Welcome To My Blogger

Rabu, 21 Oktober 2026

Materi Ajar Matematika Kelas 5 Saudah (Rabu 21 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📚
Mata Pelajaran
Matematika
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 21 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Pecahan (Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan)
⭐
Pertemuan Ke
21
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba bayangkan kita membagi sebuah kue untuk keluarga. Ada yang mendapat setengah bagian, ada yang seperempat, dan semuanya dibagi dengan adil. Allah Maha Adil, Dzat yang menetapkan segala sesuatu dengan seimbang dan sesuai porsinya. Allah Maha Pemberi Rezeki, Dzat yang membagikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan, yaitu cara menggabungkan dan mengambil bagian dari suatu keseluruhan dengan tepat. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🍰➕➖

➕➖ Penjumlahan & Pengurangan Pecahan

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menggunakan berbagai bentuk bilangan, termasuk pecahan. Murid dapat membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran), lalu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan.

MeaningfulMenyamakan penyebut dengan KPK menggunakan model batang pecahan agar konsepnya terlihat nyata.

MindfulBerlatih menjumlahkan dan mengurangkan pecahan secara teliti, langkah demi langkah.

JoyfulBermain "Kartu Pecahan" berkelompok: menarik dua kartu lalu menjumlahkan atau mengurangkannya.

MeaningfulMenyelesaikan soal cerita sehari-hari dan asesmen formatif sebagai refleksi pemahaman diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas KPK dan FPB sebagai bekal menyamakan penyebut.
  2. Murid dapat memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menyamakan penyebut pecahan dengan benar menggunakan KPK.
  4. Murid dapat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran.
  5. Murid dapat berlatih operasi pecahan secara menyenangkan melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – murid belajar dari masalah nyata, misalnya menakar bahan kue atau membagi air minum.
Metode: tanya jawab, demonstrasi dengan model batang, diskusi kelompok, permainan kartu pecahan, dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 6 dan 8.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 30.
  3. Berapakah KPK dari 3, 4, dan 6?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 40?
  5. Lampu A menyala setiap 6 detik dan lampu B setiap 8 detik. Jika keduanya menyala bersamaan sekarang, setelah berapa detik keduanya menyala bersamaan lagi?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan.

1️⃣ Menyamakan Penyebut Sebelum Menjumlah atau Mengurang

Pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sama, seperti potongan kue yang ukurannya sama. Caranya: cari KPK dari penyebut-penyebutnya, lalu kalikan pembilang dan penyebut tiap pecahan dengan bilangan yang sesuai.

1/2 = 3/61/3 = 2/63/6 + 2/6 = 5/6

Contoh: 1/2 dan 1/3. KPK dari 2 dan 3 adalah 6.
1/2 = (1×3)/(2×3) = 3/6 dan 1/3 = (1×2)/(3×2) = 2/6.

2️⃣ Menjumlahkan Dua Pecahan atau Lebih

Penyebut sama: jumlahkan pembilangnya, penyebut tetap. Penyebut berbeda: samakan penyebut dulu, baru jumlahkan pembilangnya. Untuk pecahan campuran, jumlahkan bilangan bulatnya dan pecahannya secara terpisah.

a) 2/7 + 3/7 = 5/7
b) 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6
c) 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6 = 1
d) 1 1/2 + 2 1/3 = 1 3/6 + 2 2/6 = 3 5/6
e) 1 3/4 + 2 1/2 = 1 3/4 + 2 2/4 = 3 5/4 = 4 1/4 (5/4 diubah jadi 1 1/4)

3️⃣ Mengurangkan Dua Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)

Caranya sama: samakan penyebut dulu, lalu kurangkan pembilangnya. Pada pecahan campuran, jika pecahan pertama lebih kecil dari pecahan kedua, pinjam 1 dari bilangan bulatnya (1 = penyebut/penyebut).

3/4 − 2/4 = 1/4 (yang hijau)

a) 5/8 − 2/8 = 3/8
b) 3/4 − 1/3 = 9/12 − 4/12 = 5/12
c) 3 1/2 − 1 1/3 = 3 3/6 − 1 2/6 = 2 1/6
d) 3 1/4 − 1 1/2 = 3 1/4 − 1 2/4. Karena 1/4 < 2/4, pinjam 1: 2 5/4 − 1 2/4 = 1 3/4

4️⃣ Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

Gunakan 4 langkah: (1) baca soal dan tulis yang diketahui, (2) pilih operasi (kata "sisa" atau "diambil" = kurang; "total" atau "bersama" = tambah), (3) hitung dengan menyamakan penyebut, (4) tulis jawaban lengkap dengan satuannya.

Ibu punya 2 1/2 liter minyak goreng, lalu memakai 3/4 liter. Berapa sisanya?
2 1/2 − 3/4 = 2 2/4 − 3/4 = 1 6/4 − 3/4 = 1 3/4 liter.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. 2/9 + 5/9 = …
    A. 6/9   B. 8/9   C. 7/9   D. 7/18
  2. 1/2 + 1/4 = …
    A. 3/4   B. 2/6   C. 2/4   D. 1/4
  3. 5/6 − 1/3 = …
    A. 4/3   B. 2/3   C. 1/6   D. 1/2
  4. 1 2/3 + 2 1/2 = …
    A. 3 3/5   B. 4 1/6   C. 3 1/6   D. 4 1/2
  5. Pita Rina panjangnya 3 1/4 m. Sebanyak 1 1/2 m dipakai untuk kado dan 3/4 m untuk hiasan bunga. Sisa pita adalah …
    A. 1 1/4 m   B. 2 m   C. 1 m   D. 1 1/2 m

B. Isian Singkat

  1. 3/8 + 2/8 = …
  2. 3/4 − 1/6 = …
  3. 2 1/3 + 1 3/4 = …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 1/2 kg beras dan 1 3/4 kg tepung. Berapa kg total belanjaan Ibu? Tuliskan langkah menyamakan penyebutnya!
  2. Tangki air berisi 6 1/4 liter. Air tersebut dipakai menyiram tanaman 2 1/2 liter, lalu ditambah lagi 1 3/4 liter. Berapa liter air di tangki sekarang? Tuliskan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sudah sama. Gunakan KPK untuk menyamakan penyebut, lalu jumlahkan atau kurangkan pembilangnya saja. Pada pecahan campuran, hitung bilangan bulat dan pecahannya, dan ingat untuk meminjam 1 jika pecahan yang dikurangi lebih besar. Terakhir, tulis hasil dalam bentuk paling sederhana.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih lambat menentukan KPK sehingga penyamaan penyebut memakan waktu.
  • Murid sering menjumlahkan penyebut juga (misalnya 1/2 + 1/3 = 2/5).
  • Murid bingung saat harus meminjam 1 pada pengurangan pecahan campuran.
  • Permainan kartu bisa membuat suasana kelas terlalu ramai.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan tabel kelipatan sebagai alat bantu menentukan KPK.
  • Mengulang konsep dengan model batang atau potongan kue agar murid melihat alasan penyebut harus sama.
  • Membuat contoh langkah "pinjam 1" secara bertahap dan memberi latihan tambahan secara berkelompok kecil.
  • Menetapkan aturan permainan dan batas waktu yang jelas pada pertemuan berikutnya.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang perlu disamakan penyebutnya agar bisa dijumlah, teruslah berlatih sedikit demi sedikit setiap hari. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 21 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📖
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 21 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
29
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba ingat: sebelum shalat kita berwudhu, dan wudhu dilakukan dengan urutan yang jelas dari awal sampai akhir. Allah Maha Pengatur, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan teratur dan berurutan. Allah Maha Pemberi Petunjuk, Dzat yang menunjukkan jalan dan cara yang benar kepada hamba-Nya.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang teks prosedur, yaitu teks yang menunjukkan langkah-langkah melakukan sesuatu secara berurutan, seperti urutan wudhu atau resep makanan. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 📋🍵

📋 Teks Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa, Berbicara, serta Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menyampaikan informasi dari berbagai jenis teks, termasuk teks prosedur. Murid dapat menemukan urutan informasi, mengenali struktur dan ciri kebahasaan teks, lalu menyampaikannya kembali secara runtut, baik lisan maupun tulisan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung dan tidak langsung di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks prosedur.

