Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Senin, 24 Agustus 2026

Materi Ajar Matematika dan Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 26 Agustus 2026)

 

IDENTITAS

📚 KELAS V — BELAJAR ITU SERU!

Fase C • Matematika & Bahasa Indonesia

🔢 ✏️ 🧠 ⭐ 🌱
🌟 PEMBELAJARAN HARI INI
👩‍🏫 Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu 26 Agustus 2026
🎒 Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📖 Mata Pelajaran
Matematika dan Bahasa Indonesia
💡 Materi
🔢 Matematika: KPK dan FPB
✏️ Bahasa Indonesia: Kalimat Majemuk
🔢 Pertemuan Ke        7
🌤️ APERSEPSI — MENYAPA, BERSYUKUR, DAN BERPIKIR

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? 😊 Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan semangat belajar.

Sudahkah anak-anak melaksanakan salat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, salat merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Mari kita mulai pembelajaran dengan hati yang bersyukur kepada Allah Swt.

🌎 Allah Maha Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah adalah Pencipta seluruh makhluk dan segala keteraturan yang ada di alam. Allah menciptakan manusia, waktu, benda-benda di sekitar kita, bahkan kemampuan kita untuk mengenal angka dan menemukan pola.

Hari ini kita akan belajar KPK dan FPB. Kita akan melihat bahwa bilangan juga mempunyai pola dan keteraturan yang dapat membantu kita memecahkan masalah sehari-hari.

🛡️ Allah Maha Malik — Allah Maha Memelihara

Allah memelihara ciptaan-Nya dengan penuh keteraturan. Kita juga perlu menjaga keteraturan dalam berpikir. Saat mencari KPK dan FPB, kita harus teliti mengikuti pola, menemukan kesamaan, lalu menentukan jawaban dengan alasan yang benar.

🍚 Allah Maha Razzaq — Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah memberikan rezeki kepada semua makhluk. Kita dapat belajar bersyukur dengan menggunakan rezeki secara baik dan adil. Misalnya ketika membagi makanan secara sama rata, konsep FPB dapat membantu kita menentukan pembagian yang tepat.

Sementara itu, dalam Bahasa Indonesia kita belajar menyampaikan gagasan dengan kalimat yang teratur agar orang lain dapat memahami pesan yang kita sampaikan.

💭 Renungan:
Allah menciptakan segala sesuatu dengan keteraturan.

Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah dengan belajar berpikir teratur, menggunakan ilmu dengan baik, dan berbagi rezeki secara adil?

🔎 Pertanyaan Pemantik

1. Jika dua kegiatan berulang pada waktu yang berbeda, bagaimana kita mengetahui kapan keduanya terjadi bersamaan lagi?
2. Jika sejumlah makanan ingin dibagikan kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama tanpa sisa, bagaimana cara menentukan pembagiannya?
3. Mengapa sesuatu yang teratur lebih mudah dipahami daripada sesuatu yang tidak teratur?
4. Mengapa kita harus memilih kata yang tepat ketika menggabungkan dua gagasan menjadi sebuah kalimat?
🎯 IDENTITAS MATA PELAJARAN — CP, TP, ATP, DAN PERENCANAAN

🔢 MATEMATIKA

Capaian Pembelajaran Fase C:

Pada akhir Fase C, murid mengembangkan pemahaman bilangan dan operasi bilangan serta menggunakan penalaran matematis untuk memecahkan masalah dalam berbagai konteks kehidupan. Pembelajaran KPK dan FPB ditempatkan sebagai bagian dari kemampuan bilangan dan pemecahan masalah.

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat serta mampu menjelaskan alasan memilih KPK atau FPB dalam situasi kehidupan sehari-hari.

Alur Tujuan Pembelajaran Matematika:

  1. Mengidentifikasi kelipatan dan faktor suatu bilangan.
  2. Menentukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan.
  3. Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan.
  4. Membedakan situasi yang membutuhkan KPK dan situasi yang membutuhkan FPB.
  5. Menyelesaikan masalah kontekstual dan menjelaskan strategi penyelesaian.

Materi: KPK dan FPB.

Alokasi Waktu: 3 × 35 menit.

Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan pembelajaran kontekstual.

Metode: tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu bilangan, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.

Media & Alat Peraga: video pembelajaran, kartu bilangan, tabel kelipatan, papan tulis, spidol warna, LKPD, benda konkret, kalender, jam/timer, kartu soal, gambar paket makanan, dan alat tulis.

✏️ BAHASA INDONESIA

Capaian Pembelajaran Fase C:

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual, serta menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan pengalaman dengan rangkaian kalimat kompleks secara menarik dan sesuai kaidah bahasa.

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara dengan tepat menggunakan kata penghubung yang sesuai makna.

Alur Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia:

  1. Mengenali perbedaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
  2. Mengidentifikasi dua gagasan yang terdapat dalam kalimat majemuk setara.
  3. Mengenali fungsi kata penghubung seperti dan, tetapi, atau, sedangkan, lalu.
  4. Menggabungkan dua kalimat sederhana menjadi kalimat majemuk setara.
  5. Membuat kalimat majemuk berdasarkan pengalaman sehari-hari.

Materi: Kalimat Majemuk Setara.

Alokasi Waktu: 3 × 35 menit.

Model: Discovery Learning dipadukan dengan pembelajaran berbasis konteks.

Metode: menyimak, membaca, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, latihan menggabungkan kalimat, presentasi, dan refleksi.

Media & Alat Peraga: video, kartu kata, kartu kalimat, gambar aktivitas anak, teks pendek, LKPD, papan tulis, spidol warna, proyektor, dan lembar latihan.

🔄 PEMBUKAAN — REVIEW MATEMATIKA

Petunjuk: Tuliskan BENAR atau SALAH.

1. Hasil dari 245 + 135 adalah 380.
2. Hasil dari 500 − 275 adalah 235.
3. Hasil dari 24 × 5 adalah 120.
4. Hasil dari 360 ÷ 6 adalah 60.
5. Hasil dari 125 + 75 − 50 adalah 150.
🔄 PEMBUKAAN — REVIEW BAHASA INDONESIA

Petunjuk: Tuliskan BENAR atau SALAH.

1. Kata “pelari” berasal dari kata dasar “lari” dengan imbuhan pe-.
2. Kata “pekerja” dapat bermakna orang yang bekerja.
3. Kata “petani” menunjukkan orang yang bekerja sebagai petani.
4. Kata “penyanyi” tidak berhubungan dengan kegiatan menyanyi.
5. Kata “pembaca” dapat berarti orang yang membaca.
🎬 INTI PEMBELAJARAN — VIDEO PEMBELAJARAN

🔢 Matematika — KPK & FPB

Yuk amati video pembelajaran tentang KPK dan FPB. Catat satu hal yang paling kamu pahami dari video!

▶️ TONTON VIDEO KPK & FPB

✏️ Bahasa Indonesia — Kalimat Majemuk Setara

Video berikut membahas kalimat majemuk setara untuk kelas 5.

▶️ TONTON VIDEO KALIMAT MAJEMUK
🔢 INTI PEMBELAJARAN — MATEMATIKA

⭐ 1. Mengenal Kelipatan

Kelipatan suatu bilangan diperoleh dengan mengalikan bilangan tersebut dengan bilangan 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Jadi, 8, 12, 16, dan 20 merupakan beberapa contoh kelipatan dari 4.

⭐ 2. Mengenal Faktor

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12

Contohnya, 12 ÷ 3 = 4 tanpa sisa. Jadi, 3 merupakan faktor dari 12.

⏰ 3. KPK — Kelipatan Persekutuan Terkecil

KPK adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih, kemudian dipilih yang nilainya paling kecil.

Contoh: KPK dari 4 dan 6

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, ...
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

KPK (4, 6) = 12
💡 Ingat: KPK sering digunakan ketika kita ingin mengetahui kapan dua kegiatan yang berulang akan terjadi bersamaan lagi.

Contoh kehidupan sehari-hari:
Raka berlatih sepak bola setiap 4 hari. Dimas berlatih setiap 6 hari. Jika hari ini mereka berlatih bersama, berapa hari lagi mereka akan berlatih bersama?

Karena kita mencari waktu bertemu kembali, kita menggunakan KPK. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

🍎 4. FPB — Faktor Persekutuan Terbesar

FPB adalah faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih, kemudian dipilih faktor yang nilainya paling besar.

Contoh: FPB dari 12 dan 18

Faktor 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuan = 1, 2, 3, 6
FPB (12, 18) = 6
💡 Ingat: FPB sering digunakan untuk membagi benda menjadi kelompok yang sama banyak tanpa sisa.

Contoh kehidupan sehari-hari:
Ibu memiliki 12 apel dan 18 jeruk. Semua buah akan dimasukkan ke dalam paket dengan jumlah buah yang sama dan tidak bersisa. Banyak paket terbanyak yang dapat dibuat adalah 6 paket.

🧠 Trik cepat mengingat:

KPK → Kapan bertemu lagi?
🍎 FPB → Faktor untuk berbagi sama rata.
🌟 AKTIVITAS MINDFUL — MEANINGFUL — JOYFUL | MATEMATIKA

MINDFUL “Detektif Bilangan”

  • Tarik napas dan fokus sebelum mulai.
  • Amati pola kelipatan tanpa terburu-buru.
  • Jelaskan mengapa suatu bilangan termasuk faktor.

MEANINGFUL “KPK atau FPB?”

  • Guru memberikan masalah jadwal piket dan pembagian makanan.
  • Murid menentukan apakah masalah tersebut menggunakan KPK atau FPB.
  • Murid menjelaskan alasan pilihannya.

JOYFUL “Lomba Kartu Kelipatan”

  • Murid berkelompok mendapatkan kartu bilangan.
  • Murid berlomba menemukan KPK atau FPB dengan benar.
  • Kelompok memperoleh bintang untuk jawaban dan penjelasan terbaik.
✏️ INTI PEMBELAJARAN — BAHASA INDONESIA

⭐ 1. Apa Itu Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan sehingga membentuk satu kesatuan makna.

Salah satu jenisnya adalah kalimat majemuk setara. Bagian-bagian kalimatnya mempunyai kedudukan yang setara.

🔗 Kata Penghubung Kalimat Majemuk Setara

KataFungsi / Contoh
danMenggabungkan gagasan.
“Ani membaca dan Budi menulis.”
tetapiMenunjukkan pertentangan.
“Aku ingin bermain, tetapi harus belajar.”
atauMenunjukkan pilihan.
“Kamu memilih apel atau jeruk?”
sedangkanMembandingkan dua keadaan.
“Dina membaca, sedangkan Rani menggambar.”
laluMenunjukkan urutan.
“Aku belajar, lalu mengerjakan latihan.”

🧩 2. Menggabungkan Dua Kalimat

Kalimat 1: Siti membaca buku.

Kalimat 2: Siti membuat catatan.

Siti membaca buku dan membuat catatan.

Kata dan digunakan karena kedua kegiatan tersebut merupakan dua gagasan yang digabungkan.

🏫 3. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

📚 “Saya membaca buku dan adik mengerjakan tugas.”

⚽ “Saya ingin bermain sepak bola, tetapi saya harus belajar.”

🍎 “Kamu ingin makan apel atau jeruk?”

🎨 “Rina menggambar, sedangkan Sinta menulis cerita.”

🏠 “Saya merapikan kamar, lalu membantu ibu.”

Ingat! Pilih kata penghubung berdasarkan hubungan makna antargagasan, bukan sekadar karena terdengar cocok.
🌟 AKTIVITAS MINDFUL — MEANINGFUL — JOYFUL | BAHASA INDONESIA

MINDFUL “Baca dengan Teliti”

  • Baca dua kalimat dengan perlahan.
  • Tentukan hubungan makna keduanya.
  • Pilih kata penghubung yang paling tepat.

MEANINGFUL “Kalimat dari Pengalamanku”

  • Murid menuliskan dua kegiatan yang dilakukan hari ini.
  • Murid menggabungkannya menjadi kalimat majemuk setara.
  • Murid membacakan kalimat kepada teman.

JOYFUL “Puzzle Kalimat”

  • Guru menyediakan kartu subjek, predikat, dan kata penghubung.
  • Murid menyusun kartu menjadi kalimat yang benar.
  • Kelompok lain memeriksa apakah kalimat tersebut sudah tepat.
📝 PENUTUP — ASESMEN FORMATIF MATEMATIKA

🔢 A. Pilihan Ganda

MUDAH

1. Kelipatan 6 yang benar adalah ...

A. 6, 12, 18, 24

B. 1, 2, 3, 6

C. 6, 8, 10, 12

D. 2, 4, 6, 8

MUDAH

2. Salah satu faktor dari 20 adalah ...

A. 3

B. 4

C. 7

D. 9

SEDANG

3. KPK dari 8 dan 12 adalah ...

A. 16

B. 20

C. 24

D. 48

SEDANG

4. FPB dari 24 dan 36 adalah ...

A. 4

B. 6

C. 8

D. 12

SUKAR

5. Bus A datang setiap 10 menit dan bus B datang setiap 15 menit. Jika keduanya datang bersamaan sekarang, keduanya akan datang bersamaan lagi setelah ...

A. 20 menit

B. 25 menit

C. 30 menit

D. 45 menit

✍️ B. Isian

MUDAH

6. Faktor dari 16 adalah 1, 2, 4, 8, dan ______.

SEDANG

7. KPK dari 6 dan 8 adalah ______.

SUKAR

8. FPB dari 30 dan 45 adalah ______.

🧠 C. Esai

SEDANG

9. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan KPK dan FPB. Berikan satu contoh penggunaan KPK dan satu contoh penggunaan FPB dalam kehidupan sehari-hari.

SUKAR

10. Ani memiliki 24 permen dan 36 cokelat. Semua akan dibagikan ke beberapa anak dalam jumlah yang sama tanpa sisa. Berapa kelompok terbanyak yang dapat dibuat? Jelaskan caramu.

🔐 Kunci Jawaban Matematika

Pilihan Ganda:

1. A   2. B   3. C   4. D   5. C

Isian:

6. 16   7. 24   8. 15

Esai:

  1. KPK mencari kelipatan persekutuan terkecil, misalnya untuk menentukan kapan dua kegiatan berulang terjadi bersama lagi. FPB mencari faktor persekutuan terbesar, misalnya untuk membagi benda menjadi kelompok sama banyak tanpa sisa.
  2. FPB(24,36) = 12, sehingga kelompok terbanyak adalah 12 kelompok.
📝 PENUTUP — ASESMEN FORMATIF BAHASA INDONESIA

✏️ A. Pilihan Ganda

MUDAH

1. Kalimat berikut yang merupakan kalimat majemuk setara adalah ...

A. Rina membaca buku.

B. Rina membaca buku dan Budi menulis.

C. Rina membaca buku di perpustakaan.

D. Rina sedang membaca.

MUDAH

2. Kata penghubung yang tepat untuk menyatakan pilihan adalah ...

A. dan

B. tetapi

C. atau

D. sedangkan

SEDANG

3. Kalimat yang tepat adalah ...

A. Saya belajar tetapi mengerjakan tugas.

B. Saya belajar dan adik membaca buku.

C. Saya belajar atau adik sedang tidur.

D. Saya belajar sedangkan tetapi adik bermain.

SEDANG

4. Kata penghubung yang tepat: “Dina suka menggambar, ______ Rani suka membaca.”

A. dan

B. tetapi

C. atau

D. sedangkan

SUKAR

5. Kalimat yang menggunakan kata penghubung secara paling tepat adalah ...

A. Aku ingin bermain, tetapi tugas sekolahku belum selesai.

B. Aku ingin bermain, atau tugas sekolahku belum selesai.

C. Aku ingin bermain, dan tugas sekolahku belum selesai tetapi.

D. Aku ingin bermain, sedangkan karena tugas sekolahku selesai.

✍️ B. Isian

MUDAH

6. “Ayah membaca koran ______ ibu memasak.” Kata penghubung yang tepat adalah ______.

SEDANG

7. “Saya ingin makan nasi ______ mi.” Kata penghubung yang tepat adalah ______.

SUKAR

8. Gabungkan kalimat berikut menjadi kalimat majemuk setara: “Budi menyiram tanaman. Siti membersihkan halaman.”

🧠 C. Esai

SEDANG

9. Buatlah dua kalimat majemuk setara menggunakan kata penghubung dan serta tetapi.

SUKAR

10. Perhatikan dua gagasan berikut: “Kamu ingin bermain bersama teman.” dan “Kamu harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu.” Gabungkan kedua gagasan tersebut menjadi kalimat majemuk setara yang tepat. Jelaskan alasan penggunaan kata penghubungmu.

🔐 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia

Pilihan Ganda:

1. B   2. C   3. B   4. D   5. A

Isian:

6. dan   7. atau

8. Budi menyiram tanaman dan Siti membersihkan halaman.

Esai:

  1. Jawaban dapat bervariasi. Contoh: “Saya membaca buku dan adik menggambar.” “Saya ingin bermain, tetapi saya harus belajar.”
  2. Contoh: “Saya ingin bermain bersama teman, tetapi saya harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu.” Kata tetapi tepat karena menunjukkan pertentangan antara keinginan bermain dan kewajiban menyelesaikan tugas.
🌈 KESIMPULAN PEMBELAJARAN

🔢 Kesimpulan Matematika

Kelipatan diperoleh melalui perkalian, sedangkan faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan. KPK digunakan untuk mencari kelipatan persekutuan terkecil, terutama pada kejadian yang berulang dan bertemu kembali. FPB digunakan untuk mencari faktor persekutuan terbesar, terutama ketika membagi sesuatu secara sama rata tanpa sisa.

✏️ Kesimpulan Bahasa Indonesia

Kalimat majemuk setara menggabungkan dua gagasan atau lebih yang kedudukannya setara. Kata penghubung seperti dan, tetapi, atau, sedangkan, dan lalu dipilih berdasarkan hubungan makna antargagasan.

Hari ini aku belajar bahwa ilmu membantu kita melihat keteraturan ciptaan Allah dan menggunakan keteraturan itu untuk menyelesaikan masalah.
👩‍🏫 REFLEKSI PEMBELAJARAN GURU

🔢 Matematika

Kendala Pembelajaran:

Tindak Lanjut:

Siswa yang Paham:

Siswa yang Belum Paham:

✏️ Bahasa Indonesia

Kendala Pembelajaran:

Tindak Lanjut:

Siswa yang Paham:

Siswa yang Belum Paham:

🌟 📚 🔢 ✏️ 🌈

Alhamdulillah! Pembelajaran Hari Ini Selesai 🎉

Teruslah bertanya, mencoba, dan berlatih. Kesalahan bukan alasan untuk berhenti, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih hebat.

Belajar dengan tekun • Berpikir dengan cerdas • Berbicara dengan santun • Bersyukur kepada Allah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Minggu, 23 Agustus 2026

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (Senin 24 Agustus 2026)


IDENTITAS

Materi Pembelajaran Hari Ini

✨ Belajar Sambil Bersyukur, Setiap Hari Semangat! ✨

👩‍🏫
NAMA GURU
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
🗓️
HARI / TANGGAL
Senin 24 Agustus 2026
🎒
FASE / KELAS
Fase C / Kelas V
KEGIATAN ISTIMEWA

🕌 Memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ 🌙

1
PENDAHULUAN

Apersepsi & Sapaan

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini anak-anak sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! Hari ini kita akan bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, hari kelahiran manusia paling mulia sepanjang masa.

Coba anak-anak perhatikan, kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. dalam kehidupan kita:

🌱
Allah Maha Khaliq
🤲
Allah Maha Malik
🌾
Allah Maha Razaq

Allah Maha Khaliq, Dia lah yang menciptakan Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan terbaik untuk kita semua. Allah Maha Malik, Dia lah yang memelihara ajaran Nabi ﷺ hingga tetap terjaga sampai hari ini. Dan Allah Maha Razaq, karena melalui ajaran Nabi ﷺ, kita diberi rezeki berupa ilmu, akhlak mulia, dan petunjuk hidup yang benar.

💭 Pertanyaan Pemantik: Menurut kalian, kenapa ya Allah mengirimkan Nabi Muhammad ﷺ ke dunia? Apa yang akan terjadi jika tidak ada teladan seperti Beliau untuk kita contoh?
2
PEMBUKAAN

Kenapa Kita Merayakan Maulid Nabi?

Sebelum memulai kegiatan, yuk kita renungkan sejenak. Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar merayakan hari lahir, tapi menjadi momen untuk mengenang perjuangan, akhlak, dan kasih sayang Nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh umat manusia.

Dengan memperingatinya, kita diingatkan untuk meneladani sifat Beliau yang jujur, penyayang, pemberani, dan selalu berbuat baik kepada siapa saja — termasuk kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar kita di sekolah maupun di rumah. 💚

3
INTI PEMBELAJARAN

Video & Penjelasan Maulid Nabi

🎬 TONTON VIDEO PEMBELAJARAN


Kisah Maulid Nabi Muhammad ﷺ untuk Anak SD

Apa itu Maulid Nabi? Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad ﷺ yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Nabi Muhammad ﷺ lahir di kota Makkah dan dikenal sebagai sosok yang jujur (Al-Amin), penyayang, dan menjadi teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

  • Seperti saat kita menolong teman yang jatuh di halaman sekolah — itu meneladani sifat penyayang Nabi ﷺ.
  • Saat kita berkata jujur meski takut dimarahi, kita sedang mencontoh sifat Al-Amin (dapat dipercaya) dari Nabi ﷺ.
  • Saat kita berbagi bekal dengan teman, kita meneladani kedermawanan Nabi Muhammad ﷺ.
4
PENUTUP

Yuk, Uji Pemahamanmu!

Asesmen Formatif Sederhana:

  • Tanggal berapa Maulid Nabi Muhammad ﷺ diperingati setiap tahunnya?
  • Sebutkan 2 sifat mulia Nabi Muhammad ﷺ yang bisa kamu contoh di sekolah!
  • Ceritakan satu perbuatan baik yang pernah kamu lakukan seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ.
📌 KESIMPULAN

Memperingati Maulid Nabi mengajarkan kita untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bersikap jujur, penyayang, dan suka menolong, kita telah menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi ﷺ. Semoga kita semua menjadi anak-anak sholih dan sholihah yang berakhlak baik. Aamiin 🌙💚