Welcome To My Blogger

Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Selasa 29 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Jelajahi Bumi Kita!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
๐Ÿ“…
Hari / Tanggal
Selasa, 29 September 2026
๐Ÿซ
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
๐Ÿ“š
Mata Pelajaran
IPAS
๐ŸŒ
Materi
Siklus Air dan Perubahan-Perubahan di Permukaan Bumi
⭐
Pertemuan Ke
16
๐Ÿคฒ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada air hujan yang turun, ada sungai yang mengalir, ada awan yang berarak di langit. Allah Maha Pencipta, Dzat yang mengatur perputaran air di bumi ini dengan sangat teratur dan seimbang. Allah Maha Pengasih, Dzat yang menurunkan hujan sebagai rezeki bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang siklus air dan bagaimana air serta cuaca dapat mengubah permukaan bumi tempat kita tinggal. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! ๐ŸŒก️๐Ÿ’ง

๐ŸŒง️ Siklus Air & Perubahan Permukaan Bumi

IPAS · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

๐Ÿ“š Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bumi dan Antariksa)

Pada akhir Fase C, murid memahami bahwa air mengalami siklus perubahan wujud yang terus berulang melalui proses evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi, memahami keterkaitan siklus air dengan keberlangsungan makhluk hidup, mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir beserta penyebabnya, serta mengusulkan dan menerapkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran

1. Murid mampu menjelaskan tahapan terjadinya siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi).

2. Murid mampu menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) beserta penyebabnya.

3. Murid mampu mengusulkan upaya sederhana untuk menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ekosistem di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali keterkaitan makhluk hidup dengan lingkungannya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang siklus air agar tahapan evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulMelakukan pengamatan/percobaan sederhana (mengamati embun pada gelas berisi air dingin) untuk membuktikan sendiri proses siklus air secara nyata.

MindfulMengamati gambar/video perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) secara teliti untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya.

MeaningfulMenyajikan hasil pengamatan secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan sederhana bersama kelompok.

JoyfulBerdiskusi kelompok mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan lingkungan melalui permainan "Peta Ide Peduli Bumi".

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep ekosistem sebagai bekal memahami keterkaitan makhluk hidup dengan siklus air dan permukaan bumi.
  2. Murid dapat memahami tahapan siklus air melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat membuktikan proses terjadinya embun (kondensasi) melalui percobaan sederhana bersama kelompok.
  4. Murid dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan permukaan bumi (erosi, abrasi, banjir) melalui pengamatan gambar/video.
  5. Murid dapat menyajikan hasil pengamatan/percobaan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri.
  6. Murid dapat mengusulkan upaya sederhana menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi melalui diskusi kelompok.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena materi siklus air dan perubahan permukaan bumi lebih mudah dipahami murid ketika mereka menemukan sendiri konsepnya melalui pengamatan dan percobaan sederhana, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, percobaan sederhana, diskusi kelompok, dan penugasan.

๐Ÿ”„ Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ekosistem.

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
  2. Sebutkan masing-masing 3 contoh komponen biotik dan komponen abiotik pada ekosistem sawah!
  3. Jelaskan perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan!
  4. Mengapa produsen berperan sangat penting dalam suatu ekosistem?
  5. Sebuah ekosistem kolam terdiri atas tumbuhan air, ikan kecil, ikan besar, dan bakteri pengurai. Urutkan peran keempat makhluk hidup tersebut dalam rantai makanan, mulai dari produsen!
๐Ÿ”‘ Lihat Kunci Jawaban
  1. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan tak hidup (komponen abiotik) di suatu tempat.
  2. Biotik: padi, katak, burung (jawaban lain yang relevan diterima). Abiotik: air, tanah, sinar matahari (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu, sedangkan jaring-jaring makanan adalah gabungan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan.
  4. Karena produsen (tumbuhan hijau) mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis, sehingga menjadi sumber energi utama bagi seluruh makhluk hidup lain dalam ekosistem.
  5. Urutan: tumbuhan air (produsen) → ikan kecil (konsumen I) → ikan besar (konsumen II) → bakteri pengurai (dekomposer).
๐ŸŽฌ Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

๐ŸŽฅ Video: Siklus Air dan Perubahan Permukaan Bumi

๐Ÿ”— Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang siklus air dan perubahan permukaan bumi.

1️⃣ Mengurutkan Tahapan Siklus Air

Siklus air adalah perputaran air yang terjadi terus-menerus melalui empat tahapan utama. Evaporasi adalah proses air di laut, sungai, dan danau menguap menjadi uap air karena panas matahari. Kondensasi adalah proses uap air di udara berubah menjadi titik-titik air (awan) karena suhu yang dingin. Presipitasi adalah proses titik-titik air di awan jatuh ke bumi sebagai hujan. Infiltrasi adalah proses air hujan meresap ke dalam tanah.

Percobaan sederhana: Isi gelas dengan air es, lalu diamkan beberapa menit. Amati bagian luar gelas – akan muncul titik-titik air (embun). Itulah contoh kecil dari proses kondensasi dalam siklus air!

2️⃣ Penyebab dan Dampak Perubahan Permukaan Bumi

Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh air atau angin, biasanya terjadi di daerah lereng atau hutan yang gundul sehingga tanah mudah longsor dan kehilangan kesuburannya. Abrasi adalah pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus, sehingga garis pantai bisa semakin mundur. Banjir terjadi ketika air hujan tidak dapat meresap atau mengalir dengan baik, sering disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air atau hilangnya daerah resapan air.

