Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Rabu, 01 April 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia dan Seni Rupa Kelas 5 Saudah (Kamis 02 April 2026)

Nama Guru : Dwi Maila Pauristina, S.Pd.

Mata Pelajaran : 
1. Bahasa Indonesia : Kalimat Perintah
2. Seni Rupa : Ragam Hias

Hari/Tanggal : Kamis / 2 April 2026
 
Kelas / Fase : 5 / C

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat memahami jenis kalimat perintah beserta contohnya

TP Seni Rupa :
Murid diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis ragam hias




Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....


Bahasa Indonesia
 

Kalimat perintah (imperatif) adalah kalimat yang bertujuan meminta atau menyuruh orang lain melakukan sesuatu, ditandai dengan intonasi tinggi/naik, penggunaan partikel -lah atau -kan, dan diakhiri tanda seru (!). Jenisnya meliputi perintah biasa, ajakan (ayo, mari), larangan (jangan), permintaan (tolong), dan saran/harapan.
Jenis-Jenis Kalimat Perintah dan Contohnya (Kelas 5)
  • Kalimat Perintah Biasa (Langsung): Perintah tegas langsung.
    • Contoh: "Tutup pintunya!" atau "Bersihkan papan tulis itu!".
  • Kalimat Perintah Ajakan: Mengajak orang lain melakukan sesuatu. Biasanya menggunakan kata ayo, mari, marilah.
    • Contoh: "Ayo, kita bersihkan taman!" atau "Marilah belajar bersama!".
  • Kalimat Perintah Larangan: Melarang melakukan sesuatu. Menggunakan kata jangan atau dilarang.
    • Contoh: "Jangan membuang sampah sembarangan!" atau "Dilarang menginjak rumput!".
  • Kalimat Perintah Permintaan/Permohonan: Meminta bantuan dengan sopan. Menggunakan kata tolong, harap, mohon.
    • Contoh: "Tolong ambilkan buku itu!" atau "Harap tenang saat ujian!".
  • Kalimat Perintah Saran/Harapan: Memberi saran atau harapan. Menggunakan kata sebaiknya, seharusnya, hendaknya.
    • Contoh: "Sebaiknya kamu makan obat ini!" atau "Hendaklah kita jujur!".
Ciri-Ciri Kalimat Perintah:
  1. Menggunakan tanda seru (!) di akhir kalimat.
  2. Intonasi tinggi atau naik.
  3. Sering menggunakan partikel -lah atau -kan (Contoh: Buanglah, Kerjakan).
  4. Subjek/pelaku seringkali tidak diungkapkan secara langsung.

SENI RUPA



Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Wassalamualikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar