acak: (1) Mewarnai dan finishing (2) Menentukan motif (3) Mengulang motif secara teratur. Urutan yang tepat dalam menggambar ritme adalah …
    A. 2 – 3 – 1   B. 1 – 2 – 3   C. 3 – 1 – 2   D. 2 – 1 – 3
  5. Perhatikan sebuah gambar pagar dengan jarak antar tiang yang sama dan berulang tanpa perubahan ukuran. Gambar tersebut menerapkan jenis ritme …
    A. Ritme teratur   B. Ritme memancar   C. Ritme mengalir   D. Ritme acak

B. Isian Singkat

  1. Pola yang muncul karena adanya pengulangan bentuk secara teratur dalam sebuah karya disebut …
  2. Sebelum mengulang motif, hal pertama yang perlu digambar adalah … sebagai pedoman bentuk dan ukuran.
  3. Ritme yang menggunakan motif dengan ukuran berubah semakin besar atau semakin kecil secara bertahap disebut ritme …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan langkah-langkah menggambar ritme, mulai dari menentukan motif hingga finishing, menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Perhatikan sebuah taman dengan pot bunga yang disusun berjajar dengan jarak yang sama, namun ukuran tiap pot berbeda secara bertahap dari kecil ke besar. Menurutmu, termasuk jenis ritme apakah susunan pot bunga tersebut? Jelaskan alasanmu!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa menggambar ritme memiliki langkah-langkah yang berurutan: menentukan motif, menggambar motif pertama, mengulang motif secara teratur, memberi variasi, mewarnai, hingga finishing. Ritme ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pagar rumah, motif batik, hingga susunan pot bunga di taman. Dengan mengamati pola di sekitar kita dan mempraktikkannya secara mandiri, kita bisa menciptakan karya gambar yang indah dan teratur, sebagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan pola dan irama yang begitu indah.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya menggambar ritme hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid kesulitan menjaga jarak antar motif tetap konsisten sehingga pola ritme pada karyanya terlihat kurang rapi.
  • Alat gambar seperti penggaris dan pensil warna masih terbatas sehingga tidak semua murid dapat menggunakannya secara bersamaan.
  • Waktu presentasi karya kadang kurang karena banyak murid yang antusias ingin bercerita tentang karyanya.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan titik-titik bantu atau kertas berpetak agar murid lebih mudah menjaga jarak antar motif tetap konsisten.
  • Meminta murid membawa alat gambar sederhana dari rumah, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per murid.
🎨🖌️✨

Semangat berkarya, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti ritme yang terbentuk dari pengulangan yang teratur dan penuh kesabaran, teruslah berlatih dan konsisten dalam belajar serta beribadah setiap hari agar semakin baik. Jangan takut salah saat berkarya, karena setiap goresan adalah proses belajar. Allah menyukai keindahan dan mencintai anak-anak yang rajin berkarya serta bersyukur atas kemampuan yang diberikan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Jumat 02 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Jelajahi Bumi Kita!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Jumat, 02 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
IPAS
🌍
Materi
Siklus Air dan Perubahan-Perubahan di Permukaan Bumi
⭐
Pertemuan Ke
17
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada air hujan yang turun, ada sungai yang mengalir, ada awan yang berarak di langit. Allah Maha Pencipta, Dzat yang mengatur perputaran air di bumi ini dengan sangat teratur dan seimbang. Allah Maha Pengasih, Dzat yang menurunkan hujan sebagai rezeki bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang siklus air dan bagaimana air serta cuaca dapat mengubah permukaan bumi tempat kita tinggal. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌡️💧

🌧️ Siklus Air & Perubahan Permukaan Bumi

IPAS · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bumi dan Antariksa)

Pada akhir Fase C, murid memahami bahwa air mengalami siklus perubahan wujud yang terus berulang melalui proses evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi, memahami keterkaitan siklus air dengan keberlangsungan makhluk hidup, mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir beserta penyebabnya, serta mengusulkan dan menerapkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran

1. Murid mampu menjelaskan tahapan terjadinya siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi).

2. Murid mampu menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) beserta penyebabnya.

3. Murid mampu mengusulkan upaya sederhana untuk menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ekosistem di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali keterkaitan makhluk hidup dengan lingkungannya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang siklus air agar tahapan evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulMelakukan pengamatan/percobaan sederhana (mengamati embun pada gelas berisi air dingin) untuk membuktikan sendiri proses siklus air secara nyata.

MindfulMengamati gambar/video perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) secara teliti untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya.

MeaningfulMenyajikan hasil pengamatan secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan sederhana bersama kelompok.

JoyfulBerdiskusi kelompok mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan lingkungan melalui permainan "Peta Ide Peduli Bumi".

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep ekosistem sebagai bekal memahami keterkaitan makhluk hidup dengan siklus air dan permukaan bumi.
  2. Murid dapat memahami tahapan siklus air melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat membuktikan proses terjadinya embun (kondensasi) melalui percobaan sederhana bersama kelompok.
  4. Murid dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) melalui pengamatan gambar/video.
  5. Murid dapat menyajikan hasil pengamatan/percobaan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri.
  6. Murid dapat mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi melalui diskusi kelompok.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena materi siklus air dan perubahan permukaan bumi lebih mudah dipahami murid ketika mereka menemukan sendiri konsepnya melalui pengamatan dan percobaan sederhana, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, percobaan sederhana, diskusi kelompok, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ekosistem.

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
  2. Sebutkan masing-masing 3 contoh komponen biotik dan komponen abiotik pada ekosistem sawah!
  3. Jelaskan perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan!
  4. Mengapa produsen berperan sangat penting dalam suatu ekosistem?
  5. Sebuah ekosistem kolam terdiri atas tumbuhan air, ikan kecil, ikan besar, dan bakteri pengurai. Urutkan peran keempat makhluk hidup tersebut dalam rantai makanan, mulai dari produsen!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Siklus Air dan Perubahan Permukaan Bumi

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang siklus air dan perubahan permukaan bumi.

1️⃣ Mengurutkan Tahapan Siklus Air

Siklus air adalah perputaran air yang terjadi terus-menerus melalui empat tahapan utama. Evaporasi adalah proses air di laut, sungai, dan danau menguap menjadi uap air karena panas matahari. Kondensasi adalah proses uap air di udara berubah menjadi titik-titik air (awan) karena suhu yang dingin. Presipitasi adalah proses titik-titik air di awan jatuh ke bumi sebagai hujan. Infiltrasi adalah proses air hujan meresap ke dalam tanah.

Percobaan sederhana: Isi gelas dengan air es, lalu diamkan beberapa menit. Amati bagian luar gelas – akan muncul titik-titik air (embun). Itulah contoh kecil dari proses kondensasi dalam siklus air!

2️⃣ Penyebab dan Dampak Perubahan Permukaan Bumi

Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh air atau angin, biasanya terjadi di daerah lereng atau hutan yang gundul sehingga tanah mudah longsor dan kehilangan kesuburannya. Abrasi adalah pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus, sehingga garis pantai bisa semakin mundur. Banjir terjadi ketika air hujan tidak dapat meresap atau mengalir dengan baik, sering disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air atau hilangnya daerah resapan air.

Contoh: Hutan yang gundul membuat akar pohon tidak lagi menahan tanah, sehingga saat hujan deras terjadi erosi yang bisa berujung pada banjir di daerah yang lebih rendah.

3️⃣ Menyajikan Hasil Pengamatan/Percobaan

Setelah melakukan pengamatan atau percobaan, hasilnya perlu disajikan agar dapat dipahami orang lain. Penyajian bisa dilakukan secara lisan (menjelaskan di depan kelas) maupun tertulis (membuat laporan sederhana berisi apa yang diamati, apa yang terjadi, dan kesimpulannya).

Contoh laporan sederhana: "Kami mengamati gelas berisi air es. Setelah 5 menit, muncul titik-titik air di bagian luar gelas. Kesimpulan: udara di sekitar gelas mengandung uap air yang berubah menjadi titik air (kondensasi) saat menyentuh permukaan gelas yang dingin."

4️⃣ Sikap Peduli Lingkungan

Sebagai murid, kita bisa menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi, misalnya menghemat penggunaan air, tidak membuang sampah ke sungai, menanam pohon untuk mencegah erosi, dan ikut menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah dan sekolah.