MeaningfulMenemukan pengertian, tujuan, serta struktur teks prosedur dari contoh teks "Cara Membuat Es Teh Manis".

MindfulMenandai kalimat perintah, kata hubung urutan, dan kata keterangan dengan teliti.

JoyfulBermain "Susun Langkah" berkelompok: menyusun kartu langkah yang acak menjadi urutan yang benar.

MeaningfulMenceritakan kembali isi teks prosedur secara lisan dan tulisan, serta mengerjakan asesmen formatif sebagai refleksi diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami teks.
  2. Murid dapat memahami gambaran umum teks prosedur melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, dan struktur teks prosedur (tujuan, alat/bahan, langkah-langkah).
  4. Murid dapat menemukan ciri kebahasaan teks prosedur (kalimat perintah, kata hubung urutan, kata keterangan).
  5. Murid dapat menyusun langkah-langkah prosedur secara berurutan melalui permainan kartu.
  6. Murid dapat menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut, lisan maupun tulisan.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – murid menemukan sendiri struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur dari contoh teks yang dibaca dan dicermati.
Metode: tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan kartu urutan langkah, dan penugasan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu kalimat langsung dan tidak langsung.

  1. Ubahlah menjadi kalimat tidak langsung: Ayah berkata, "Aku akan pulang malam."
  2. Ubahlah menjadi kalimat langsung: Ibu bertanya apakah aku sudah makan.
  3. Manakah kalimat langsung? (a) Budi berkata bahwa ia sedang belajar. (b) Budi berkata, "Aku sedang belajar."
  4. Lengkapilah dengan tanda baca yang tepat: Guru berkata Rajinlah belajar
  5. Ubahlah menjadi kalimat tidak langsung: Rina berseru, "Wah, kuenya enak sekali!"
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting tentang teks prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi urutan langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Tujuannya membantu pembaca melakukan sesuatu dengan benar, tertib, dan tidak salah urutan.

Contoh teks prosedur: resep makanan, cara mencuci tangan, cara menggunakan alat, cara berwudhu, dan aturan bermain suatu permainan.

2️⃣ Struktur Teks Prosedur

Teks prosedur tersusun dari tiga bagian: tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah.

1. Tujuanapa yang ingin dicapai2. Alat dan Bahanbenda yang diperlukan3. Langkah-langkahurut, memakai kata hubung urutan

Cara Membuat Es Teh Manis
Tujuan: membuat segelas es teh manis yang segar.
Alat dan bahan: gelas, sendok, teh celup, air panas, gula, es batu.
Langkah-langkah:
1. Seduh teh celup dengan air panas.
2. Tambahkan gula, lalu aduk hingga larut.
3. Masukkan es batu ke dalam gelas.
4. Tuang teh manis ke dalam gelas.
5. Es teh manis siap disajikan.

3️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Ada tiga ciri kebahasaan yang perlu kamu kenali:

a) Kalimat perintah: kalimat yang meminta pembaca melakukan sesuatu, biasanya diawali kata kerja. Contoh: Seduh teh, tambahkan gula, aduk hingga larut.
b) Kata hubung urutan: kata penunjuk urutan langkah. Contoh: pertama, kemudian, lalu, setelah itu, terakhir.
c) Kata keterangan: kata yang menjelaskan waktu, cara, atau jumlah. Contoh: selama 3 menit, dengan perlahan, sebanyak dua sendok.

4️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Saat menceritakan kembali, urutkan langkah dengan kata hubung urutan dan ubah kalimat perintah menjadi kalimat berita. Bisa disampaikan lisan (berbicara di depan kelas) atau tulisan (menulis dengan kata-katamu sendiri).

