Welcome To The Class 5 Saudah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung With Miss Dwi

Selasa, 18 Agustus 2026

Materi Ajar Matematika dan Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Rabu 19 Agustus 2026)

Hari / Tanggal : Rabu / 19 Agustus 2026

Nama Guru : Dwi Maila Pauristina, S.Pd.

Fase / Kelas : C / 5

Mata Pelajaran : 
1. Matematika : Sumatif Harian 1
2. Bahasa Indonesia : Sumatif Harian 1

Pertemuan Ke : 7

Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

CP Matematika :
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000;
membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan pengurangan, operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; 

CP Bahasa Indonesia :
Peserta didik mampu membaca nyaring kalimat sederhana, melafalkan kata dari kalimat dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi dan melafalkannya dengan jelas. Peserta didik mampu memahami isi teks cerita sederhana, teks laporan sederhana, dan teks ungkapan sederhana dari hasil membaca.

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara

TP Matematika :
Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

ATP Matematika :
  • Melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan teknik bersusun dengan dan tanpa menyimpan.

  • Melakukan operasi hitung pengurangan bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan teknik bersusun dengan dan tanpa meminjam.

  • Melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian pada bilangan cacah hingga 100.000 menggunakan cara bersusun panjang, bersusun pendek, atau strategi nilai tempat.

ATP Bahasa Indonesia :
  • Mencari kalimat yang panjang dan memiliki kata penghubung (konjungsi).
  • Menjelaskan perbedaan konjungsi setara (dan, atau, tetapi) dan bertingkat (karena, agar, meskipun, jika).
  • membuat minimal 3 kalimat majemuk.

Alokasi Waktu : 3 JP x 35 Menit

Model Pembelajaran : Sumatif Harian Mengerjakan Soal

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Soal Tertulis

Matematika




Operasi Hitung Penjumlahan

Penjumlahan bilangan cacah besar dilakukan dengan metode bersusun pendek dengan memperhatikan teknik menyimpan.

Contoh Soal:

Sebuah perkebunan memanen 48.256 kg kelapa sawit di bulan pertama dan 33.917 kg di bulan kedua. Berapa total hasil panen selama dua bulan?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Pengurangan

Pengurangan dilakukan dengan metode bersusun pendek menggunakan teknik meminjam jika angka yang dikurangi lebih kecil dari pengurang.

Contoh Soal:

Pemerintah daerah menyediakan 75.430 dosis vaksin. Sebanyak 28.165 dosis telah digunakan. Berapa sisa dosis vaksin yang belum terpakai?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Perkalian

Perkalian bilangan sampai 100.000 umumnya melibatkan perkalian bilangan ribuan atau ratusan dengan bilangan puluhan/satuan.

Contoh Soal:

Sebuah toko grosir memesan 36$dus minyak goreng. Jika setiap dus berisi 1.425 ml minyak, berapa total volume minyak dalam toko tersebut?

Penyelesaian (Metode Bersusun):




Operasi Hitung Pembagian (Porogapit)

Pembagian bilangan cacah dilakukan dengan teknik pembagian bersusun (porogapit).


Bahasa Indonesia 


1. Pengertian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Sebelum memahami kalimat majemuk, mari kita bandingkan dengan kalimat tunggal terlebih dahulu:

  • Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat (satu Subjek dan satu Predikat).

    • Contoh: Budi membaca buku. (S: Budi, P: membaca, O: buku)

  • Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu menggunakan kata hubung (konjungsi).

    • Contoh: Budi membaca buku dan Ani menggambar bunga.

2. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Secara umum di kelas 5 SD, kalimat majemuk dibagi menjadi 2 jenis utama:

A. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi (sejajar). Jika digunting/dipisah, masing-masing kalimat tetap bisa berdiri sendiri dan memiliki arti yang utuh.

Berdasarkan kata hubungnya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi:

  1. Hubungan Penjumlahan / Penggabungan (Kata hubung: dan, serta)

    • Contoh: Ibu memasak nasi goreng dan Ayah membuat teh hangat.

  2. Hubungan Pertentangan (Kata hubung: tetapi, melainkan, sedangkan)

    • Contoh: Doni ingin membeli sepatu baru, tetapi tabungannya belum cukup.

  3. Hubungan Pemilihan (Kata hubung: atau)

    • Contoh: Kamu boleh memilih buku cerita ini atau komik di meja.

B. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk yang memiliki hubungan tidak sejajar. Terdiri dari Induk Kalimat (kalimat utama yang bisa berdiri sendiri) dan Anak Kalimat (kalimat penjelas yang tidak bisa berdiri sendiri).

Berdasarkan maknanya, kalimat majemuk bertingkat di antaranya:

  1. Hubungan Waktu (Kata hubung: ketika, sebelum, sesudah, sejak)

    • Contoh: Kiki sudah tertidur sebelum lampu kamar dimatikan.

  2. Hubungan Sebab-Akibat (Kata hubung: karena, sebab, sehingga)

    • Contoh: Rina tidak masuk sekolah karena ia sedang demam tinggi.

  3. Hubungan Tujuan (Kata hubung: agar, supaya)

    • Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.

  4. Hubungan Syarat (Kata hubung: jika, apabila, kalau)

    • Contoh: Kakak akan membelikan es krim jika aku mendapat nilai sepuluh.

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah

Wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar