Welcome To My Blogger

Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Matematika Kelas 5 Saudah (Rabu 30 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 30 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Matematika
💡
Materi
Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)
⭐
Pertemuan Ke
18
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu pecahan. Sama seperti rezeki yang Allah bagikan secara adil kepada setiap makhluk sesuai bagiannya masing-masing, dalam pecahan kita juga belajar tentang "bagian" dari suatu keseluruhan, lalu membandingkan mana yang lebih besar atau lebih kecil. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟

🔢 Mengenal Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan Campuran

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid menunjukkan pemahaman bilangan (number sense) yang semakin luas: mereka mampu membandingkan dan mengurutkan berbagai bentuk pecahan, termasuk pecahan campuran, memahami hubungan antar pecahan melalui penyamaan penyebut, serta menggunakan pemahaman ini untuk menyelesaikan operasi hitung dan masalah sehari-hari yang melibatkan pecahan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang perbandingan pecahan agar konsep lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulBerdiskusi mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa menggunakan benda konkret (misalnya potongan kue atau kertas lipat) agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menyamakan penyebut dan membandingkan pecahan dengan simbol >, <, = secara teliti dan bertahap.

JoyfulBermain "Kartu Urutan Pecahan" berkelompok untuk berlatih mengurutkan pecahan sambil bergerak dan berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep KPK dan FPB sebagai bekal memahami penyamaan penyebut pecahan.
  2. Murid dapat memahami konsep pecahan melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan sebaliknya melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menyamakan penyebut dua pecahan atau lebih dengan tepat.
  5. Murid dapat membandingkan dua pecahan menggunakan simbol >, <, atau = melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat mengurutkan sekumpulan pecahan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya) secara mandiri melalui asesmen formatif.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena materi membandingkan dan mengurutkan pecahan lebih mudah dipahami murid ketika dihadapkan pada masalah kontekstual sehari-hari (misalnya membandingkan panjang tali atau berat bahan makanan).
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kartu pecahan), dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 4 dan 6.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 18.
  3. Berapakah KPK dari 8 dan 12?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 36?
  5. Bu Rina memiliki 15 apel dan 20 jeruk. Ia ingin membagi buah tersebut ke beberapa keranjang sama banyak tanpa sisa. Berapa jumlah keranjang paling banyak yang bisa dibuat Bu Rina?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton dua video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Membandingkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Membandingkan Pecahan

🎥 Video 2: Mengurutkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Mengurutkan Pecahan

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang pecahan hari ini.

1️⃣ Mengubah Pecahan Campuran ↔ Pecahan Biasa

Pecahan campuran adalah gabungan bilangan bulat dan pecahan, misalnya 2 ¾. Untuk mengubahnya menjadi pecahan biasa: kalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu tambahkan pembilang, dan letakkan hasilnya di atas penyebut yang sama.

Contoh: 2 ¾ → (2 × 4) + 3 = 11, sehingga 2 ¾ = 11/4.
Sebaliknya, 11/4 → 11 ÷ 4 = 2 sisa 3, sehingga 11/4 = 2 ¾.

2️⃣ Menyamakan Penyebut Dua Pecahan atau Lebih

Agar dua pecahan bisa dibandingkan, penyebutnya harus sama. Caranya, cari KPK dari kedua penyebut, lalu kalikan pembilang dan penyebut masing-masing pecahan dengan bilangan yang sesuai.

Contoh: bandingkan 1/4 dan 1/6. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
1/4 = 3/12, dan 1/6 = 2/12.

3️⃣ Membandingkan Dua Pecahan dengan Simbol >, <, =

Setelah penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilangnya. Pembilang yang lebih besar menunjukkan pecahan yang lebih besar. Untuk pecahan campuran, bandingkan dulu bilangan bulatnya, baru bandingkan pecahannya jika bilangan bulatnya sama.

Contoh: 3/12 < 2/12? Salah, karena 3 > 2, maka 3/12 > 2/12, artinya 1/4 > 1/6.

4️⃣ Mengurutkan Sekumpulan Pecahan

Untuk mengurutkan beberapa pecahan sekaligus (termasuk pecahan campuran), samakan dulu semua penyebutnya, lalu bandingkan pembilangnya satu per satu untuk menentukan urutan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya).

Contoh: urutkan 1/2, 2/3, 1/4. Samakan penyebut menjadi 12: 6/12, 8/12, 3/12.
Urutan dari terkecil: 1/4, 1/2, 2/3.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Bentuk pecahan biasa dari 2 ⅓ adalah …
    A. 7/3   B. 5/3   C. 6/3   D. 8/3
  2. Jika penyebut pecahan 3/4 disamakan menjadi 12, maka hasilnya adalah …
    A. 6/12   B. 9/12   C. 8/12   D. 10/12
  3. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah …
    A. 3/5 > 4/5   B. 2/3 < 1/3   C. 5/8 < 3/4   D. 7/10 > 3/4
  4. Urutan pecahan 1 ½, ¾, 1 ¼ dari yang terkecil ke terbesar adalah …
    A. 1 ¼, ¾, 1 ½   B. 1 ½, 1 ¼, ¾   C. ¾, 1 ½, 1 ¼   D. ¾, 1 ¼, 1 ½
  5. Kakak memiliki tali sepanjang 2 3/5 meter, sedangkan adik memiliki tali sepanjang 2 5/8 meter. Pernyataan yang benar adalah …
    A. Tali adik lebih panjang, karena 2 5/8 > 2 3/5   B. Tali kakak lebih panjang, karena 2 3/5 > 2 5/8   C. Kedua tali sama panjang   D. Tidak dapat dibandingkan

B. Isian Singkat

  1. Ubahlah pecahan campuran 3 ⅖ menjadi pecahan biasa = …
  2. Samakan penyebut pecahan 1/4 dan 1/6 menjadi penyebut yang sama, yaitu … dan …
  3. Susunlah pecahan berikut dari yang terbesar ke terkecil: 2/5, 1/2, 3/10 → …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 ¾ kg gula dan 1 ⅚ kg tepung terigu. Bandingkan kedua pecahan tersebut menggunakan simbol >, <, atau =. Jelaskan langkah-langkahmu menyamakan penyebut sebelum membandingkan!
  2. Tiga anak membawa botol air dengan isi masing-masing: Dimas 1 ⅓ liter, Sinta 1 ¼ liter, dan Rafi 1 5/12 liter. Urutkan isi botol dari yang paling sedikit ke paling banyak, lengkap dengan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa (dan sebaliknya) dengan cara yang mudah diingat. Untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan, kunci utamanya adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu, baru kemudian membandingkan pembilangnya menggunakan simbol >, <, atau =. Sama seperti Allah yang membagi rezeki secara adil dan tepat kepada setiap makhluk-Nya, kita pun perlu teliti dan adil dalam membagi serta membandingkan pecahan agar hasilnya tepat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan menentukan KPK dengan cepat, sehingga proses menyamakan penyebut menjadi lambat.
  • Murid cenderung tertukar antara membandingkan penyebut dan membandingkan pembilang.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik bermain kartu pecahan.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel kelipatan sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih lambat menentukan KPK.
  • Mengulang penjelasan dengan analogi sederhana (misalnya potongan pizza) agar konsep pembilang dan penyebut lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu permainan kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang harus disamakan penyebutnya agar bisa dibandingkan dengan tepat, teruslah menyamakan niat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jangan pernah bosan berlatih matematika, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 30 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 30 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
💡
Materi
Teks Naratif, Teks Deskriptif & Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
26
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, salah satunya nikmat bisa membaca dan menulis dengan lancar.

Tahukah kalian, setiap hari kita bertemu dengan banyak jenis tulisan? Ada cerita yang membuat kita hanyut dalam kisahnya, ada gambaran yang membuat kita seolah melihat sendiri suatu benda, dan ada petunjuk langkah yang membantu kita melakukan sesuatu dengan benar. Nah, hari ini kita akan mengenal ketiganya: teks naratif, teks deskriptif, dan teks prosedur. Yuk, kita simak bersama-sama! 📚✨

📚 Mengenal Teks Naratif, Deskriptif, dan Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa/Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, prosedur, dan eksposisi sederhana) sesuai tujuan dan struktur penyusunnya, membandingkan ciri antarjenis teks, serta menulis teks sederhana dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengungkapkan gagasan secara runtut dan jelas.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan teks naratif dan deskriptif, serta murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung & tidak langsung di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur agar konsep lebih mudah dan menyenangkan dipahami.

MeaningfulBerdiskusi membandingkan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui contoh bacaan sehari-hari agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menulis teks naratif atau deskriptif sederhana secara cermat dan bertahap sesuai ciri-cirinya.

JoyfulBermain kuis kelompok mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur sambil berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami berbagai jenis teks.
  2. Murid dapat memahami pengertian dan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan teks naratif dan deskriptif dalam sebuah bacaan melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menulis teks naratif atau deskriptif sederhana sesuai ciri-cirinya secara mandiri.
  5. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan teks prosedur melalui permainan kelompok.
  6. Murid dapat menjelaskan atau menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut melalui asesmen formatif mandiri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena murid akan lebih mudah memahami perbedaan jenis-jenis teks ketika mereka menemukan sendiri ciri-cirinya melalui pengamatan video dan bacaan, bukan sekadar dijelaskan secara langsung.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kuis identifikasi teks), dan latihan menulis mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung.

  1. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ibu berkata, "Rapikan kamarmu sebelum berangkat sekolah!"
  2. Tentukan jenis kalimat berikut: Andi berkata bahwa ia akan datang lebih awal besok pagi.
  3. Perbaikilah tanda baca yang tepat pada kalimat langsung berikut: Guru berkata Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti
  4. Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung: Rina bertanya kepada temannya apakah ia sudah mengerjakan PR.
  5. Sebutkan satu ciri utama yang membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🔗 Buka video di YouTube: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🎥 Video 2: Teks Prosedur

🔗 Buka video di YouTube: Teks Prosedur

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama beberapa hal penting tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara urut berdasarkan waktu kejadian. Ciri-cirinya: memiliki tokoh, latar, dan alur cerita; disusun berdasarkan urutan waktu; serta bertujuan menghibur atau mendidik pembaca.

Contoh: "Pada suatu pagi, Rani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara."

2️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Ciri-cirinya: menggunakan kata sifat yang detail, tidak memiliki alur cerita, dan berfokus pada penggambaran ciri-ciri objek.

Contoh: "Rumah itu berdinding kayu berwarna cokelat dengan atap seng yang sudah berkarat."

3️⃣ Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

Cara mudah membedakannya: jika sebuah bacaan menceritakan kejadian yang berurutan dari waktu ke waktu, maka itu teks naratif. Jika bacaan hanya menggambarkan ciri-ciri suatu benda/tempat/orang tanpa ada rangkaian peristiwa, maka itu teks deskriptif.

Latihan: Bacalah sebuah paragraf bersama teman sebangku, lalu tentukan apakah paragraf tersebut naratif atau deskriptif dan sebutkan alasannya.

4️⃣ Menulis Teks Naratif atau Deskriptif Sederhana

Setelah memahami ciri-cirinya, murid berlatih menulis satu paragraf pendek bertema bebas (misalnya "Hewan peliharaanku" untuk teks deskriptif, atau "Liburanku yang berkesan" untuk teks naratif) sesuai ciri-ciri yang telah dipelajari.

5️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuannya agar pembaca dapat mengikuti tahapan tersebut secara tepat dan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, misalnya cara membuat makanan, cara menggunakan alat, atau cara melakukan suatu permainan.

6️⃣ Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas tiga bagian: Tujuan (menjelaskan hasil yang akan dicapai), Alat/Bahan (daftar yang diperlukan), dan Langkah-langkah (urutan cara melakukan/membuat sesuatu).

Contoh: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: susu bubuk, air panas, gelas, sendok. Langkah: Pertama, tuang air panas ke gelas. Kemudian, masukkan susu bubuk. Lalu, aduk hingga larut.

7️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri kebahasaan khas: kalimat perintah (misalnya "Campurkan tepung dengan gula!"), kata hubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir), dan kata keterangan yang menjelaskan cara, alat, atau waktu (misalnya "aduk perlahan", "selama 5 menit").

8️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Setelah memahami struktur dan ciri kebahasaannya, murid berlatih menjelaskan atau menceritakan kembali isi sebuah teks prosedur secara runtut, baik secara lisan di depan kelas maupun secara tertulis, dengan tetap memperhatikan urutan langkah yang benar.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang bertujuan menggambarkan suatu benda, tempat, atau orang secara rinci disebut teks …
    A. Deskriptif   B. Naratif   C. Prosedur   D. Eksposisi
  2. Struktur teks prosedur secara umum terdiri atas tujuan, alat/bahan, dan …
    A. Orientasi   B. Komplikasi   C. Langkah-langkah   D. Resolusi
  3. Kalimat perintah dalam teks prosedur biasanya digunakan untuk …
    A. Menceritakan tokoh   B. Menggambarkan suasana   C. Menyampaikan pendapat   D. Menyuruh pembaca melakukan sesuatu
  4. Bacalah kutipan berikut: "Ani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara." Kutipan tersebut merupakan ciri teks …
    A. Prosedur   B. Deskriptif   C. Naratif   D. Eksposisi
  5. Perhatikan dua kutipan berikut! Kutipan 1: "Pertama, panaskan wajan dengan api sedang." Kutipan 2: "Rambutnya ikal panjang tergerai indah menutupi bahunya." Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah …
    A. Kutipan 1 teks naratif, kutipan 2 teks prosedur   B. Kutipan 1 teks prosedur, kutipan 2 teks deskriptif   C. Kutipan 1 dan 2 sama-sama teks naratif   D. Kutipan 1 teks deskriptif, kutipan 2 teks prosedur

B. Isian Singkat

  1. Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu disebut teks …
  2. Bagian awal teks prosedur yang menjelaskan hasil yang akan dicapai disebut …
  3. Kata seperti "pertama", "kemudian", dan "terakhir" dalam teks prosedur berfungsi untuk menunjukkan …

C. Esai

  1. Bacalah cuplikan berikut: "Pagi itu, langit Desa Suka Maju tampak cerah. Rani bangun lebih awal dari biasanya karena hari ini adalah hari perlombaan lari yang ia nantikan." Jelaskan mengapa cuplikan tersebut termasuk teks naratif, bukan teks deskriptif! Sebutkan minimal dua alasan.
  2. Tuliskan langkah-langkah singkat cara membuat teks prosedur sederhana (misalnya cara membuat susu cokelat), lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan minimal tiga langkah menggunakan kalimat perintah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks naratif menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu dan memiliki tokoh serta alur cerita, sedangkan teks deskriptif menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci tanpa alur cerita. Sementara itu, teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan, lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan ciri kebahasaan berupa kalimat perintah serta kata hubung urutan. Dengan memahami ketiga jenis teks ini, kita dapat membaca dan menulis berbagai bacaan dengan lebih tepat dan percaya diri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks naratif, deskriptif, dan prosedur hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur (cerita dan gambaran) muncul dalam satu paragraf.
  • Murid cenderung lupa menggunakan kata hubung urutan saat menulis teks prosedur, sehingga langkah-langkahnya terasa meloncat.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik membahas contoh cerita yang mereka sukai.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel perbandingan ciri-ciri sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih kesulitan membedakan jenis teks.
  • Mengulang penjelasan kata hubung urutan dengan analogi sederhana (misalnya urutan membuat mi instan) agar lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu diskusi kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti teks prosedur yang harus diikuti langkah demi langkah dengan urutan yang benar, teruslah mengurutkan niat baikmu setiap hari: belajar dengan tekun, membaca dengan teliti, dan tidak lupa menjaga shalat lima waktu. Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Selasa 29 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Jelajahi Bumi Kita!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 29 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
IPAS
🌍
Materi
Siklus Air dan Perubahan-Perubahan di Permukaan Bumi
⭐
Pertemuan Ke
16
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada air hujan yang turun, ada sungai yang mengalir, ada awan yang berarak di langit. Allah Maha Pencipta, Dzat yang mengatur perputaran air di bumi ini dengan sangat teratur dan seimbang. Allah Maha Pengasih, Dzat yang menurunkan hujan sebagai rezeki bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang siklus air dan bagaimana air serta cuaca dapat mengubah permukaan bumi tempat kita tinggal. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌡️💧

🌧️ Siklus Air & Perubahan Permukaan Bumi

IPAS · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bumi dan Antariksa)

Pada akhir Fase C, murid memahami bahwa air mengalami siklus perubahan wujud yang terus berulang melalui proses evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi, memahami keterkaitan siklus air dengan keberlangsungan makhluk hidup, mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir beserta penyebabnya, serta mengusulkan dan menerapkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran

1. Murid mampu menjelaskan tahapan terjadinya siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi).

2. Murid mampu menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) beserta penyebabnya.

3. Murid mampu mengusulkan upaya sederhana untuk menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ekosistem di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali keterkaitan makhluk hidup dengan lingkungannya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang siklus air agar tahapan evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulMelakukan pengamatan/percobaan sederhana (mengamati embun pada gelas berisi air dingin) untuk membuktikan sendiri proses siklus air secara nyata.

