Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Ajar Seni Rupa dan Pendidikan Pancasila Kelas 5 Saudah (Kamis 27 Agustus 2026)

ENITAS

Pembelajaran Kelas 5 Saudah

Selamat datang, anak-anak hebat! Mari belajar dengan ceria, aktif, dan penuh rasa syukur. 🌟


IDENTITAS :

👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
 Kamis, 27 Agustus 2026
🎒
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📖
Mata Pelajaran
 Seni Rupa & Pancasila
💡
Materi
Menggambar Objek dan Sikap Teladan Tokoh perumus pancasila
🔢
Pertemuan Ke
 8

🌟 Apersepsi & Salam Sapa

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? 😊 Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Hari ini kita akan belajar sambil mengingat kebesaran Allah. Allah sangat baik kepada kita dan seluruh makhluk-Nya. Yuk, kita mengenal tiga kebesaran Allah yang dapat kita hubungkan langsung dengan pembelajaran hari ini. 🌱

🌎 Allah Maha KhaliqAllah adalah Pencipta seluruh alam dan segala sesuatu yang kita pelajari.
🛡️ Allah Maha MalikAllah adalah Pemelihara dan Pengatur seluruh ciptaan-Nya dengan sempurna.
🌾 Allah Maha RazaqAllah adalah Pemberi rezeki bagi seluruh makhluk-Nya.

Allah Maha Khaliq, Zat yang menciptakan kita dan menciptakan segala sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Apa pun materi yang kita pelajari hari ini, mari kita lihat sebagai tanda kebesaran Allah. 🔍✨

Allah Maha Malik, Zat yang memelihara dan mengatur ciptaan-Nya. Karena itu, saat belajar kita juga perlu memahami bagaimana sesuatu bekerja, berubah, tersusun, atau digunakan dengan baik sesuai materi hari ini. 🧠💫

Allah Maha Razaq, Zat yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, bersyukur atas kesempatan belajar, dan menggunakan ilmu yang kita dapat untuk kebaikan. ❤️📚

🎯 Capaian Pembelajaran

Pendidikan Pancasila — Fase C

Peserta didik memahami sejarah kelahiran Pancasila sebagai dasar negara serta mampu meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menekankan sikap menghargai pendapat, persatuan, musyawarah, tanggung jawab, dan kepentingan bersama.

🎨 Seni Rupa — Fase C

Peserta didik mampu mengamati objek dan lingkungan, mengeksplorasi unsur rupa, serta menciptakan karya dengan menggunakan alat, bahan, teknik, dan pengembangan imajinasi secara kreatif. Pada pembelajaran ini kemampuan tersebut diterapkan melalui praktik menggambar objek.

🚀 Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa mampu menjelaskan sikap positif yang dapat diteladani dari para perumus Pancasila.
  2. Siswa mampu memberikan contoh penerapan sikap tersebut di rumah, sekolah, dan masyarakat.
  3. Siswa mampu mempraktikkan sikap menghargai pendapat, bermusyawarah, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bersama.
  4. Siswa mampu menjelaskan urutan langkah menggambar objek.
  5. Siswa mampu mempraktikkan gambar objek secara kreatif berdasarkan hasil pengamatan.

🌈 Pelaksanaan: Mindful • Bermakna • Menyenangkan

🧘 Mindful Apersepsi dan pertanyaan pemantik, mengamati video dengan fokus, menghubungkan materi dengan pengalaman, serta refleksi.

💚 Bermakna Mengaitkan sikap perumus Pancasila dengan musyawarah kelompok, menghargai teman, dan menjaga persatuan; mengamati benda nyata di sekitar untuk digambar.

🎉 Menyenangkan Menonton video, kuis benar/salah, memilih objek favorit, praktik menggambar, dan apresiasi karya teman.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

1
Mengaitkan pengalaman awal. Review Panitia Sembilan dan prinsip seni rupa. Bermakna
2
Membangun kesadaran. Apersepsi kebesaran Allah dan kaitannya dengan belajar, bermusyawarah, mengamati, serta berkarya. Mindful
3
Mengamati video. Menemukan informasi penting tentang sikap perumus Pancasila dan menggambar objek. Menyenangkan
4
Menganalisis. Menghubungkan sikap tokoh dengan masalah sederhana dalam kehidupan siswa. Mindful Bermakna
5
Demonstrasi. Guru memperagakan pengamatan, sketsa, proporsi, detail, dan pewarnaan. Mindful
6
Praktik kreatif. Siswa menggambar satu objek pilihan. Menyenangkan
7
Apresiasi dan refleksi. Siswa menunjukkan karya dan menyebutkan satu sikap Pancasila yang akan diterapkan. Bermakna

🧩 Model, Metode, Media & Alat Peraga

Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan pembelajaran berbasis praktik/karya.

Metode: tanya jawab, diskusi, observasi, demonstrasi, penugasan, praktik, presentasi, apresiasi, dan refleksi.

Media: video, gambar tokoh, kartu situasi, slide, papan tulis, contoh gambar objek, dan LKPD.

Alat/bahan: kertas gambar, pensil HB/2B, penghapus, rautan, penggaris, pensil warna/krayon/spidol, serta benda nyata seperti botol, gelas, buah, daun, tas, sepatu, atau tempat pensil.

🌙 Pendahuluan: Apersepsi Ayat & Pertanyaan Pemantik

🌷 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak hebat? Semoga hari ini sehat, bahagia, dan semangat belajar. Mari bersyukur kepada Allah Swt. karena Allah memberi kita kesempatan untuk belajar, berpikir, bekerja sama, dan berkarya.

🌍 Allah Maha Mencipta

Allah menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan berpikir. Dengan akal, kita dapat menyampaikan gagasan, bermusyawarah, dan membuat karya.

🛡️ Allah Maha Memelihara

Allah memelihara kehidupan kita. Karena itu kita perlu menjaga persatuan, menghargai sesama, dan merawat lingkungan.

🍎 Allah Maha Memberi Rezeki

Ilmu, kesehatan, keluarga, alat belajar, dan kesempatan belajar adalah nikmat Allah. Kita mensyukurinya dengan belajar dan berbuat baik.

Para perumus Pancasila menggunakan kemampuan berpikir dan kesempatan yang Allah berikan untuk mencari dasar negara yang dapat mempersatukan bangsa. Saat menggambar, kita juga mengamati ciptaan Allah dan mengubah hasil pengamatan menjadi karya yang indah.

💭 Pertanyaan Pemantik

1. Mengapa perbedaan pendapat perlu diselesaikan dengan musyawarah?
2. Jika pendapatmu berbeda dengan teman, bagaimana kamu menjaga persatuan?
3. Apa hubungan antara mengamati ciptaan Allah dan kegiatan menggambar?
4. Bagaimana cara menggunakan nikmat Allah berupa akal dan keterampilan untuk kebaikan?

🔄 Review Materi Sebelumnya — Benar atau Salah

Tuliskan Benar atau Salah.

1. Panitia Sembilan berperan penting dalam proses perumusan dasar negara Indonesia.
2. Panitia Sembilan dibentuk untuk mengatur kegiatan olahraga para pejuang Indonesia.
3. Keseimbangan merupakan salah satu prinsip dalam seni rupa.
4. Komposisi tidak berhubungan dengan pengaturan unsur-unsur dalam karya seni rupa.
5. Prinsip seni rupa membantu karya tampak lebih teratur dan menarik.

▶️ Inti Pembelajaran: Video

🎬 Tonton video, lalu tuliskan satu hal penting yang kamu pelajari.

🇮🇩 Video Sikap Perumus Pancasila 🎨 Video Langkah Menggambar Objek

Materi 1 — Meneladani Sikap Para Perumus Pancasila

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Dalam proses perumusannya, para tokoh bangsa memiliki gagasan yang beragam. Mereka tetap berdiskusi dan berusaha menemukan kesepakatan yang mengutamakan kepentingan bangsa.

⭐ Sikap yang Dapat Diteladani

  • Mengutamakan persatuan: tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
  • Menghargai pendapat: mendengarkan orang lain sebelum menanggapi.
  • Bermusyawarah: mencari keputusan bersama dengan pembicaraan yang baik.
  • Mengutamakan kepentingan bersama: tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.
  • Rela berkorban: bersedia memberikan waktu dan tenaga demi kebaikan bersama.
  • Bertanggung jawab: melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.
🏫 Contoh: Saat membuat poster kelompok, ada teman yang ingin menggambar dan teman lain ingin menulis. Kalian tidak bertengkar. Kalian bermusyawarah, membagi tugas, dan saling membantu. Itulah contoh menghargai pendapat, kerja sama, tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan bersama.
💡 Ingat! Meneladani para perumus Pancasila bukan hanya menghafal nama tokoh, tetapi mempraktikkan sikap baik mereka dalam kehidupan sehari-hari.

🎨 Materi 2 — Langkah-Langkah Menggambar Objek

Menggambar objek adalah kegiatan menggambarkan benda yang kita amati. Objek dapat berupa buah, botol, sepatu, tas, tanaman, gelas, mainan, atau benda lain di sekitar.

👀1. Amati
Bentuk & ukuran
✏️2. Sketsa
Bentuk dasar
📐3. Proporsi
Bandingkan ukuran
🔍4. Detail
Ciri objek
🌈5. Warna
Kreatif & rapi
  1. Pilih objek. Pilih benda yang mudah diamati.
  2. Amati. Perhatikan bentuk, tinggi, lebar, warna, posisi, dan bagian-bagiannya.
  3. Buat sketsa. Gunakan garis tipis untuk bentuk dasar.
  4. Perhatikan proporsi. Sesuaikan ukuran antarbagian agar gambar tampak seimbang.
  5. Tambahkan detail. Masukkan pola, tekstur, tangkai, daun, atau ciri khas lainnya.
  6. Pertegas garis. Rapikan garis yang sudah sesuai.
  7. Beri warna. Gunakan warna berdasarkan pengamatan atau kembangkan secara kreatif.
  8. Evaluasi. Periksa bentuk, proporsi, detail, warna, dan kerapian.
🍎 Contoh sehari-hari: Jika menggambar apel, amati bentuk bulatnya, buat sketsa ringan, tambahkan tangkai dan daun, perhatikan bagian terang dan gelap, lalu warnai dengan rapi.
🎨 Jangan takut salah! Sketsa dapat diperbaiki. Setiap anak boleh memiliki gaya gambar berbeda. Yang penting adalah mengamati, berusaha, kreatif, dan menyelesaikan karya.

🖍️ Praktik Kreatif

Tugas: Pilih satu benda di sekitarmu dan gambarlah mengikuti langkah yang telah dipelajari.

  1. Amati objek.
  2. Buat sketsa.
  3. Perhatikan proporsi.
  4. Tambahkan detail.
  5. Pertegas garis.
  6. Warnai.
  7. Rapikan dan evaluasi.

Lengkapi kalimat: “Saya memilih objek ini karena …”

📝 Penutup — Asesmen Formatif

🔵 A. Pilihan Ganda

1. [Mudah]
Ketika teman menyampaikan pendapat yang berbeda, sikap kita sebaiknya …
A. mendengarkan dan menghargai
B. langsung menolak
C. meninggalkan kelompok
D. memaksa teman setuju
2. [Mudah]
Langkah pertama dalam menggambar objek adalah …
A. memberi warna
B. menambahkan detail
C. mengamati objek
D. menebalkan garis
3. [Sedang]
Ketika anggota kelompok berbeda pendapat, tindakan yang sesuai nilai Pancasila adalah …
A. membiarkan satu orang memutuskan
B. memilih pendapat yang paling keras
C. membatalkan tugas
D. bermusyawarah mencari kesepakatan
4. [Sedang]
Mengapa sketsa awal sebaiknya dibuat dengan garis tipis?
A. agar gambar cepat selesai
B. agar mudah diperbaiki
C. agar tidak perlu mengamati objek
D. agar warna lebih terang
5. [Sukar]
Jika ide menggambarmu berbeda dengan teman satu kelompok, sikap terbaik adalah …
A. memaksakan ide sendiri
B. tidak mau bekerja sama
C. mendengarkan semua ide dan mencari kesepakatan
D. mengikuti ide teman tanpa berdiskusi

🟢 B. Isian

6. Proses mengambil keputusan bersama melalui pembicaraan disebut …
7. Perbandingan ukuran bagian-bagian objek dalam gambar disebut …
8. Sikap mendahulukan kepentingan bersama dapat memperkuat …

🟣 C. Esai

9. [Sedang]
Sebutkan tiga sikap para perumus Pancasila yang dapat kamu terapkan di sekolah dan berikan contohnya!
10. [Sukar]
Bayangkan kamu dan teman memiliki pendapat berbeda saat membuat gambar bersama. Jelaskan langkah yang kamu lakukan agar perbedaan itu diselesaikan dengan sikap sesuai nilai Pancasila!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. A   2. C   3. D   4. B   5. C

Isian:
6. Musyawarah
7. Proporsi
8. Persatuan

Esai:
9. Jawaban dapat memuat menghargai pendapat, persatuan, musyawarah, tanggung jawab, rela berkorban, atau mengutamakan kepentingan bersama beserta contoh.
10. Jawaban ideal memuat mendengarkan pendapat, menyampaikan pendapat dengan santun, bermusyawarah, tidak memaksakan kehendak, mencari kesepakatan, dan mengutamakan kepentingan kelompok.

💡 Kesimpulan

Para perumus Pancasila memberikan teladan untuk menghargai pendapat, bermusyawarah, menjaga persatuan, bertanggung jawab, rela berkorban, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Menggambar objek dilakukan melalui tahapan mengamati, membuat sketsa, memperhatikan proporsi, menambahkan detail, mempertegas garis, memberi warna, dan mengevaluasi karya.

Kita dapat bersyukur kepada Allah dengan menggunakan akal, ilmu, kesehatan, dan kesempatan belajar untuk berbuat baik serta menghasilkan karya kreatif.

📊 Refleksi

Siswa yang paham: ____________________________________________

Siswa yang belum paham: ______________________________________

Senin, 24 Agustus 2026

Materi Ajar Matematika dan Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 26 Agustus 2026)

 

IDENTITAS

📚 KELAS V — BELAJAR ITU SERU!

Fase C • Matematika & Bahasa Indonesia

🔢 ✏️ 🧠 ⭐ 🌱
🌟 PEMBELAJARAN HARI INI
👩‍🏫 Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu 26 Agustus 2026
🎒 Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📖 Mata Pelajaran
Matematika dan Bahasa Indonesia
💡 Materi
🔢 Matematika: KPK dan FPB
✏️ Bahasa Indonesia: Kalimat Majemuk
🔢 Pertemuan Ke        7
🌤️ APERSEPSI — MENYAPA, BERSYUKUR, DAN BERPIKIR

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? 😊 Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan semangat belajar.

Sudahkah anak-anak melaksanakan salat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, salat merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Mari kita mulai pembelajaran dengan hati yang bersyukur kepada Allah Swt.

🌎 Allah Maha Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah adalah Pencipta seluruh makhluk dan segala keteraturan yang ada di alam. Allah menciptakan manusia, waktu, benda-benda di sekitar kita, bahkan kemampuan kita untuk mengenal angka dan menemukan pola.

Hari ini kita akan belajar KPK dan FPB. Kita akan melihat bahwa bilangan juga mempunyai pola dan keteraturan yang dapat membantu kita memecahkan masalah sehari-hari.

🛡️ Allah Maha Malik — Allah Maha Memelihara

Allah memelihara ciptaan-Nya dengan penuh keteraturan. Kita juga perlu menjaga keteraturan dalam berpikir. Saat mencari KPK dan FPB, kita harus teliti mengikuti pola, menemukan kesamaan, lalu menentukan jawaban dengan alasan yang benar.

🍚 Allah Maha Razzaq — Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah memberikan rezeki kepada semua makhluk. Kita dapat belajar bersyukur dengan menggunakan rezeki secara baik dan adil. Misalnya ketika membagi makanan secara sama rata, konsep FPB dapat membantu kita menentukan pembagian yang tepat.

Sementara itu, dalam Bahasa Indonesia kita belajar menyampaikan gagasan dengan kalimat yang teratur agar orang lain dapat memahami pesan yang kita sampaikan.

💭 Renungan:
Allah menciptakan segala sesuatu dengan keteraturan.

Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah dengan belajar berpikir teratur, menggunakan ilmu dengan baik, dan berbagi rezeki secara adil?

🔎 Pertanyaan Pemantik

1. Jika dua kegiatan berulang pada waktu yang berbeda, bagaimana kita mengetahui kapan keduanya terjadi bersamaan lagi?
2. Jika sejumlah makanan ingin dibagikan kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama tanpa sisa, bagaimana cara menentukan pembagiannya?
3. Mengapa sesuatu yang teratur lebih mudah dipahami daripada sesuatu yang tidak teratur?
4. Mengapa kita harus memilih kata yang tepat ketika menggabungkan dua gagasan menjadi sebuah kalimat?
🎯 IDENTITAS MATA PELAJARAN — CP, TP, ATP, DAN PERENCANAAN

🔢 MATEMATIKA

Capaian Pembelajaran Fase C:

Pada akhir Fase C, murid mengembangkan pemahaman bilangan dan operasi bilangan serta menggunakan penalaran matematis untuk memecahkan masalah dalam berbagai konteks kehidupan. Pembelajaran KPK dan FPB ditempatkan sebagai bagian dari kemampuan bilangan dan pemecahan masalah.

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat serta mampu menjelaskan alasan memilih KPK atau FPB dalam situasi kehidupan sehari-hari.

Alur Tujuan Pembelajaran Matematika:

  1. Mengidentifikasi kelipatan dan faktor suatu bilangan.
  2. Menentukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan.
  3. Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan.
  4. Membedakan situasi yang membutuhkan KPK dan situasi yang membutuhkan FPB.
  5. Menyelesaikan masalah kontekstual dan menjelaskan strategi penyelesaian.

Materi: KPK dan FPB.

Alokasi Waktu: 3 × 35 menit.

Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan pembelajaran kontekstual.

Metode: tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu bilangan, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.

Media & Alat Peraga: video pembelajaran, kartu bilangan, tabel kelipatan, papan tulis, spidol warna, LKPD, benda konkret, kalender, jam/timer, kartu soal, gambar paket makanan, dan alat tulis.

✏️ BAHASA INDONESIA

Capaian Pembelajaran Fase C:

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual, serta menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan pengalaman dengan rangkaian kalimat kompleks secara menarik dan sesuai kaidah bahasa.

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara dengan tepat menggunakan kata penghubung yang sesuai makna.

Alur Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia:

  1. Mengenali perbedaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
  2. Mengidentifikasi dua gagasan yang terdapat dalam kalimat majemuk setara.
  3. Mengenali fungsi kata penghubung seperti dan, tetapi, atau, sedangkan, lalu.
  4. Menggabungkan dua kalimat sederhana menjadi kalimat majemuk setara.
  5. Membuat kalimat majemuk berdasarkan pengalaman sehari-hari.

Materi: Kalimat Majemuk Setara.

Alokasi Waktu: 3 × 35 menit.

Model: Discovery Learning dipadukan dengan pembelajaran berbasis konteks.

Metode: menyimak, membaca, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, latihan menggabungkan kalimat, presentasi, dan refleksi.

Media & Alat Peraga: video, kartu kata, kartu kalimat, gambar aktivitas anak, teks pendek, LKPD, papan tulis, spidol warna, proyektor, dan lembar latihan.

🔄 PEMBUKAAN — REVIEW MATEMATIKA

Petunjuk: Tuliskan BENAR atau SALAH.

1. Hasil dari 245 + 135 adalah 380.
2. Hasil dari 500 − 275 adalah 235.
3. Hasil dari 24 × 5 adalah 120.
4. Hasil dari 360 ÷ 6 adalah 60.
5. Hasil dari 125 + 75 − 50 adalah 150.
🔄 PEMBUKAAN — REVIEW BAHASA INDONESIA

Petunjuk: Tuliskan BENAR atau SALAH.

1. Kata “pelari” berasal dari kata dasar “lari” dengan imbuhan pe-.
2. Kata “pekerja” dapat bermakna orang yang bekerja.
3. Kata “petani” menunjukkan orang yang bekerja sebagai petani.
4. Kata “penyanyi” tidak berhubungan dengan kegiatan menyanyi.
5. Kata “pembaca” dapat berarti orang yang membaca.
🎬 INTI PEMBELAJARAN — VIDEO PEMBELAJARAN

🔢 Matematika — KPK & FPB

Yuk amati video pembelajaran tentang KPK dan FPB. Catat satu hal yang paling kamu pahami dari video!

▶️ TONTON VIDEO KPK & FPB

✏️ Bahasa Indonesia — Kalimat Majemuk Setara

Video berikut membahas kalimat majemuk setara untuk kelas 5.

▶️ TONTON VIDEO KALIMAT MAJEMUK
🔢 INTI PEMBELAJARAN — MATEMATIKA

⭐ 1. Mengenal Kelipatan

Kelipatan suatu bilangan diperoleh dengan mengalikan bilangan tersebut dengan bilangan 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Jadi, 8, 12, 16, dan 20 merupakan beberapa contoh kelipatan dari 4.

⭐ 2. Mengenal Faktor

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12

Contohnya, 12 ÷ 3 = 4 tanpa sisa. Jadi, 3 merupakan faktor dari 12.

⏰ 3. KPK — Kelipatan Persekutuan Terkecil

KPK adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih, kemudian dipilih yang nilainya paling kecil.

Contoh: KPK dari 4 dan 6

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, ...
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

KPK (4, 6) = 12
💡 Ingat: KPK sering digunakan ketika kita ingin mengetahui kapan dua kegiatan yang berulang akan terjadi bersamaan lagi.

Contoh kehidupan sehari-hari:
Raka berlatih sepak bola setiap 4 hari. Dimas berlatih setiap 6 hari. Jika hari ini mereka berlatih bersama, berapa hari lagi mereka akan berlatih bersama?

Karena kita mencari waktu bertemu kembali, kita menggunakan KPK. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

🍎 4. FPB — Faktor Persekutuan Terbesar

FPB adalah faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih, kemudian dipilih faktor yang nilainya paling besar.

Contoh: FPB dari 12 dan 18

Faktor 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuan = 1, 2, 3, 6
FPB (12, 18) = 6
💡 Ingat: FPB sering digunakan untuk membagi benda menjadi kelompok yang sama banyak tanpa sisa.

Contoh kehidupan sehari-hari:
Ibu memiliki 12 apel dan 18 jeruk. Semua buah akan dimasukkan ke dalam paket dengan jumlah buah yang sama dan tidak bersisa. Banyak paket terbanyak yang dapat dibuat adalah 6 paket.

🧠 Trik cepat mengingat:

KPK → Kapan bertemu lagi?
🍎 FPB → Faktor untuk berbagi sama rata.
🌟 AKTIVITAS MINDFUL — MEANINGFUL — JOYFUL | MATEMATIKA

MINDFUL “Detektif Bilangan”

  • Tarik napas dan fokus sebelum mulai.
  • Amati pola kelipatan tanpa terburu-buru.
  • Jelaskan mengapa suatu bilangan termasuk faktor.

MEANINGFUL “KPK atau FPB?”

  • Guru memberikan masalah jadwal piket dan pembagian makanan.
  • Murid menentukan apakah masalah tersebut menggunakan KPK atau FPB.
  • Murid menjelaskan alasan pilihannya.

JOYFUL “Lomba Kartu Kelipatan”

  • Murid berkelompok mendapatkan kartu bilangan.
  • Murid berlomba menemukan KPK atau FPB dengan benar.
  • Kelompok memperoleh bintang untuk jawaban dan penjelasan terbaik.
✏️ INTI PEMBELAJARAN — BAHASA INDONESIA

⭐ 1. Apa Itu Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan sehingga membentuk satu kesatuan makna.

Salah satu jenisnya adalah kalimat majemuk setara. Bagian-bagian kalimatnya mempunyai kedudukan yang setara.

🔗 Kata Penghubung Kalimat Majemuk Setara

KataFungsi / Contoh
danMenggabungkan gagasan.
“Ani membaca dan Budi menulis.”
tetapiMenunjukkan pertentangan.
“Aku ingin bermain, tetapi harus belajar.”
atauMenunjukkan pilihan.
“Kamu memilih apel atau jeruk?”
sedangkanMembandingkan dua keadaan.
“Dina membaca, sedangkan Rani menggambar.”
laluMenunjukkan urutan.
“Aku belajar, lalu mengerjakan latihan.”

🧩 2. Menggabungkan Dua Kalimat

Kalimat 1: Siti membaca buku.

Kalimat 2: Siti membuat catatan.

Siti membaca buku dan membuat catatan.

Kata dan digunakan karena kedua kegiatan tersebut merupakan dua gagasan yang digabungkan.

🏫 3. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

📚 “Saya membaca buku dan adik mengerjakan tugas.”

⚽ “Saya ingin bermain sepak bola, tetapi saya harus belajar.”

🍎 “Kamu ingin makan apel atau jeruk?”

🎨 “Rina menggambar, sedangkan Sinta menulis cerita.”

🏠 “Saya merapikan kamar, lalu membantu ibu.”

Ingat! Pilih kata penghubung berdasarkan hubungan makna antargagasan, bukan sekadar karena terdengar cocok.
🌟 AKTIVITAS MINDFUL — MEANINGFUL — JOYFUL | BAHASA INDONESIA

MINDFUL “Baca dengan Teliti”

  • Baca dua kalimat dengan perlahan.
  • Tentukan hubungan makna keduanya.
  • Pilih kata penghubung yang paling tepat.

MEANINGFUL “Kalimat dari Pengalamanku”

  • Murid menuliskan dua kegiatan yang dilakukan hari ini.
  • Murid menggabungkannya menjadi kalimat majemuk setara.
  • Murid membacakan kalimat kepada teman.

JOYFUL “Puzzle Kalimat”

  • Guru menyediakan kartu subjek, predikat, dan kata penghubung.
  • Murid menyusun kartu menjadi kalimat yang benar.
  • Kelompok lain memeriksa apakah kalimat tersebut sudah tepat.
📝 PENUTUP — ASESMEN FORMATIF MATEMATIKA

🔢 A. Pilihan Ganda

MUDAH

1. Kelipatan 6 yang benar adalah ...

A. 6, 12, 18, 24

B. 1, 2, 3, 6

C. 6, 8, 10, 12

D. 2, 4, 6, 8

MUDAH

2. Salah satu faktor dari 20 adalah ...

A. 3

B. 4

C. 7

D. 9

SEDANG

3. KPK dari 8 dan 12 adalah ...

A. 16

B. 20

C. 24

D. 48

SEDANG

4. FPB dari 24 dan 36 adalah ...

A. 4

B. 6

C. 8

D. 12

SUKAR

5. Bus A datang setiap 10 menit dan bus B datang setiap 15 menit. Jika keduanya datang bersamaan sekarang, keduanya akan datang bersamaan lagi setelah ...

A. 20 menit

B. 25 menit

C. 30 menit

D. 45 menit

✍️ B. Isian

MUDAH

6. Faktor dari 16 adalah 1, 2, 4, 8, dan ______.

SEDANG

7. KPK dari 6 dan 8 adalah ______.

SUKAR

8. FPB dari 30 dan 45 adalah ______.

🧠 C. Esai

SEDANG

9. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan KPK dan FPB. Berikan satu contoh penggunaan KPK dan satu contoh penggunaan FPB dalam kehidupan sehari-hari.

SUKAR

10. Ani memiliki 24 permen dan 36 cokelat. Semua akan dibagikan ke beberapa anak dalam jumlah yang sama tanpa sisa. Berapa kelompok terbanyak yang dapat dibuat? Jelaskan caramu.

🔐 Kunci Jawaban Matematika

Pilihan Ganda:

1. A   2. B   3. C   4. D   5. C

Isian:

6. 16   7. 24   8. 15

Esai:

  1. KPK mencari kelipatan persekutuan terkecil, misalnya untuk menentukan kapan dua kegiatan berulang terjadi bersama lagi. FPB mencari faktor persekutuan terbesar, misalnya untuk membagi benda menjadi kelompok sama banyak tanpa sisa.
  2. FPB(24,36) = 12, sehingga kelompok terbanyak adalah 12 kelompok.
📝 PENUTUP — ASESMEN FORMATIF BAHASA INDONESIA

✏️ A. Pilihan Ganda

MUDAH

1. Kalimat berikut yang merupakan kalimat majemuk setara adalah ...

A. Rina membaca buku.

B. Rina membaca buku dan Budi menulis.

C. Rina membaca buku di perpustakaan.

D. Rina sedang membaca.

MUDAH

2. Kata penghubung yang tepat untuk menyatakan pilihan adalah ...

A. dan

B. tetapi

C. atau

D. sedangkan

SEDANG

3. Kalimat yang tepat adalah ...

A. Saya belajar tetapi mengerjakan tugas.

B. Saya belajar dan adik membaca buku.

C. Saya belajar atau adik sedang tidur.

D. Saya belajar sedangkan tetapi adik bermain.

SEDANG

4. Kata penghubung yang tepat: “Dina suka menggambar, ______ Rani suka membaca.”

A. dan

B. tetapi

C. atau

D. sedangkan

SUKAR

5. Kalimat yang menggunakan kata penghubung secara paling tepat adalah ...

A. Aku ingin bermain, tetapi tugas sekolahku belum selesai.

B. Aku ingin bermain, atau tugas sekolahku belum selesai.

C. Aku ingin bermain, dan tugas sekolahku belum selesai tetapi.

D. Aku ingin bermain, sedangkan karena tugas sekolahku selesai.

✍️ B. Isian

MUDAH

6. “Ayah membaca koran ______ ibu memasak.” Kata penghubung yang tepat adalah ______.

SEDANG

7. “Saya ingin makan nasi ______ mi.” Kata penghubung yang tepat adalah ______.

SUKAR

8. Gabungkan kalimat berikut menjadi kalimat majemuk setara: “Budi menyiram tanaman. Siti membersihkan halaman.”

🧠 C. Esai

SEDANG

9. Buatlah dua kalimat majemuk setara menggunakan kata penghubung dan serta tetapi.

SUKAR

10. Perhatikan dua gagasan berikut: “Kamu ingin bermain bersama teman.” dan “Kamu harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu.” Gabungkan kedua gagasan tersebut menjadi kalimat majemuk setara yang tepat. Jelaskan alasan penggunaan kata penghubungmu.

🔐 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia

Pilihan Ganda:

1. B   2. C   3. B   4. D   5. A

Isian:

6. dan   7. atau

8. Budi menyiram tanaman dan Siti membersihkan halaman.

Esai:

  1. Jawaban dapat bervariasi. Contoh: “Saya membaca buku dan adik menggambar.” “Saya ingin bermain, tetapi saya harus belajar.”
  2. Contoh: “Saya ingin bermain bersama teman, tetapi saya harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu.” Kata tetapi tepat karena menunjukkan pertentangan antara keinginan bermain dan kewajiban menyelesaikan tugas.
🌈 KESIMPULAN PEMBELAJARAN

🔢 Kesimpulan Matematika

Kelipatan diperoleh melalui perkalian, sedangkan faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan. KPK digunakan untuk mencari kelipatan persekutuan terkecil, terutama pada kejadian yang berulang dan bertemu kembali. FPB digunakan untuk mencari faktor persekutuan terbesar, terutama ketika membagi sesuatu secara sama rata tanpa sisa.

✏️ Kesimpulan Bahasa Indonesia

Kalimat majemuk setara menggabungkan dua gagasan atau lebih yang kedudukannya setara. Kata penghubung seperti dan, tetapi, atau, sedangkan, dan lalu dipilih berdasarkan hubungan makna antargagasan.

Hari ini aku belajar bahwa ilmu membantu kita melihat keteraturan ciptaan Allah dan menggunakan keteraturan itu untuk menyelesaikan masalah.
👩‍🏫 REFLEKSI PEMBELAJARAN GURU

🔢 Matematika

Kendala Pembelajaran:

Beberapa anak masih belum lancar perkalian dasar sehingga sering keliru saat mendaftar kelipatan bilangan (salah menjumlahkan secara berulang).

Tindak Lanjut:

Disisipkan permainan kuis tebak perkalian dasar yang menyenangkan di awal pelajaran agar hafalan perkalian anak-anak semakin lancar

✏️ Bahasa Indonesia

Kendala Pembelajaran:

Beberapa anak masih kurang tepat dalam memilih kata hubung yang sesuai makna kalimat (misalnya sering tertukar antara penggunaan tetapi dan sedangkan).

Tindak Lanjut:

Mengajak anak-anak bermain tebak kata hubung secara lisan dari kegiatan sehari-hari di kelas.
🌟 📚 🔢 ✏️ 🌈

Alhamdulillah! Pembelajaran Hari Ini Selesai 🎉

Teruslah bertanya, mencoba, dan berlatih. Kesalahan bukan alasan untuk berhenti, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih hebat.

Belajar dengan tekun • Berpikir dengan cerdas • Berbicara dengan santun • Bersyukur kepada Allah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.