Ingat: air yang bersih dan lingkungan yang terjaga adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan cara menjaganya sebaik mungkin. 💧🌱

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Proses berubahnya air menjadi uap air karena panas matahari disebut …
    A. Kondensasi   B. Evaporasi   C. Presipitasi   D. Infiltrasi
  2. Proses pengembunan uap air menjadi titik-titik air di awan disebut …
    A. Evaporasi   B. Presipitasi   C. Kondensasi   D. Infiltrasi
  3. Pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus disebut …
    A. Erosi   B. Abrasi   C. Infiltrasi   D. Kondensasi
  4. Salah satu penyebab utama banjir di daerah perkotaan adalah …
    A. Banyaknya daerah resapan air   B. Tingginya proses evaporasi   C. Curah hujan yang sangat rendah   D. Saluran drainase yang tersumbat sampah
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Hutan gundul mempercepat erosi (2) Akar pohon menyerap air hujan (3) Tanggul pantai mencegah abrasi (4) Sampah menyumbat drainase menyebabkan banjir. Pasangan pernyataan yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dan bencana adalah …
    A. (1) dan (4)   B. (2) dan (3) saja   C. (1) dan (3) saja   D. (2) dan (4) saja

B. Isian Singkat

  1. Proses air hujan yang meresap ke dalam tanah disebut …
  2. Pengikisan tanah yang terjadi karena aliran air atau angin, terutama di lahan gundul, disebut …
  3. Salah satu upaya sederhana untuk mencegah banjir adalah dengan membiasakan diri …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan empat tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Sebuah daerah pesisir mengalami abrasi yang semakin parah setiap tahun, sehingga garis pantai semakin mundur ke daratan. Menurutmu, apa penyebab abrasi tersebut dan sebutkan minimal 2 upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa air di bumi mengalami siklus yang berulang melalui empat tahapan: evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Siklus air ini juga berkaitan erat dengan perubahan permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir, yang dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Air adalah nikmat besar yang Allah turunkan untuk seluruh makhluk hidup, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya agar bumi tetap seimbang dan nyaman untuk ditinggali.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar siklus air dan perubahan permukaan bumi hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih tertukar antara istilah erosi dan abrasi karena keduanya sama-sama berupa pengikisan.
  • Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (gelas, air es) terbatas sehingga tidak semua murid dapat mencoba langsung.
  • Waktu presentasi hasil pengamatan kelompok kadang kurang karena diskusi yang cukup panjang.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan gambar/diagram perbandingan erosi dan abrasi secara berdampingan agar perbedaannya lebih jelas.
  • Meminta murid membawa alat percobaan sederhana dari rumah sehari sebelumnya, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per kelompok.
🌡️💧🌱

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti air yang terus berputar menjaga keseimbangan bumi, teruslah menjaga semangat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jaga kebersihan lingkungan, hemat air, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan peduli terhadap alam ciptaan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 01 Oktober 2026

Materi Ajar Seni Rupa Kelas 5 Saudah (Kamis 01 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Berkarya Ritme!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Kamis, 01 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
🖌️
Materi
Langkah-Langkah Menggambar Ritme
⭐
Pertemuan Ke
16
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada susunan pagar rumah yang berjajar rapi, ada kelopak bunga yang berulang membentuk lingkaran, ada sayap kupu-kupu dengan motif yang berpadanan. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan pola dan irama yang begitu indah dan teratur. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, sehingga kita pun diajak untuk menciptakan karya yang indah pula.

Nah, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal apa itu ritme dalam seni rupa. Hari ini kita akan belajar mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme agar kita bisa menciptakan karya gambar kita sendiri. Yuk, siapkan pensil dan buku gambarmu! 🎨✏️✨

🎨 Langkah-Langkah Menggambar Ritme

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Menciptakan)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa dua dimensi dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan tentang unsur-unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, ruang) serta prinsip desain, salah satunya ritme/irama, secara mandiri melalui proses eksplorasi dan penemuan (discovery), serta mampu merefleksikan dan menyajikan hasil karyanya dengan percaya diri.

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, setelah melalui proses penemuan (discovery) secara aktif.

2. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ritme di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali konsep ritme sebelum praktik menggambar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang langkah-langkah menggambar ritme agar prosesnya lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati secara cermat pola ritme pada benda-benda di sekitar (pagar, ubin, daun) untuk menemukan urutan langkah menggambar ritme melalui proses penemuan aktif.

MeaningfulMengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari yang memiliki pola berulang.

MeaningfulMempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri berdasarkan objek nyata yang diamati hingga menghasilkan karya gambar ritme.

JoyfulMempresentasikan hasil karya gambar ritme di depan kelas sambil menceritakan langkah-langkah yang digunakan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik dapat mengulas kembali konsep ritme sebagai bekal memahami langkah-langkah menggambar ritme.
  2. Peserta didik dapat memahami langkah-langkah menggambar ritme melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Peserta didik dapat menemukan urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata di sekitar secara aktif (discovery).
  4. Peserta didik dapat mengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari.
  5. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri hingga menghasilkan karya gambar ritme.
  6. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya gambar ritme beserta langkah-langkah yang digunakan dengan percaya diri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena tujuan pembelajaran menekankan peserta didik menemukan sendiri urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, praktik menggambar, dan presentasi karya.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang menunjukkan pola ritme!
  3. Apa perbedaan antara ritme dengan pengulangan (repetisi) biasa?
  4. Mengapa ritme penting digunakan dalam sebuah karya gambar?
  5. Sebutkan dua jenis ritme yang kamu ketahui, misalnya ritme teratur dan ritme mengalir!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ritme adalah prinsip desain berupa pengulangan unsur rupa (garis, bentuk, warna) secara teratur sehingga menimbulkan kesan gerak atau irama pada sebuah karya.
  2. Pagar rumah, ubin lantai, susunan jendela, kelopak bunga (jawaban lain yang relevan dapat diterima).
  3. Repetisi adalah pengulangan bentuk yang sama persis, sedangkan ritme bisa berupa pengulangan dengan variasi ukuran, jarak, atau warna sehingga terasa lebih hidup.
  4. Karena ritme membuat karya terlihat lebih menarik, teratur, dan memiliki kesan gerak sehingga tidak terkesan monoton.
  5. Ritme teratur (pengulangan dengan jarak dan ukuran sama) dan ritme mengalir/memancar (pengulangan dengan ukuran berubah bertahap).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Langkah-Langkah Menggambar Ritme

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama langkah-langkah menggambar ritme melalui penemuan (discovery) secara aktif.

1️⃣ Menemukan Urutan Langkah Menggambar Ritme

Coba amati benda-benda di sekitarmu yang memiliki pola berulang, misalnya pagar rumah, ubin lantai, atau kelopak bunga. Dari pengamatan itu, kita bisa menemukan sendiri urutan langkah menggambar ritme, yaitu: (1) menentukan motif/objek yang akan diulang, (2) menggambar motif pertama sebagai pedoman, (3) mengulang motif secara teratur, (4) memberi variasi ukuran/warna/posisi, (5) mewarnai, dan (6) merapikan garis (finishing).

Cobalah amati pagar sekolahmu – apakah jarak antar tiangnya sama dan berulang? Itulah salah satu contoh nyata penerapan ritme di sekitar kita!

2️⃣ Mengaitkan Ritme dengan Kehidupan Nyata

Langkah-langkah menggambar ritme yang kita pelajari sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Susunan jendela rumah yang berjajar, motif batik, hingga barisan pohon di pinggir jalan semuanya menerapkan prinsip ritme. Dengan mengenali pola ini di dunia nyata, kita jadi lebih mudah menentukan motif dan urutan pengulangan saat menggambar.

Contoh: Motif pada kain batik biasanya diulang secara teratur dari satu ujung kain ke ujung lainnya – itulah penerapan ritme dalam karya seni tradisional.

3️⃣ Mempraktikkan dan Menghasilkan Karya

Sekarang saatnya berkarya! Pilih satu objek nyata yang sudah kamu amati (misalnya daun, bunga, atau bentuk geometris), lalu praktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri di buku gambarmu, mulai dari menentukan motif hingga mewarnai dan finishing.

Tips: Gunakan penggaris atau titik-titik bantu agar jarak antar motif tetap konsisten sehingga ritme pada karyamu terlihat rapi.

4️⃣ Mempresentasikan Hasil Karya

Setelah karya selesai, ceritakan hasil gambar ritmemu di depan kelas. Jelaskan motif apa yang kamu pilih, bagaimana urutan langkah yang kamu lakukan, dan objek nyata apa yang menginspirasimu.

Percaya diri saat presentasi adalah bagian penting dari proses berkarya seni. Semua karya itu istimewa dengan caranya masing-masing! 🎨✨

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang langkah-langkah menggambar ritme!

A. Pilihan Ganda

  1. Langkah pertama dalam menggambar ritme adalah menentukan … yang akan diulang.
    A. Judul karya   B. Motif/objek   C. Warna latar   D. Ukuran kertas
  2. Agar membentuk pola ritme yang rapi, motif digambar secara …
    A. Acak dan sekali saja   B. Ditumpuk semua sekaligus   C. Berurutan dan teratur   D. Hanya di satu sisi kertas
  3. Agar ritme terlihat lebih hidup dan tidak monoton, motif dapat divariasikan dari segi …
    A. Nama pembuat karya   B. Ukuran, warna, atau posisi   C. Jenis kertas gambar   D. Tempat memajang karya
  4. Perhatikan langkah-langkah berikut secara acak: (1) Mewarnai dan finishing (2) Menentukan motif (3) Mengulang motif secara teratur. Urutan yang tepat dalam menggambar ritme adalah …
    A. 2 – 3 – 1   B. 1 – 2 – 3   C. 3 – 1 – 2   D. 2 – 1 – 3
  5. Perhatikan sebuah gambar pagar dengan jarak antar tiang yang sama dan berulang tanpa perubahan ukuran. Gambar tersebut menerapkan jenis ritme …
    A. Ritme teratur   B. Ritme memancar   C. Ritme mengalir   D. Ritme acak

B. Isian Singkat

  1. Pola yang muncul karena adanya pengulangan bentuk secara teratur dalam sebuah karya disebut …
  2. Sebelum mengulang motif, hal pertama yang perlu digambar adalah … sebagai pedoman bentuk dan ukuran.
  3. Ritme yang menggunakan motif dengan ukuran berubah semakin besar atau semakin kecil secara bertahap disebut ritme …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan langkah-langkah menggambar ritme, mulai dari menentukan motif hingga finishing, menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Perhatikan sebuah taman dengan pot bunga yang disusun berjajar dengan jarak yang sama, namun ukuran tiap pot berbeda secara bertahap dari kecil ke besar. Menurutmu, termasuk jenis ritme apakah susunan pot bunga tersebut? Jelaskan alasanmu!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. A   5. A

Isian Singkat

  1. Ritme
  2. Motif/objek pertama (sebagai pedoman)
  3. Ritme memancar/mengalir (bertingkat)

Esai

  1. Langkah menggambar ritme: menentukan motif/objek yang akan diulang → menggambar motif pertama sebagai pedoman ukuran dan bentuk → mengulang motif secara teratur dengan jarak yang konsisten → memberi variasi ukuran, warna, atau posisi agar ritme terlihat hidup → mewarnai karya → merapikan garis (finishing). (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Susunan pot bunga tersebut termasuk ritme memancar/mengalir (bertingkat), karena jarak antar pot sama namun ukurannya berubah secara bertahap dari kecil ke besar, sehingga menimbulkan kesan gerak yang progresif. (Jawaban lain yang logis dan relevan dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa menggambar ritme memiliki langkah-langkah yang berurutan: menentukan motif, menggambar motif pertama, mengulang motif secara teratur, memberi variasi, mewarnai, hingga finishing. Ritme ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pagar rumah, motif batik, hingga susunan pot bunga di taman. Dengan mengamati pola di sekitar kita dan mempraktikkannya secara mandiri, kita bisa menciptakan karya gambar yang indah dan teratur, sebagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan pola dan irama yang begitu indah.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya menggambar ritme hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid kesulitan menjaga jarak antar motif tetap konsisten sehingga pola ritme pada karyanya terlihat kurang rapi.
  • Alat gambar seperti penggaris dan pensil warna masih terbatas sehingga tidak semua murid dapat menggunakannya secara bersamaan.
  • Waktu presentasi karya kadang kurang karena banyak murid yang antusias ingin bercerita tentang karyanya.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan titik-titik bantu atau kertas berpetak agar murid lebih mudah menjaga jarak antar motif tetap konsisten.
  • Meminta murid membawa alat gambar sederhana dari rumah, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per murid.
🎨🖌️✨

Semangat berkarya, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti ritme yang terbentuk dari pengulangan yang teratur dan penuh kesabaran, teruslah berlatih dan konsisten dalam belajar serta beribadah setiap hari agar semakin baik. Jangan takut salah saat berkarya, karena setiap goresan adalah proses belajar. Allah menyukai keindahan dan mencintai anak-anak yang rajin berkarya serta bersyukur atas kemampuan yang diberikan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.