MindfulMengamati gambar/video perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) secara teliti untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya.

MeaningfulMenyajikan hasil pengamatan secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan sederhana bersama kelompok.

JoyfulBerdiskusi kelompok mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan lingkungan melalui permainan "Peta Ide Peduli Bumi".

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep ekosistem sebagai bekal memahami keterkaitan makhluk hidup dengan siklus air dan permukaan bumi.
  2. Murid dapat memahami tahapan siklus air melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat membuktikan proses terjadinya embun (kondensasi) melalui percobaan sederhana bersama kelompok.
  4. Murid dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) melalui pengamatan gambar/video.
  5. Murid dapat menyajikan hasil pengamatan/percobaan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri.
  6. Murid dapat mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi melalui diskusi kelompok.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena materi siklus air dan perubahan permukaan bumi lebih mudah dipahami murid ketika mereka menemukan sendiri konsepnya melalui pengamatan dan percobaan sederhana, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, percobaan sederhana, diskusi kelompok, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ekosistem.

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
  2. Sebutkan masing-masing 3 contoh komponen biotik dan komponen abiotik pada ekosistem sawah!
  3. Jelaskan perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan!
  4. Mengapa produsen berperan sangat penting dalam suatu ekosistem?
  5. Sebuah ekosistem kolam terdiri atas tumbuhan air, ikan kecil, ikan besar, dan bakteri pengurai. Urutkan peran keempat makhluk hidup tersebut dalam rantai makanan, mulai dari produsen!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan tak hidup (komponen abiotik) di suatu tempat.
  2. Biotik: padi, katak, burung (jawaban lain yang relevan diterima). Abiotik: air, tanah, sinar matahari (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu, sedangkan jaring-jaring makanan adalah gabungan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan.
  4. Karena produsen (tumbuhan hijau) mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis, sehingga menjadi sumber energi utama bagi seluruh makhluk hidup lain dalam ekosistem.
  5. Urutan: tumbuhan air (produsen) → ikan kecil (konsumen I) → ikan besar (konsumen II) → bakteri pengurai (dekomposer).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Siklus Air dan Perubahan Permukaan Bumi

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang siklus air dan perubahan permukaan bumi.

1️⃣ Mengurutkan Tahapan Siklus Air

Siklus air adalah perputaran air yang terjadi terus-menerus melalui empat tahapan utama. Evaporasi adalah proses air di laut, sungai, dan danau menguap menjadi uap air karena panas matahari. Kondensasi adalah proses uap air di udara berubah menjadi titik-titik air (awan) karena suhu yang dingin. Presipitasi adalah proses titik-titik air di awan jatuh ke bumi sebagai hujan. Infiltrasi adalah proses air hujan meresap ke dalam tanah.

Percobaan sederhana: Isi gelas dengan air es, lalu diamkan beberapa menit. Amati bagian luar gelas – akan muncul titik-titik air (embun). Itulah contoh kecil dari proses kondensasi dalam siklus air!

2️⃣ Penyebab dan Dampak Perubahan Permukaan Bumi

Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh air atau angin, biasanya terjadi di daerah lereng atau hutan yang gundul sehingga tanah mudah longsor dan kehilangan kesuburannya. Abrasi adalah pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus, sehingga garis pantai bisa semakin mundur. Banjir terjadi ketika air hujan tidak dapat meresap atau mengalir dengan baik, sering disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air atau hilangnya daerah resapan air.

Contoh: Hutan yang gundul membuat akar pohon tidak lagi menahan tanah, sehingga saat hujan deras terjadi erosi yang bisa berujung pada banjir di daerah yang lebih rendah.

3️⃣ Menyajikan Hasil Pengamatan/Percobaan

Setelah melakukan pengamatan atau percobaan, hasilnya perlu disajikan agar dapat dipahami orang lain. Penyajian bisa dilakukan secara lisan (menjelaskan di depan kelas) maupun tertulis (membuat laporan sederhana berisi apa yang diamati, apa yang terjadi, dan kesimpulannya).

