Welcome To My Blogger

Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Selasa 29 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Jelajahi Bumi Kita!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 29 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
IPAS
🌍
Materi
Siklus Air dan Perubahan-Perubahan di Permukaan Bumi
⭐
Pertemuan Ke
16
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada air hujan yang turun, ada sungai yang mengalir, ada awan yang berarak di langit. Allah Maha Pencipta, Dzat yang mengatur perputaran air di bumi ini dengan sangat teratur dan seimbang. Allah Maha Pengasih, Dzat yang menurunkan hujan sebagai rezeki bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang siklus air dan bagaimana air serta cuaca dapat mengubah permukaan bumi tempat kita tinggal. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌡️💧

🌧️ Siklus Air & Perubahan Permukaan Bumi

IPAS · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bumi dan Antariksa)

Pada akhir Fase C, murid memahami bahwa air mengalami siklus perubahan wujud yang terus berulang melalui proses evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi, memahami keterkaitan siklus air dengan keberlangsungan makhluk hidup, mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir beserta penyebabnya, serta mengusulkan dan menerapkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran

1. Murid mampu menjelaskan tahapan terjadinya siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi).

2. Murid mampu menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) beserta penyebabnya.

3. Murid mampu mengusulkan upaya sederhana untuk menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ekosistem di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali keterkaitan makhluk hidup dengan lingkungannya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang siklus air agar tahapan evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulMelakukan pengamatan/percobaan sederhana (mengamati embun pada gelas berisi air dingin) untuk membuktikan sendiri proses siklus air secara nyata.

MindfulMengamati gambar/video perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) secara teliti untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya.

MeaningfulMenyajikan hasil pengamatan secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan sederhana bersama kelompok.

JoyfulBerdiskusi kelompok mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan lingkungan melalui permainan "Peta Ide Peduli Bumi".

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep ekosistem sebagai bekal memahami keterkaitan makhluk hidup dengan siklus air dan permukaan bumi.
  2. Murid dapat memahami tahapan siklus air melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat membuktikan proses terjadinya embun (kondensasi) melalui percobaan sederhana bersama kelompok.
  4. Murid dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) melalui pengamatan gambar/video.
  5. Murid dapat menyajikan hasil pengamatan/percobaan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri.
  6. Murid dapat mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi melalui diskusi kelompok.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena materi siklus air dan perubahan permukaan bumi lebih mudah dipahami murid ketika mereka menemukan sendiri konsepnya melalui pengamatan dan percobaan sederhana, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, percobaan sederhana, diskusi kelompok, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ekosistem.

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
  2. Sebutkan masing-masing 3 contoh komponen biotik dan komponen abiotik pada ekosistem sawah!
  3. Jelaskan perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan!
  4. Mengapa produsen berperan sangat penting dalam suatu ekosistem?
  5. Sebuah ekosistem kolam terdiri atas tumbuhan air, ikan kecil, ikan besar, dan bakteri pengurai. Urutkan peran keempat makhluk hidup tersebut dalam rantai makanan, mulai dari produsen!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan tak hidup (komponen abiotik) di suatu tempat.
  2. Biotik: padi, katak, burung (jawaban lain yang relevan diterima). Abiotik: air, tanah, sinar matahari (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu, sedangkan jaring-jaring makanan adalah gabungan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan.
  4. Karena produsen (tumbuhan hijau) mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis, sehingga menjadi sumber energi utama bagi seluruh makhluk hidup lain dalam ekosistem.
  5. Urutan: tumbuhan air (produsen) → ikan kecil (konsumen I) → ikan besar (konsumen II) → bakteri pengurai (dekomposer).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Siklus Air dan Perubahan Permukaan Bumi

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang siklus air dan perubahan permukaan bumi.

1️⃣ Mengurutkan Tahapan Siklus Air

Siklus air adalah perputaran air yang terjadi terus-menerus melalui empat tahapan utama. Evaporasi adalah proses air di laut, sungai, dan danau menguap menjadi uap air karena panas matahari. Kondensasi adalah proses uap air di udara berubah menjadi titik-titik air (awan) karena suhu yang dingin. Presipitasi adalah proses titik-titik air di awan jatuh ke bumi sebagai hujan. Infiltrasi adalah proses air hujan meresap ke dalam tanah.

Percobaan sederhana: Isi gelas dengan air es, lalu diamkan beberapa menit. Amati bagian luar gelas – akan muncul titik-titik air (embun). Itulah contoh kecil dari proses kondensasi dalam siklus air!

2️⃣ Penyebab dan Dampak Perubahan Permukaan Bumi

Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh air atau angin, biasanya terjadi di daerah lereng atau hutan yang gundul sehingga tanah mudah longsor dan kehilangan kesuburannya. Abrasi adalah pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus, sehingga garis pantai bisa semakin mundur. Banjir terjadi ketika air hujan tidak dapat meresap atau mengalir dengan baik, sering disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air atau hilangnya daerah resapan air.

Contoh: Hutan yang gundul membuat akar pohon tidak lagi menahan tanah, sehingga saat hujan deras terjadi erosi yang bisa berujung pada banjir di daerah yang lebih rendah.

3️⃣ Menyajikan Hasil Pengamatan/Percobaan

Setelah melakukan pengamatan atau percobaan, hasilnya perlu disajikan agar dapat dipahami orang lain. Penyajian bisa dilakukan secara lisan (menjelaskan di depan kelas) maupun tertulis (membuat laporan sederhana berisi apa yang diamati, apa yang terjadi, dan kesimpulannya).

Contoh laporan sederhana: "Kami mengamati gelas berisi air es. Setelah 5 menit, muncul titik-titik air di bagian luar gelas. Kesimpulan: udara di sekitar gelas mengandung uap air yang berubah menjadi titik air (kondensasi) saat menyentuh permukaan gelas yang dingin."

4️⃣ Sikap Peduli Lingkungan

Sebagai murid, kita bisa menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi, misalnya menghemat penggunaan air, tidak membuang sampah ke sungai, menanam pohon untuk mencegah erosi, dan ikut menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah dan sekolah.

Ingat: air yang bersih dan lingkungan yang terjaga adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan cara menjaganya sebaik mungkin. 💧🌱

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Proses berubahnya air menjadi uap air karena panas matahari disebut …
    A. Kondensasi   B. Evaporasi   C. Presipitasi   D. Infiltrasi
  2. Proses pengembunan uap air menjadi titik-titik air di awan disebut …
    A. Evaporasi   B. Presipitasi   C. Kondensasi   D. Infiltrasi
  3. Pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus disebut …
    A. Erosi   B. Abrasi   C. Infiltrasi   D. Kondensasi
  4. Salah satu penyebab utama banjir di daerah perkotaan adalah …
    A. Banyaknya daerah resapan air   B. Tingginya proses evaporasi   C. Curah hujan yang sangat rendah   D. Saluran drainase yang tersumbat sampah
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Hutan gundul mempercepat erosi (2) Akar pohon menyerap air hujan (3) Tanggul pantai mencegah abrasi (4) Sampah menyumbat drainase menyebabkan banjir. Pasangan pernyataan yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dan bencana adalah …
    A. (1) dan (4)   B. (2) dan (3) saja   C. (1) dan (3) saja   D. (2) dan (4) saja

B. Isian Singkat

  1. Proses air hujan yang meresap ke dalam tanah disebut …
  2. Pengikisan tanah yang terjadi karena aliran air atau angin, terutama di lahan gundul, disebut …
  3. Salah satu upaya sederhana untuk mencegah banjir adalah dengan membiasakan diri …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan empat tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Sebuah daerah pesisir mengalami abrasi yang semakin parah setiap tahun, sehingga garis pantai semakin mundur ke daratan. Menurutmu, apa penyebab abrasi tersebut dan sebutkan minimal 2 upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. D   5. A

Isian Singkat

  1. Infiltrasi
  2. Erosi
  3. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai/saluran air (jawaban lain yang relevan dapat diterima)

Esai

  1. Evaporasi: air di laut/sungai/danau menguap karena panas matahari → Kondensasi: uap air berubah menjadi titik-titik air (awan) di udara yang dingin → Presipitasi: titik-titik air jatuh ke bumi sebagai hujan → Infiltrasi: air hujan meresap ke dalam tanah. (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Penyebab: hantaman gelombang laut yang terus-menerus, hilangnya vegetasi pelindung pantai (seperti hutan bakau), dan naiknya permukaan air laut. Upaya pencegahan: menanam hutan bakau/mangrove di sepanjang pantai, membangun pemecah gelombang atau tanggul pantai, serta tidak merusak terumbu karang yang menjadi pelindung alami pantai. (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa air di bumi mengalami siklus yang berulang melalui empat tahapan: evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Siklus air ini juga berkaitan erat dengan perubahan permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir, yang dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Air adalah nikmat besar yang Allah turunkan untuk seluruh makhluk hidup, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya agar bumi tetap seimbang dan nyaman untuk ditinggali.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar siklus air dan perubahan permukaan bumi hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih tertukar antara istilah erosi dan abrasi karena keduanya sama-sama berupa pengikisan.
  • Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (gelas, air es) terbatas sehingga tidak semua murid dapat mencoba langsung.
  • Waktu presentasi hasil pengamatan kelompok kadang kurang karena diskusi yang cukup panjang.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan gambar/diagram perbandingan erosi dan abrasi secara berdampingan agar perbedaannya lebih jelas.
  • Meminta murid membawa alat percobaan sederhana dari rumah sehari sebelumnya, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per kelompok.
🌡️💧🌱

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti air yang terus berputar menjaga keseimbangan bumi, teruslah menjaga semangat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jaga kebersihan lingkungan, hemat air, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan peduli terhadap alam ciptaan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Selasa 29 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 29 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
💡
Materi
Teks Naratif, Teks Deskriptif & Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
25
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, salah satunya nikmat bisa membaca dan menulis dengan lancar.

Tahukah kalian, setiap hari kita bertemu dengan banyak jenis tulisan? Ada cerita yang membuat kita hanyut dalam kisahnya, ada gambaran yang membuat kita seolah melihat sendiri suatu benda, dan ada petunjuk langkah yang membantu kita melakukan sesuatu dengan benar. Nah, hari ini kita akan mengenal ketiganya: teks naratif, teks deskriptif, dan teks prosedur. Yuk, kita simak bersama-sama! 📚✨

📚 Mengenal Teks Naratif, Deskriptif, dan Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa/Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, prosedur, dan eksposisi sederhana) sesuai tujuan dan struktur penyusunnya, membandingkan ciri antarjenis teks, serta menulis teks sederhana dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengungkapkan gagasan secara runtut dan jelas.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan teks naratif dan deskriptif, serta murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung & tidak langsung di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur agar konsep lebih mudah dan menyenangkan dipahami.

MeaningfulBerdiskusi membandingkan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui contoh bacaan sehari-hari agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menulis teks naratif atau deskriptif sederhana secara cermat dan bertahap sesuai ciri-cirinya.

JoyfulBermain kuis kelompok mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur sambil berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami berbagai jenis teks.
  2. Murid dapat memahami pengertian dan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan teks naratif dan deskriptif dalam sebuah bacaan melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menulis teks naratif atau deskriptif sederhana sesuai ciri-cirinya secara mandiri.
  5. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan teks prosedur melalui permainan kelompok.
  6. Murid dapat menjelaskan atau menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut melalui asesmen formatif mandiri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena murid akan lebih mudah memahami perbedaan jenis-jenis teks ketika mereka menemukan sendiri ciri-cirinya melalui pengamatan video dan bacaan, bukan sekadar dijelaskan secara langsung.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kuis identifikasi teks), dan latihan menulis mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung.

  1. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ibu berkata, "Rapikan kamarmu sebelum berangkat sekolah!"
  2. Tentukan jenis kalimat berikut: Andi berkata bahwa ia akan datang lebih awal besok pagi.
  3. Perbaikilah tanda baca yang tepat pada kalimat langsung berikut: Guru berkata Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti
  4. Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung: Rina bertanya kepada temannya apakah ia sudah mengerjakan PR.
  5. Sebutkan satu ciri utama yang membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🔗 Buka video di YouTube: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🎥 Video 2: Teks Prosedur

🔗 Buka video di YouTube: Teks Prosedur

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama beberapa hal penting tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara urut berdasarkan waktu kejadian. Ciri-cirinya: memiliki tokoh, latar, dan alur cerita; disusun berdasarkan urutan waktu; serta bertujuan menghibur atau mendidik pembaca.

Contoh: "Pada suatu pagi, Rani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara."

2️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Ciri-cirinya: menggunakan kata sifat yang detail, tidak memiliki alur cerita, dan berfokus pada penggambaran ciri-ciri objek.

Contoh: "Rumah itu berdinding kayu berwarna cokelat dengan atap seng yang sudah berkarat."

3️⃣ Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

Cara mudah membedakannya: jika sebuah bacaan menceritakan kejadian yang berurutan dari waktu ke waktu, maka itu teks naratif. Jika bacaan hanya menggambarkan ciri-ciri suatu benda/tempat/orang tanpa ada rangkaian peristiwa, maka itu teks deskriptif.

Latihan: Bacalah sebuah paragraf bersama teman sebangku, lalu tentukan apakah paragraf tersebut naratif atau deskriptif dan sebutkan alasannya.

4️⃣ Menulis Teks Naratif atau Deskriptif Sederhana

Setelah memahami ciri-cirinya, murid berlatih menulis satu paragraf pendek bertema bebas (misalnya "Hewan peliharaanku" untuk teks deskriptif, atau "Liburanku yang berkesan" untuk teks naratif) sesuai ciri-ciri yang telah dipelajari.

5️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuannya agar pembaca dapat mengikuti tahapan tersebut secara tepat dan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, misalnya cara membuat makanan, cara menggunakan alat, atau cara melakukan suatu permainan.

6️⃣ Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas tiga bagian: Tujuan (menjelaskan hasil yang akan dicapai), Alat/Bahan (daftar yang diperlukan), dan Langkah-langkah (urutan cara melakukan/membuat sesuatu).

Contoh: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: susu bubuk, air panas, gelas, sendok. Langkah: Pertama, tuang air panas ke gelas. Kemudian, masukkan susu bubuk. Lalu, aduk hingga larut.

7️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri kebahasaan khas: kalimat perintah (misalnya "Campurkan tepung dengan gula!"), kata hubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir), dan kata keterangan yang menjelaskan cara, alat, atau waktu (misalnya "aduk perlahan", "selama 5 menit").

8️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Setelah memahami struktur dan ciri kebahasaannya, murid berlatih menjelaskan atau menceritakan kembali isi sebuah teks prosedur secara runtut, baik secara lisan di depan kelas maupun secara tertulis, dengan tetap memperhatikan urutan langkah yang benar.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang bertujuan menggambarkan suatu benda, tempat, atau orang secara rinci disebut teks …
    A. Deskriptif   B. Naratif   C. Prosedur   D. Eksposisi
  2. Struktur teks prosedur secara umum terdiri atas tujuan, alat/bahan, dan …
    A. Orientasi   B. Komplikasi   C. Langkah-langkah   D. Resolusi
  3. Kalimat perintah dalam teks prosedur biasanya digunakan untuk …
    A. Menceritakan tokoh   B. Menggambarkan suasana   C. Menyampaikan pendapat   D. Menyuruh pembaca melakukan sesuatu
  4. Bacalah kutipan berikut: "Ani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara." Kutipan tersebut merupakan ciri teks …
    A. Prosedur   B. Deskriptif   C. Naratif   D. Eksposisi
  5. Perhatikan dua kutipan berikut! Kutipan 1: "Pertama, panaskan wajan dengan api sedang." Kutipan 2: "Rambutnya ikal panjang tergerai indah menutupi bahunya." Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah …
    A. Kutipan 1 teks naratif, kutipan 2 teks prosedur   B. Kutipan 1 teks prosedur, kutipan 2 teks deskriptif   C. Kutipan 1 dan 2 sama-sama teks naratif   D. Kutipan 1 teks deskriptif, kutipan 2 teks prosedur

B. Isian Singkat

  1. Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu disebut teks …
  2. Bagian awal teks prosedur yang menjelaskan hasil yang akan dicapai disebut …
  3. Kata seperti "pertama", "kemudian", dan "terakhir" dalam teks prosedur berfungsi untuk menunjukkan …

C. Esai

  1. Bacalah cuplikan berikut: "Pagi itu, langit Desa Suka Maju tampak cerah. Rani bangun lebih awal dari biasanya karena hari ini adalah hari perlombaan lari yang ia nantikan." Jelaskan mengapa cuplikan tersebut termasuk teks naratif, bukan teks deskriptif! Sebutkan minimal dua alasan.
  2. Tuliskan langkah-langkah singkat cara membuat teks prosedur sederhana (misalnya cara membuat susu cokelat), lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan minimal tiga langkah menggunakan kalimat perintah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks naratif menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu dan memiliki tokoh serta alur cerita, sedangkan teks deskriptif menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci tanpa alur cerita. Sementara itu, teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan, lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan ciri kebahasaan berupa kalimat perintah serta kata hubung urutan. Dengan memahami ketiga jenis teks ini, kita dapat membaca dan menulis berbagai bacaan dengan lebih tepat dan percaya diri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks naratif, deskriptif, dan prosedur hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur (cerita dan gambaran) muncul dalam satu paragraf.
  • Murid cenderung lupa menggunakan kata hubung urutan saat menulis teks prosedur, sehingga langkah-langkahnya terasa meloncat.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik membahas contoh cerita yang mereka sukai.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel perbandingan ciri-ciri sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih kesulitan membedakan jenis teks.
  • Mengulang penjelasan kata hubung urutan dengan analogi sederhana (misalnya urutan membuat mi instan) agar lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu diskusi kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti teks prosedur yang harus diikuti langkah demi langkah dengan urutan yang benar, teruslah mengurutkan niat baikmu setiap hari: belajar dengan tekun, membaca dengan teliti, dan tidak lupa menjaga shalat lima waktu. Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Saudah (Selasa 29 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Makna Nilai-Nilai Pancasila

Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa · Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 29 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila
🌐
Materi
Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa dan Negara
⭐
Pertemuan Ke
16
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar. Setiap pagi kalian mengucap salam, bergotong royong membersihkan kelas, dan menghormati teman yang berbeda suku maupun agama. Tahukah kalian, semua kebiasaan baik itu ternyata bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia.

Pancasila bukan hanya lambang burung Garuda yang terpajang di dinding kelas, tetapi memiliki kedudukan yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita. Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus ideologi bangsa dan negara. Sebagai umat beragama, kita juga meyakini bahwa nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Hari ini kita akan belajar lebih dalam tentang makna Pancasila dalam tiga kedudukannya tersebut. Yuk, kita simak bersama-sama! 🌈✨

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Pendidikan Pancasila · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Pancasila)

Pada akhir Fase C, murid mampu menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara, menjelaskan keterkaitan ketiga kedudukan tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Nilai-Nilai Pancasila di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali materi sebelumnya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang makna Pancasila agar lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati penjelasan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi secara teliti agar dapat membedakan ketiga kedudukan tersebut.

MeaningfulMencari contoh nyata penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

MeaningfulBerdiskusi kelompok untuk menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila dan menyajikan hasilnya dalam bentuk peta konsep sederhana.

JoyfulMengerjakan asesmen formatif melalui permainan tanya jawab kelompok "Roda Pancasila" agar suasana belajar tetap menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebagai bekal memahami kedudukannya.
  2. Murid dapat memahami makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara secara terpisah dan tepat.
  4. Murid dapat menemukan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarnya.
  5. Murid dapat menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila melalui diskusi dan peta konsep sederhana bersama kelompok.
  6. Murid dapat menunjukkan pemahamannya melalui kegiatan asesmen formatif dengan percaya diri dan bekerja sama.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena murid diajak menganalisis contoh kasus atau peristiwa nyata di sekitarnya, lalu menghubungkannya dengan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi, sehingga pemahaman nilai menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan.
Metode: ceramah bervariasi, tanya jawab, pengamatan video, diskusi kelompok pemecahan masalah, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila.

  1. Sebutkan bunyi sila pertama Pancasila!
  2. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila!
  3. Nilai apa yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila?
  4. Jelaskan salah satu contoh penerapan nilai musyawarah di sekolah!
  5. Mengapa nilai keadilan penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Contoh: menolong teman yang kesulitan, tidak membeda-bedakan teman (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Nilai persatuan dan cinta tanah air, menjaga kerukunan antarsesama warga Indonesia.
  4. Contoh: memilih ketua kelas melalui musyawarah, membahas pendapat bersama sebelum mengambil keputusan kelas (jawaban lain yang relevan diterima).
  5. Karena keadilan membuat setiap orang mendapatkan hak yang sama, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, tertib, dan tidak ada yang dirugikan.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Makna Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang makna Pancasila.

1️⃣ Pancasila sebagai Dasar Negara

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi fondasi atau pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan bernegara. Artinya, semua peraturan dan undang-undang yang dibuat di Indonesia, mulai dari peraturan desa sampai undang-undang negara, tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Contoh sederhana: peraturan sekolah tentang toleransi antaragama dibuat sejalan dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

2️⃣ Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila menuntun kita dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh sederhana: ketika ada perbedaan pendapat di kelas, murid membiasakan diri menyelesaikannya lewat musyawarah, bukan dengan bertengkar.

3️⃣ Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Sebagai ideologi, Pancasila merupakan kumpulan gagasan, cita-cita, dan keyakinan yang menjadi tujuan bersama bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, bersatu, dan sejahtera. Ideologi inilah yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

Contoh sederhana: cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup rukun di tengah banyaknya suku, agama, dan budaya adalah wujud dari ideologi Pancasila.

4️⃣ Keterkaitan Ketiga Kedudukan Pancasila

Ketiga kedudukan Pancasila tersebut saling berkaitan erat. Sebagai ideologi, Pancasila memuat cita-cita bangsa; cita-cita itu kemudian dituangkan menjadi dasar negara dalam bentuk peraturan dan undang-undang; dan pada akhirnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup setiap warga negara.

Sederhananya: Pancasila adalah cita-cita (ideologi) → dituangkan menjadi aturan (dasar negara) → dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). Ketiganya bersatu membangun bangsa Indonesia yang bersatu dan sejahtera. 🌈💪

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Pancasila menjadi pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan membuat undang-undang. Hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar negara   B. Lambang negara   C. Bahasa negara   D. Bendera negara
  2. Ketika seseorang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari, hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar hukum   B. Ideologi tertutup   C. Pandangan hidup bangsa   D. Simbol negara
  3. Kumpulan gagasan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera disebut Pancasila sebagai …
    A. Ideologi bangsa dan negara   B. Dasar negara   C. Semboyan negara   D. Lambang negara
  4. Contoh sikap yang mencerminkan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari adalah …
    A. Membuat undang-undang baru   B. Mengibarkan bendera merah putih   C. Menyelesaikan masalah kelas melalui musyawarah   D. Menghafal teks Pancasila
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Pancasila memuat cita-cita bangsa (2) Cita-cita itu dituangkan menjadi peraturan negara (3) Peraturan tersebut diwujudkan dalam sikap sehari-hari (4) Sikap sehari-hari tidak berkaitan dengan cita-cita bangsa. Urutan yang tepat menunjukkan keterkaitan ideologi, dasar negara, dan pandangan hidup Pancasila adalah …
    A. (1), (2), dan (3)   B. (2), (3), dan (4)   C. (1), (3), dan (4)   D. (4), (2), dan (1)