Pertamaseduh tehKemudianberi gulaLaluisi es batuTerakhirsajikan

Contoh lisan atau tulisan: Pertama, teh celup diseduh dengan air panas. Kemudian, gula ditambahkan dan diaduk sampai larut. Lalu, es batu dimasukkan ke dalam gelas. Terakhir, teh manis dituang dan es teh siap disajikan.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang berisi urutan langkah membuat atau melakukan sesuatu disebut …
    A. teks narasi   B. teks prosedur   C. teks deskripsi   D. teks berita
  2. Bagian teks prosedur yang berisi daftar benda yang diperlukan adalah …
    A. tujuan   B. langkah-langkah   C. kesimpulan   D. alat dan bahan
  3. Kalimat perintah yang tepat dalam teks prosedur adalah …
    A. Masukkan telur ke dalam mangkuk.   B. Telur dimasukkan oleh Ibu.   C. Ibu sedang memasak telur.   D. Telur itu berbentuk bulat.
  4. Perhatikan kalimat: "Cuci tangan dengan air. (1), gosok tangan dengan sabun. (2), bilas sampai bersih." Kata hubung urutan yang tepat untuk (1) dan (2) adalah …
    A. terakhir, kemudian   B. pertama, terakhir   C. kemudian, terakhir   D. lalu, pertama
  5. Langkah mencuci tangan: (1) bilas dengan air bersih, (2) basahi tangan dengan air mengalir, (3) gosok seluruh tangan selama 20 detik, (4) ambil sabun secukupnya. Urutan yang benar adalah …
    A. 1-2-3-4   B. 4-2-3-1   C. 2-3-4-1   D. 2-4-3-1

B. Isian Singkat

  1. Tiga bagian struktur teks prosedur adalah tujuan, …, dan langkah-langkah.
  2. Kalimat yang meminta pembaca melakukan sesuatu disebut kalimat …
  3. Ubahlah menjadi kalimat berita dengan kata "pertama": "Aduk teh hingga gula larut." → …

C. Esai

  1. Jelaskan pengertian dan tujuan teks prosedur dengan kata-katamu sendiri, lalu sebutkan 3 contoh teks prosedur!
  2. Tulislah teks prosedur "Cara Menanam Biji Kacang di dalam Pot" lengkap dengan tujuan, alat dan bahan, serta minimal 4 langkah yang memakai kata hubung urutan. Kemudian ceritakan kembali dengan kalimatmu sendiri!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks prosedur berisi urutan langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Strukturnya terdiri dari tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah. Ciri kebahasaannya adalah kalimat perintah, kata hubung urutan, dan kata keterangan. Kita juga bisa menceritakan kembali isinya secara runtut, lisan maupun tulisan, dengan kata-kata sendiri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks prosedur hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Murid masih tertukar antara kalimat perintah dan kalimat berita.
  • Murid menuliskan langkah tanpa urutan atau tanpa kata hubung urutan.
  • Murid kesulitan menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri dan cenderung menyalin teks.
  • Permainan kartu bisa membuat suasana kelas terlalu ramai.

Tindak Lanjut

  • Memberi contoh kalimat perintah dan kalimat berita secara berdampingan sebelum latihan.
  • Menyediakan kartu kata hubung urutan sebagai alat bantu saat menyusun langkah.
  • Melatih menceritakan kembali dengan pola "Pertama, … Kemudian, … Terakhir, …" secara berpasangan.
  • Menetapkan aturan permainan dan batas waktu yang jelas pada pertemuan berikutnya.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Seperti teks prosedur yang disusun langkah demi langkah agar hasilnya tepat, belajar pun dilakukan sedikit demi sedikit dan teratur. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 20 Oktober 2026

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Selasa 20 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar 🔊

IDENTITAS
👩‍🏫
Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
🔬
Mata Pelajaran
IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 20 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Gelombang Bunyi dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
⭐
Pertemuan Ke
17
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa, ya, anak-anak. Shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim, dan Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

Allah Maha Khaliq, Zat yang menciptakan kita. Allah tidak hanya menciptakan kita sebagai manusia, tetapi juga menciptakan bunyi dan telinga agar kita dapat mendengar suara ibu, kicau burung, dan lantunan adzan.

Allah Maha Malik, Zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Dengan pendengaran, Allah menjaga kita dari bahaya, misalnya saat kita mendengar klakson kendaraan atau peringatan dari orang tua dan guru.

Allah Maha Razaq, Zat yang memberi rezeki. Kemampuan mendengar adalah rezeki yang sangat berharga. Cara kita bersyukur adalah menjaga telinga, misalnya tidak mendengarkan suara yang terlalu keras.

Kemarin, anak-anak sudah mempelajari siklus air. Nah, hari ini kita akan belajar tentang gelombang bunyi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🎵👂🎸

🔊 Gelombang Bunyi dan Penerapannya

IPAS · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2025/2026 – Fase C, Elemen Pemahaman IPAS)

Pada akhir Fase C, berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya), murid mendemonstrasikan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga mengamati, melakukan penyelidikan sederhana, dan mengomunikasikan hasilnya.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat mendemonstrasikan konsep gelombang bunyi dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review tentang siklus air di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang bunyi.

MeaningfulMenemukan pengertian bunyi, sumber bunyi, dan perambatan bunyi melalui benda padat, cair, dan gas dari contoh sehari-hari.

MindfulMengamati dengan teliti sifat bunyi: pemantulan (gaung dan gema) serta penyerapan bunyi.

JoyfulMembuat dan memainkan alat musik sederhana secara berkelompok.

MeaningfulMendemonstrasikan alat musik dan menjelaskan konsep bunyi yang digunakan, lalu mengerjakan asesmen formatif sebagai refleksi diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas siklus air sebagai bekal pemahaman proses alam.
  2. Murid dapat memahami gambaran umum bunyi melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian bunyi, sumber bunyi, dan perambatan bunyi melalui benda padat, cair, dan gas.
  4. Murid dapat menjelaskan sifat bunyi, yaitu pemantulan (gaung dan gema) serta penyerapan bunyi.
  5. Murid dapat membuat alat musik sederhana yang menghasilkan bunyi.
  6. Murid dapat mendemonstrasikan penerapan konsep bunyi melalui alat musik sederhana yang dibuat.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) – murid menghasilkan karya berupa alat musik sederhana sambil menemukan konsep bunyi.
Metode: demonstrasi, percobaan sederhana, tanya jawab, diskusi kelompok, dan presentasi.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu Siklus Air.

  1. Air berubah menjadi uap air karena panas matahari. Proses ini disebut …
  2. Uap air berubah menjadi titik-titik air kecil dan membentuk awan. Proses ini disebut …
  3. Turunnya air dari awan ke bumi dalam bentuk hujan, salju, atau es disebut …
  4. Apa sumber energi utama yang menggerakkan siklus air?
  5. Sebutkan satu cara menghemat air di rumah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting berikut.

1️⃣ Pengertian Bunyi dan Sumber Bunyi

Bunyi adalah getaran yang merambat dan sampai ke telinga kita sehingga dapat kita dengar. Benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Semua sumber bunyi pasti bergetar.

🎸
Senar gitar
Senar yang dipetik bergetar sehingga menghasilkan bunyi.
🗣️
Pita suara
Pita suara di leher bergetar saat kita berbicara atau bernyanyi.
🥁
Drum
Kulit drum yang dipukul bergetar dan terdengar keras.

Coba buktikan: Letakkan jari di lehermu, lalu ucapkan "aaa". Terasa bergetar, bukan?

2️⃣ Perambatan Bunyi melalui Benda Padat, Cair, dan Gas

Bunyi merambat sebagai gelombang melalui zat perantara (medium). Karena itu, bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa, misalnya di luar angkasa.

🧱
Benda padat
Paling cepat (besi ± 5.000 m/s). Contoh: ketukan di meja terdengar jelas jika telinga ditempelkan ke meja.
💧
Benda cair
Lebih lambat (air ± 1.500 m/s). Contoh: suara terdengar saat kita menyelam.
🌤️
Gas (udara)
Paling lambat (udara ± 340 m/s). Contoh: suara teman yang berbicara kepada kita.

Urutan kecepatan: padat > cair > gas.

3️⃣ Sifat Bunyi: Pemantulan (Gaung dan Gema) dan Penyerapan

Bunyi yang mengenai permukaan keras dan rata akan dipantulkan, seperti bola yang memantul di dinding.

⛰️
Gema
Bunyi pantul terdengar setelah bunyi asli selesai. Terjadi di tempat luas dan jauh dari dinding pemantul, misalnya lembah atau tebing.
🏛️
Gaung
Bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli sehingga suara tidak jelas. Terjadi di ruang tertutup, misalnya aula atau gua.
🛏
Penyerapan
Bahan lunak dan berpori (busa, karpet, gorden) menyerap bunyi sehingga bunyi pantul berkurang.

Karena itu, dinding studio musik dan bioskop dilapisi bahan peredam agar suara terdengar jernih.

4️⃣ Penerapan Bunyi: Membuat Alat Musik Sederhana

Konsep bunyi dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada alat musik, sonar kapal untuk mengukur kedalaman laut (memakai pemantulan bunyi), dan peredam suara di studio.

🎸
Gitar Karet
Bahan: kotak bekas, 4 karet gelang berbeda ukuran.
1) Pasang karet melintang di lubang kotak. 2) Petik karet satu per satu. Karet lebih pendek dan tegang menghasilkan nada lebih tinggi.
🥄
Xilofon Botol
Bahan: 5 botol sama, air, sendok.
1) Isi botol dengan air berbeda banyaknya. 2) Pukul pelan dengan sendok. Air lebih banyak menghasilkan nada lebih rendah.

Ingat: alat musik adalah sumber bunyi karena bagian yang dipetik atau dipukul bergetar. Nada tinggi atau rendah ditentukan oleh cepat lambatnya getaran. Mainkan dengan tertib dan tidak terlalu keras, ya!

📝 Penutup: Asesmen Formatif

Kerjakan soal berikut dengan jujur dan teliti. Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar. Semangat! 💪

A. Pilihan Ganda (pilih jawaban yang paling tepat)

  1. Bunyi dihasilkan oleh benda yang …
    A. diam
    B. bergetar
    C. dipanaskan
    D. didinginkan
  2. Bunyi tidak dapat merambat melalui …
    A. udara
    B. air
    C. besi
    D. ruang hampa
  3. Bunyi merambat paling cepat melalui …
    A. zat padat
    B. zat cair
    C. udara
    D. ruang hampa
  4. Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai disebut …
    A. gaung
    B. dengung
    C. gema
    D. getaran
  5. Agar suara di ruang musik tidak menimbulkan gaung, dinding sebaiknya dilapisi …
    A. kaca
    B. peredam dari busa atau karpet
    C. keramik
    D. logam

B. Isian Singkat

  1. Benda yang menghasilkan bunyi disebut ….
  2. Kapal memakai sonar untuk mengukur kedalaman laut dengan memanfaatkan sifat bunyi, yaitu ….
  3. Pada gitar karet, karet yang lebih pendek dan lebih tegang menghasilkan nada yang lebih ….

C. Esai

  1. Mengapa ketukan di meja terdengar lebih jelas jika telinga kita ditempelkan ke meja? Jelaskan!
  2. Jelaskan satu alat musik sederhana yang dapat kamu buat. Sebutkan bagian yang menjadi sumber bunyi dan cara mengubah nada tinggi atau rendahnya!
🔑 Kunci Jawaban Pilihan Ganda
🔑 Kunci Jawaban Isian
🔑 Kunci Jawaban Esai
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar (sumber bunyi). Bunyi merambat sebagai gelombang melalui benda padat, cair, dan gas, paling cepat melalui benda padat, dan tidak dapat merambat di ruang hampa. Bunyi dapat dipantulkan (gema dan gaung) serta diserap oleh bahan lunak. Konsep ini dimanfaatkan pada alat musik, sonar, dan peredam suara dalam kehidupan sehari-hari.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar gelombang bunyi hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Murid mengira bunyi dapat merambat di ruang hampa.
  • Murid tertukar antara gema dan gaung.
  • Bahan alat musik sederhana tidak lengkap atau tidak dibawa semua murid.
  • Suasana kelas ramai saat murid memainkan alat musik.

Tindak Lanjut

  • Memberi contoh nyata (suara di aula vs di lembah) dan demonstrasi telinga menempel di meja.
  • Meminta murid membawa bahan bekas secara berkelompok dan menyiapkan bahan cadangan.
  • Menetapkan aturan permainan, batas waktu, dan volume suara yang jelas.
  • Memberi kesempatan murid yang belum paham untuk mengulang percobaan bersama teman.
🌟🎵🔊🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Bunyi yang indah berawal dari getaran kecil. Begitu juga ilmu: dimulai dari rasa ingin tahu dan dilatih sedikit demi sedikit. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.