Contoh laporan sederhana: "Kami mengamati gelas berisi air es. Setelah 5 menit, muncul titik-titik air di bagian luar gelas. Kesimpulan: udara di sekitar gelas mengandung uap air yang berubah menjadi titik air (kondensasi) saat menyentuh permukaan gelas yang dingin."

4️⃣ Sikap Peduli Lingkungan

Sebagai murid, kita bisa menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi, misalnya menghemat penggunaan air, tidak membuang sampah ke sungai, menanam pohon untuk mencegah erosi, dan ikut menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah dan sekolah.

Ingat: air yang bersih dan lingkungan yang terjaga adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan cara menjaganya sebaik mungkin. 💧🌱

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Proses berubahnya air menjadi uap air karena panas matahari disebut …
    A. Kondensasi   B. Evaporasi   C. Presipitasi   D. Infiltrasi
  2. Proses pengembunan uap air menjadi titik-titik air di awan disebut …
    A. Evaporasi   B. Presipitasi   C. Kondensasi   D. Infiltrasi
  3. Pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus disebut …
    A. Erosi   B. Abrasi   C. Infiltrasi   D. Kondensasi
  4. Salah satu penyebab utama banjir di daerah perkotaan adalah …
    A. Banyaknya daerah resapan air   B. Tingginya proses evaporasi   C. Curah hujan yang sangat rendah   D. Saluran drainase yang tersumbat sampah
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Hutan gundul mempercepat erosi (2) Akar pohon menyerap air hujan (3) Tanggul pantai mencegah abrasi (4) Sampah menyumbat drainase menyebabkan banjir. Pasangan pernyataan yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dan bencana adalah …
    A. (1) dan (4)   B. (2) dan (3) saja   C. (1) dan (3) saja   D. (2) dan (4) saja

B. Isian Singkat

  1. Proses air hujan yang meresap ke dalam tanah disebut …
  2. Pengikisan tanah yang terjadi karena aliran air atau angin, terutama di lahan gundul, disebut …
  3. Salah satu upaya sederhana untuk mencegah banjir adalah dengan membiasakan diri …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan empat tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Sebuah daerah pesisir mengalami abrasi yang semakin parah setiap tahun, sehingga garis pantai semakin mundur ke daratan. Menurutmu, apa penyebab abrasi tersebut dan sebutkan minimal 2 upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. D   5. A

Isian Singkat

  1. Infiltrasi
  2. Erosi
  3. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai/saluran air (jawaban lain yang relevan dapat diterima)

Esai

  1. Evaporasi: air di laut/sungai/danau menguap karena panas matahari → Kondensasi: uap air berubah menjadi titik-titik air (awan) di udara yang dingin → Presipitasi: titik-titik air jatuh ke bumi sebagai hujan → Infiltrasi: air hujan meresap ke dalam tanah. (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Penyebab: hantaman gelombang laut yang terus-menerus, hilangnya vegetasi pelindung pantai (seperti hutan bakau), dan naiknya permukaan air laut. Upaya pencegahan: menanam hutan bakau/mangrove di sepanjang pantai, membangun pemecah gelombang atau tanggul pantai, serta tidak merusak terumbu karang yang menjadi pelindung alami pantai. (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa air di bumi mengalami siklus yang berulang melalui empat tahapan: evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Siklus air ini juga berkaitan erat dengan perubahan permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir, yang dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Air adalah nikmat besar yang Allah turunkan untuk seluruh makhluk hidup, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya agar bumi tetap seimbang dan nyaman untuk ditinggali.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar siklus air dan perubahan permukaan bumi hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih tertukar antara istilah erosi dan abrasi karena keduanya sama-sama berupa pengikisan.
  • Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (gelas, air es) terbatas sehingga tidak semua murid dapat mencoba langsung.
  • Waktu presentasi hasil pengamatan kelompok kadang kurang karena diskusi yang cukup panjang.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan gambar/diagram perbandingan erosi dan abrasi secara berdampingan agar perbedaannya lebih jelas.
  • Meminta murid membawa alat percobaan sederhana dari rumah sehari sebelumnya, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per kelompok.
🌡️💧🌱

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti air yang terus berputar menjaga keseimbangan bumi, teruslah menjaga semangat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jaga kebersihan lingkungan, hemat air, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan peduli terhadap alam ciptaan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.