B. Isian Singkat

  1. Kedudukan Pancasila yang menjadi fondasi dalam membuat peraturan dan undang-undang di Indonesia disebut Pancasila sebagai …
  2. Pancasila yang menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan sehari-hari disebut Pancasila sebagai …
  3. Cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera merupakan wujud Pancasila sebagai …

C. Esai

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara!
  2. Seorang murid selalu bermusyawarah saat memilih ketua kelompok, berdoa sesuai agamanya masing-masing, dan menolong teman tanpa membeda-bedakan suku. Menurutmu, sikap tersebut menunjukkan penerapan nilai Pancasila dalam kedudukan apa saja? Jelaskan keterkaitannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. A   4. C   5. A

Isian Singkat

  1. Dasar negara
  2. Pandangan hidup (bangsa)
  3. Ideologi bangsa dan negara

Esai

  1. Dasar negara: Pancasila menjadi pedoman dalam membuat peraturan dan undang-undang negara. Pandangan hidup: Pancasila menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara sehari-hari. Ideologi: Pancasila berisi cita-cita dan tujuan bersama bangsa Indonesia. (Penilaian berdasarkan ketepatan penjelasan murid dengan bahasanya sendiri)
  2. Bermusyawarah menunjukkan Pancasila sebagai pandangan hidup (sila keempat); berdoa sesuai agama menunjukkan pandangan hidup sekaligus dasar negara yang menjamin kebebasan beragama (sila pertama); menolong tanpa membeda-bedakan suku menunjukkan pandangan hidup dan cita-cita persatuan (ideologi, sila ketiga). Ketiganya saling berkaitan karena cita-cita bangsa (ideologi) dijamin dalam aturan negara (dasar negara) dan dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa Pancasila memiliki tiga kedudukan penting, yaitu sebagai dasar negara (pedoman membuat peraturan dan undang-undang), pandangan hidup bangsa (pedoman sikap dan perilaku sehari-hari), dan ideologi bangsa dan negara (cita-cita bersama bangsa Indonesia). Ketiga kedudukan tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, karena cita-cita bangsa dituangkan menjadi aturan negara, lalu diwujudkan dalam sikap kita sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tetap rukun, adil, dan sejahtera.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar makna nilai-nilai Pancasila hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan istilah "dasar negara", "pandangan hidup", dan "ideologi" karena konsepnya cukup abstrak untuk usia SD.
  • Murid cenderung menghafal definisi tanpa memahami contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Waktu diskusi kelompok untuk menyusun peta konsep keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila kadang kurang karena materi cukup padat.

Tindak Lanjut

  • Menggunakan analogi sederhana (misalnya "cita-cita → aturan → sikap sehari-hari") dan gambar perbandingan agar ketiga istilah lebih mudah dibedakan.
  • Memperbanyak contoh konkret dari kehidupan sehari-hari murid, bukan hanya definisi teoretis, agar pemahaman lebih bermakna.
  • Menambah alokasi waktu diskusi pada pertemuan berikutnya atau memberi tugas lanjutan berupa pengamatan penerapan nilai Pancasila di rumah.
🌐🌈💪

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti Pancasila yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia, teruslah menjaga persatuan dengan teman-temanmu, hormatilah perbedaan, dan amalkan nilai-nilai kebaikan setiap hari. Jangan lupa jaga shalat lima waktu dan selalu berbuat baik kepada sesama, ya! Allah menyayangi anak-anak yang cinta persatuan dan gemar berbuat baik. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.