Contoh: Hutan yang gundul membuat akar pohon tidak lagi menahan tanah, sehingga saat hujan deras terjadi erosi yang bisa berujung pada banjir di daerah yang lebih rendah.

3️⃣ Menyajikan Hasil Pengamatan/Percobaan

Setelah melakukan pengamatan atau percobaan, hasilnya perlu disajikan agar dapat dipahami orang lain. Penyajian bisa dilakukan secara lisan (menjelaskan di depan kelas) maupun tertulis (membuat laporan sederhana berisi apa yang diamati, apa yang terjadi, dan kesimpulannya).

Contoh laporan sederhana: "Kami mengamati gelas berisi air es. Setelah 5 menit, muncul titik-titik air di bagian luar gelas. Kesimpulan: udara di sekitar gelas mengandung uap air yang berubah menjadi titik air (kondensasi) saat menyentuh permukaan gelas yang dingin."

4️⃣ Sikap Peduli Lingkungan

Sebagai murid, kita bisa menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan menjaga kelestarian air dan mencegah kerusakan permukaan bumi, misalnya menghemat penggunaan air, tidak membuang sampah ke sungai, menanam pohon untuk mencegah erosi, dan ikut menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah dan sekolah.

Ingat: air yang bersih dan lingkungan yang terjaga adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan cara menjaganya sebaik mungkin. ๐Ÿ’ง๐ŸŒฑ

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Proses berubahnya air menjadi uap air karena panas matahari disebut …
    A. Kondensasi   B. Evaporasi   C. Presipitasi   D. Infiltrasi
  2. Proses pengembunan uap air menjadi titik-titik air di awan disebut …
    A. Evaporasi   B. Presipitasi   C. Kondensasi   D. Infiltrasi
  3. Pengikisan daratan pantai oleh hantaman gelombang laut secara terus-menerus disebut …
    A. Erosi   B. Abrasi   C. Infiltrasi   D. Kondensasi
  4. Salah satu penyebab utama banjir di daerah perkotaan adalah …
    A. Banyaknya daerah resapan air   B. Tingginya proses evaporasi   C. Curah hujan yang sangat rendah   D. Saluran drainase yang tersumbat sampah
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Hutan gundul mempercepat erosi (2) Akar pohon menyerap air hujan (3) Tanggul pantai mencegah abrasi (4) Sampah menyumbat drainase menyebabkan banjir. Pasangan pernyataan yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dan bencana adalah …
    A. (1) dan (4)   B. (2) dan (3) saja   C. (1) dan (3) saja   D. (2) dan (4) saja

B. Isian Singkat

  1. Proses air hujan yang meresap ke dalam tanah disebut …
  2. Pengikisan tanah yang terjadi karena aliran air atau angin, terutama di lahan gundul, disebut …
  3. Salah satu upaya sederhana untuk mencegah banjir adalah dengan membiasakan diri …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan empat tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Sebuah daerah pesisir mengalami abrasi yang semakin parah setiap tahun, sehingga garis pantai semakin mundur ke daratan. Menurutmu, apa penyebab abrasi tersebut dan sebutkan minimal 2 upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya!
๐Ÿ”‘ Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. D   5. A

Isian Singkat

  1. Infiltrasi
  2. Erosi
  3. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai/saluran air (jawaban lain yang relevan dapat diterima)

Esai

  1. Evaporasi: air di laut/sungai/danau menguap karena panas matahari → Kondensasi: uap air berubah menjadi titik-titik air (awan) di udara yang dingin → Presipitasi: titik-titik air jatuh ke bumi sebagai hujan → Infiltrasi: air hujan meresap ke dalam tanah. (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Penyebab: hantaman gelombang laut yang terus-menerus, hilangnya vegetasi pelindung pantai (seperti hutan bakau), dan naiknya permukaan air laut. Upaya pencegahan: menanam hutan bakau/mangrove di sepanjang pantai, membangun pemecah gelombang atau tanggul pantai, serta tidak merusak terumbu karang yang menjadi pelindung alami pantai. (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
๐ŸŒŸ Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa air di bumi mengalami siklus yang berulang melalui empat tahapan: evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Siklus air ini juga berkaitan erat dengan perubahan permukaan bumi seperti erosi, abrasi, dan banjir, yang dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Air adalah nikmat besar yang Allah turunkan untuk seluruh makhluk hidup, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya agar bumi tetap seimbang dan nyaman untuk ditinggali.

๐Ÿ˜Š Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar siklus air dan perubahan permukaan bumi hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

๐Ÿ˜
Sangat Senang
๐Ÿ™‚
Senang
๐Ÿ˜
Biasa Saja
๐Ÿ˜•
Bingung
๐Ÿ˜ข
Sedih
๐Ÿ“ Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih tertukar antara istilah erosi dan abrasi karena keduanya sama-sama berupa pengikisan.
  • Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (gelas, air es) terbatas sehingga tidak semua murid dapat mencoba langsung.
  • Waktu presentasi hasil pengamatan kelompok kadang kurang karena diskusi yang cukup panjang.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan gambar/diagram perbandingan erosi dan abrasi secara berdampingan agar perbedaannya lebih jelas.
  • Meminta murid membawa alat percobaan sederhana dari rumah sehari sebelumnya, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per kelompok.
๐ŸŒก️๐Ÿ’ง๐ŸŒฑ

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti air yang terus berputar menjaga keseimbangan bumi, teruslah menjaga semangat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jaga kebersihan lingkungan, hemat air, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan peduli terhadap alam ciptaan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! ๐Ÿ’ช✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar