Welcome To My Blogger

Senin, 28 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Saudah (Senin 28 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Senin, 28 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
💡
Materi
Teks Naratif, Teks Deskriptif & Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
24
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, salah satunya nikmat bisa membaca dan menulis dengan lancar.

Tahukah kalian, setiap hari kita bertemu dengan banyak jenis tulisan? Ada cerita yang membuat kita hanyut dalam kisahnya, ada gambaran yang membuat kita seolah melihat sendiri suatu benda, dan ada petunjuk langkah yang membantu kita melakukan sesuatu dengan benar. Nah, hari ini kita akan mengenal ketiganya: teks naratif, teks deskriptif, dan teks prosedur. Yuk, kita simak bersama-sama! 📚✨

📚 Mengenal Teks Naratif, Deskriptif, dan Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa/Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, prosedur, dan eksposisi sederhana) sesuai tujuan dan struktur penyusunnya, membandingkan ciri antarjenis teks, serta menulis teks sederhana dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengungkapkan gagasan secara runtut dan jelas.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan teks naratif dan deskriptif, serta murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung & tidak langsung di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur agar konsep lebih mudah dan menyenangkan dipahami.

MeaningfulBerdiskusi membandingkan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui contoh bacaan sehari-hari agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menulis teks naratif atau deskriptif sederhana secara cermat dan bertahap sesuai ciri-cirinya.

JoyfulBermain kuis kelompok mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur sambil berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami berbagai jenis teks.
  2. Murid dapat memahami pengertian dan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan teks naratif dan deskriptif dalam sebuah bacaan melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menulis teks naratif atau deskriptif sederhana sesuai ciri-cirinya secara mandiri.
  5. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan teks prosedur melalui permainan kelompok.
  6. Murid dapat menjelaskan atau menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut melalui asesmen formatif mandiri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena murid akan lebih mudah memahami perbedaan jenis-jenis teks ketika mereka menemukan sendiri ciri-cirinya melalui pengamatan video dan bacaan, bukan sekadar dijelaskan secara langsung.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kuis identifikasi teks), dan latihan menulis mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung.

  1. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ibu berkata, "Rapikan kamarmu sebelum berangkat sekolah!"
  2. Tentukan jenis kalimat berikut: Andi berkata bahwa ia akan datang lebih awal besok pagi.
  3. Perbaikilah tanda baca yang tepat pada kalimat langsung berikut: Guru berkata Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti
  4. Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung: Rina bertanya kepada temannya apakah ia sudah mengerjakan PR.
  5. Sebutkan satu ciri utama yang membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ibu berkata agar aku merapikan kamar sebelum berangkat sekolah.
  2. Kalimat tidak langsung.
  3. Guru berkata, "Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti!"
  4. Rina bertanya, "Apakah kamu sudah mengerjakan PR?"
  5. Kalimat langsung ditandai tanda petik dua dan menirukan ucapan asli, sedangkan kalimat tidak langsung tidak menggunakan tanda petik dan berupa penyampaian ulang isi ucapan.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🔗 Buka video di YouTube: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🎥 Video 2: Teks Prosedur

🔗 Buka video di YouTube: Teks Prosedur

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama beberapa hal penting tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara urut berdasarkan waktu kejadian. Ciri-cirinya: memiliki tokoh, latar, dan alur cerita; disusun berdasarkan urutan waktu; serta bertujuan menghibur atau mendidik pembaca.

Contoh: "Pada suatu pagi, Rani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara."

2️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Ciri-cirinya: menggunakan kata sifat yang detail, tidak memiliki alur cerita, dan berfokus pada penggambaran ciri-ciri objek.

Contoh: "Rumah itu berdinding kayu berwarna cokelat dengan atap seng yang sudah berkarat."

3️⃣ Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

Cara mudah membedakannya: jika sebuah bacaan menceritakan kejadian yang berurutan dari waktu ke waktu, maka itu teks naratif. Jika bacaan hanya menggambarkan ciri-ciri suatu benda/tempat/orang tanpa ada rangkaian peristiwa, maka itu teks deskriptif.

Latihan: Bacalah sebuah paragraf bersama teman sebangku, lalu tentukan apakah paragraf tersebut naratif atau deskriptif dan sebutkan alasannya.

4️⃣ Menulis Teks Naratif atau Deskriptif Sederhana

Setelah memahami ciri-cirinya, murid berlatih menulis satu paragraf pendek bertema bebas (misalnya "Hewan peliharaanku" untuk teks deskriptif, atau "Liburanku yang berkesan" untuk teks naratif) sesuai ciri-ciri yang telah dipelajari.

5️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuannya agar pembaca dapat mengikuti tahapan tersebut secara tepat dan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, misalnya cara membuat makanan, cara menggunakan alat, atau cara melakukan suatu permainan.

6️⃣ Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas tiga bagian: Tujuan (menjelaskan hasil yang akan dicapai), Alat/Bahan (daftar yang diperlukan), dan Langkah-langkah (urutan cara melakukan/membuat sesuatu).

Contoh: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: susu bubuk, air panas, gelas, sendok. Langkah: Pertama, tuang air panas ke gelas. Kemudian, masukkan susu bubuk. Lalu, aduk hingga larut.

7️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri kebahasaan khas: kalimat perintah (misalnya "Campurkan tepung dengan gula!"), kata hubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir), dan kata keterangan yang menjelaskan cara, alat, atau waktu (misalnya "aduk perlahan", "selama 5 menit").

8️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Setelah memahami struktur dan ciri kebahasaannya, murid berlatih menjelaskan atau menceritakan kembali isi sebuah teks prosedur secara runtut, baik secara lisan di depan kelas maupun secara tertulis, dengan tetap memperhatikan urutan langkah yang benar.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang bertujuan menggambarkan suatu benda, tempat, atau orang secara rinci disebut teks …
    A. Deskriptif   B. Naratif   C. Prosedur   D. Eksposisi
  2. Struktur teks prosedur secara umum terdiri atas tujuan, alat/bahan, dan …
    A. Orientasi   B. Komplikasi   C. Langkah-langkah   D. Resolusi
  3. Kalimat perintah dalam teks prosedur biasanya digunakan untuk …
    A. Menceritakan tokoh   B. Menggambarkan suasana   C. Menyampaikan pendapat   D. Menyuruh pembaca melakukan sesuatu
  4. Bacalah kutipan berikut: "Ani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara." Kutipan tersebut merupakan ciri teks …
    A. Prosedur   B. Deskriptif   C. Naratif   D. Eksposisi
  5. Perhatikan dua kutipan berikut! Kutipan 1: "Pertama, panaskan wajan dengan api sedang." Kutipan 2: "Rambutnya ikal panjang tergerai indah menutupi bahunya." Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah …
    A. Kutipan 1 teks naratif, kutipan 2 teks prosedur   B. Kutipan 1 teks prosedur, kutipan 2 teks deskriptif   C. Kutipan 1 dan 2 sama-sama teks naratif   D. Kutipan 1 teks deskriptif, kutipan 2 teks prosedur

B. Isian Singkat

  1. Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu disebut teks …
  2. Bagian awal teks prosedur yang menjelaskan hasil yang akan dicapai disebut …
  3. Kata seperti "pertama", "kemudian", dan "terakhir" dalam teks prosedur berfungsi untuk menunjukkan …

C. Esai

  1. Bacalah cuplikan berikut: "Pagi itu, langit Desa Suka Maju tampak cerah. Rani bangun lebih awal dari biasanya karena hari ini adalah hari perlombaan lari yang ia nantikan." Jelaskan mengapa cuplikan tersebut termasuk teks naratif, bukan teks deskriptif! Sebutkan minimal dua alasan.
  2. Tuliskan langkah-langkah singkat cara membuat teks prosedur sederhana (misalnya cara membuat susu cokelat), lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan minimal tiga langkah menggunakan kalimat perintah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. D   4. C   5. B

Isian Singkat

  1. Teks naratif
  2. Tujuan
  3. Urutan langkah/kegiatan dalam teks prosedur

Esai

  1. Cuplikan tersebut termasuk teks naratif karena: (1) terdapat rangkaian peristiwa yang berurutan berdasarkan waktu (pagi itu → Rani bangun lebih awal); (2) terdapat tokoh (Rani) dan latar (Desa Suka Maju, pagi hari) yang menunjukkan sebuah cerita, bukan sekadar gambaran ciri-ciri suatu objek.
  2. Contoh jawaban: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat yang nikmat. Alat/Bahan: susu bubuk cokelat, air panas, gelas, sendok. Langkah-langkah: Pertama, tuang air panas ke dalam gelas. Kemudian, masukkan dua sendok susu bubuk cokelat. Selanjutnya, aduk hingga larut merata. Terakhir, susu cokelat siap dinikmati selagi hangat.
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks naratif menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu dan memiliki tokoh serta alur cerita, sedangkan teks deskriptif menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci tanpa alur cerita. Sementara itu, teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan, lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan ciri kebahasaan berupa kalimat perintah serta kata hubung urutan. Dengan memahami ketiga jenis teks ini, kita dapat membaca dan menulis berbagai bacaan dengan lebih tepat dan percaya diri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks naratif, deskriptif, dan prosedur hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur (cerita dan gambaran) muncul dalam satu paragraf.
  • Murid cenderung lupa menggunakan kata hubung urutan saat menulis teks prosedur, sehingga langkah-langkahnya terasa meloncat.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik membahas contoh cerita yang mereka sukai.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel perbandingan ciri-ciri sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih kesulitan membedakan jenis teks.
  • Mengulang penjelasan kata hubung urutan dengan analogi sederhana (misalnya urutan membuat mi instan) agar lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu diskusi kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti teks prosedur yang harus diikuti langkah demi langkah dengan urutan yang benar, teruslah mengurutkan niat baikmu setiap hari: belajar dengan tekun, membaca dengan teliti, dan tidak lupa menjaga shalat lima waktu. Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Matematika Kelas 5 Saudah (Senin 28 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Dwi Maila Pauristina, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Senin, 28 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Matematika
💡
Materi
Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)
⭐
Pertemuan Ke
17
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu pecahan. Sama seperti rezeki yang Allah bagikan secara adil kepada setiap makhluk sesuai bagiannya masing-masing, dalam pecahan kita juga belajar tentang "bagian" dari suatu keseluruhan, lalu membandingkan mana yang lebih besar atau lebih kecil. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟

🔢 Mengenal Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan Campuran

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid menunjukkan pemahaman bilangan (number sense) yang semakin luas: mereka mampu membandingkan dan mengurutkan berbagai bentuk pecahan, termasuk pecahan campuran, memahami hubungan antar pecahan melalui penyamaan penyebut, serta menggunakan pemahaman ini untuk menyelesaikan operasi hitung dan masalah sehari-hari yang melibatkan pecahan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang perbandingan pecahan agar konsep lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulBerdiskusi mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa menggunakan benda konkret (misalnya potongan kue atau kertas lipat) agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menyamakan penyebut dan membandingkan pecahan dengan simbol >, <, = secara teliti dan bertahap.

JoyfulBermain "Kartu Urutan Pecahan" berkelompok untuk berlatih mengurutkan pecahan sambil bergerak dan berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep KPK dan FPB sebagai bekal memahami penyamaan penyebut pecahan.
  2. Murid dapat memahami konsep pecahan melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan sebaliknya melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menyamakan penyebut dua pecahan atau lebih dengan tepat.
  5. Murid dapat membandingkan dua pecahan menggunakan simbol >, <, atau = melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat mengurutkan sekumpulan pecahan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya) secara mandiri melalui asesmen formatif.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena materi membandingkan dan mengurutkan pecahan lebih mudah dipahami murid ketika dihadapkan pada masalah kontekstual sehari-hari (misalnya membandingkan panjang tali atau berat bahan makanan).
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kartu pecahan), dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 4 dan 6.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 18.
  3. Berapakah KPK dari 8 dan 12?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 36?
  5. Bu Rina memiliki 15 apel dan 20 jeruk. Ia ingin membagi buah tersebut ke beberapa keranjang sama banyak tanpa sisa. Berapa jumlah keranjang paling banyak yang bisa dibuat Bu Rina?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. KPK dari 4 dan 6 = 12
  2. FPB dari 12 dan 18 = 6
  3. KPK dari 8 dan 12 = 24
  4. FPB dari 24 dan 36 = 12
  5. FPB dari 15 dan 20 = 5, jadi Bu Rina bisa membuat maksimal 5 keranjang.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton dua video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Membandingkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Membandingkan Pecahan

🎥 Video 2: Mengurutkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Mengurutkan Pecahan

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang pecahan hari ini.

1️⃣ Mengubah Pecahan Campuran ↔ Pecahan Biasa

Pecahan campuran adalah gabungan bilangan bulat dan pecahan, misalnya 2 ¾. Untuk mengubahnya menjadi pecahan biasa: kalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu tambahkan pembilang, dan letakkan hasilnya di atas penyebut yang sama.

Contoh: 2 ¾ → (2 × 4) + 3 = 11, sehingga 2 ¾ = 11/4.
Sebaliknya, 11/4 → 11 ÷ 4 = 2 sisa 3, sehingga 11/4 = 2 ¾.

2️⃣ Menyamakan Penyebut Dua Pecahan atau Lebih

Agar dua pecahan bisa dibandingkan, penyebutnya harus sama. Caranya, cari KPK dari kedua penyebut, lalu kalikan pembilang dan penyebut masing-masing pecahan dengan bilangan yang sesuai.

Contoh: bandingkan 1/4 dan 1/6. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
1/4 = 3/12, dan 1/6 = 2/12.

3️⃣ Membandingkan Dua Pecahan dengan Simbol >, <, =

Setelah penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilangnya. Pembilang yang lebih besar menunjukkan pecahan yang lebih besar. Untuk pecahan campuran, bandingkan dulu bilangan bulatnya, baru bandingkan pecahannya jika bilangan bulatnya sama.

Contoh: 3/12 < 2/12? Salah, karena 3 > 2, maka 3/12 > 2/12, artinya 1/4 > 1/6.

4️⃣ Mengurutkan Sekumpulan Pecahan

Untuk mengurutkan beberapa pecahan sekaligus (termasuk pecahan campuran), samakan dulu semua penyebutnya, lalu bandingkan pembilangnya satu per satu untuk menentukan urutan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya).

Contoh: urutkan 1/2, 2/3, 1/4. Samakan penyebut menjadi 12: 6/12, 8/12, 3/12.
Urutan dari terkecil: 1/4, 1/2, 2/3.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Bentuk pecahan biasa dari 2 ⅓ adalah …
    A. 7/3   B. 5/3   C. 6/3   D. 8/3
  2. Jika penyebut pecahan 3/4 disamakan menjadi 12, maka hasilnya adalah …
    A. 6/12   B. 9/12   C. 8/12   D. 10/12
  3. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah …
    A. 3/5 > 4/5   B. 2/3 < 1/3   C. 5/8 < 3/4   D. 7/10 > 3/4
  4. Urutan pecahan 1 ½, ¾, 1 ¼ dari yang terkecil ke terbesar adalah …
    A. 1 ¼, ¾, 1 ½   B. 1 ½, 1 ¼, ¾   C. ¾, 1 ½, 1 ¼   D. ¾, 1 ¼, 1 ½
  5. Kakak memiliki tali sepanjang 2 3/5 meter, sedangkan adik memiliki tali sepanjang 2 5/8 meter. Pernyataan yang benar adalah …
    A. Tali adik lebih panjang, karena 2 5/8 > 2 3/5   B. Tali kakak lebih panjang, karena 2 3/5 > 2 5/8   C. Kedua tali sama panjang   D. Tidak dapat dibandingkan

B. Isian Singkat

  1. Ubahlah pecahan campuran 3 ⅖ menjadi pecahan biasa = …
  2. Samakan penyebut pecahan 1/4 dan 1/6 menjadi penyebut yang sama, yaitu … dan …
  3. Susunlah pecahan berikut dari yang terbesar ke terkecil: 2/5, 1/2, 3/10 → …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 ¾ kg gula dan 1 ⅚ kg tepung terigu. Bandingkan kedua pecahan tersebut menggunakan simbol >, <, atau =. Jelaskan langkah-langkahmu menyamakan penyebut sebelum membandingkan!
  2. Tiga anak membawa botol air dengan isi masing-masing: Dimas 1 ⅓ liter, Sinta 1 ¼ liter, dan Rafi 1 5/12 liter. Urutkan isi botol dari yang paling sedikit ke paling banyak, lengkap dengan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. B   3. C   4. D   5. A

Isian Singkat

  1. 3 ⅖ = 17/5
  2. 1/4 = 3/12 dan 1/6 = 2/12 (penyebut disamakan menjadi 12)
  3. 1/2, 2/5, 3/10 (dari terbesar ke terkecil)

Esai

  1. Samakan penyebut menjadi 12: 2 ¾ = 2 9/12 = 33/12, dan 1 ⅚ = 1 10/12 = 22/12. Karena 33/12 > 22/12, maka 2 ¾ > 1 ⅚.
  2. Samakan penyebut menjadi 12: Dimas 1 ⅓ = 1 4/12, Sinta 1 ¼ = 1 3/12, Rafi 1 5/12 = 1 5/12. Urutan dari yang paling sedikit: Sinta (1 3/12) → Dimas (1 4/12) → Rafi (1 5/12).
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa (dan sebaliknya) dengan cara yang mudah diingat. Untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan, kunci utamanya adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu, baru kemudian membandingkan pembilangnya menggunakan simbol >, <, atau =. Sama seperti Allah yang membagi rezeki secara adil dan tepat kepada setiap makhluk-Nya, kita pun perlu teliti dan adil dalam membagi serta membandingkan pecahan agar hasilnya tepat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan menentukan KPK dengan cepat, sehingga proses menyamakan penyebut menjadi lambat.
  • Murid cenderung tertukar antara membandingkan penyebut dan membandingkan pembilang.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik bermain kartu pecahan.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel kelipatan sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih lambat menentukan KPK.
  • Mengulang penjelasan dengan analogi sederhana (misalnya potongan pizza) agar konsep pembilang dan penyebut lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu permainan kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang harus disamakan penyebutnya agar bisa dibandingkan dengan tepat, teruslah menyamakan niat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jangan pernah bosan berlatih matematika, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 25 September 2026

Materi Ajar IPAS Kelas 5 Saudah (Jumat 25 September 2026)

🌍 CATATAN BELAJAR HARI INI

Yuk, Jelajahi Siklus Air Bersama! 💧🌦️

I D E N T I T A S :

👩‍🏫
Nama GuruDwi Maila Pauristina, S.Pd.
🗓️
Hari / TanggalJumat, 25 September 2026
🏫
Fase / KelasFase C / Kelas V
📖
Mata PelajaranIPAS
✏️
MateriSiklus Air dan Perubahan-perubahan di Permukaan Bumi
🔢
Pertemuan Ke15

🌤️Apersepsi & Sapaan Pagi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan penuh semangat untuk belajar hal baru ya! Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan setiap hari 🤲

Anak-anak, coba perhatikan air hujan yang turun dari langit. Allah Swt itu Maha Khaliq, Dialah yang menciptakan air dan mengatur bagaimana air bisa berputar terus-menerus dari laut, menguap ke langit, lalu turun lagi sebagai hujan. Allah juga Maha Malik, Dia memelihara siklus air ini agar tetap berjalan teratur sejak dulu hingga sekarang, tidak pernah berhenti. Dan Allah Maha Razaq, karena air hujan yang turun adalah rezeki luar biasa untuk menumbuhkan tanaman, mengisi sungai, dan menghidupi semua makhluk di bumi.

Hari ini kita akan belajar bagaimana air berputar dalam siklusnya, dan apa saja perubahan yang bisa terjadi di permukaan bumi karenanya. Yuk kita mulai dengan hati yang gembira! 😊

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

🤔 Pertanyaan Pemantik: Anak-anak, pernahkah kalian bertanya-tanya kenapa air hujan bisa turun terus-menerus dari zaman dahulu sampai sekarang dan tidak pernah habis? Bagaimana Allah mengatur air itu agar selalu cukup untuk kita semua?

🧩Identitas Mata Pelajaran

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk proses siklus air dan berbagai perubahan yang terjadi di permukaan bumi. Peserta didik juga mampu menghubungkan fenomena tersebut dengan kehidupan sehari-hari serta mengusulkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan.

🌟 Tujuan Pembelajaran

  • Murid dapat menjelaskan terjadinya siklus air.
  • Murid dapat menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi.

🛠️ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

  • MINDFUL Mengucap salam, berdoa, dan menyimak apersepsi tentang kebesaran Allah dalam mengatur siklus air.
  • JOYFUL Menonton video animasi tentang proses siklus air.
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok menyusun urutan tahapan siklus air menggunakan gambar.
  • JOYFUL Melakukan percobaan sederhana simulasi "hujan buatan" di dalam kelas.
  • MEANINGFUL Mengamati gambar erosi, abrasi, banjir, dan tanah longsor, lalu mendiskusikan penyebabnya.
  • MINDFUL Mengerjakan asesmen dan refleksi dengan tenang dan jujur.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengingat kembali materi piramida makanan dan cara menjaga ekosistem.
  2. Mengamati video animasi tentang siklus air.
  3. Berdiskusi mengurutkan tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi).
  4. Melakukan percobaan sederhana untuk memahami proses penguapan dan pengembunan.
  5. Mengamati dan mendiskusikan perubahan permukaan bumi akibat air (erosi, abrasi, banjir, longsor).
  6. Mengerjakan asesmen formatif dan menuliskan refleksi belajar.

📘 Materi

Siklus Air dan Perubahan-perubahan di Permukaan Bumi.

⏰ Alokasi Waktu

IPAS: 3 x 35 menit

🧑‍🏫 Model dan Metode Pembelajaran

  • Model: Discovery Learning (murid menemukan sendiri konsep siklus air melalui pengamatan dan percobaan sederhana).
  • Metode: Eksperimen sederhana, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan.

🎒 Media dan Alat Peraga

  • Video animasi pembelajaran siklus air (YouTube)
  • Gambar diagram siklus air berwarna
  • Alat percobaan sederhana: mangkuk berisi air, plastik wrap, dan sinar matahari/lampu
  • Gambar/foto erosi, abrasi, banjir, dan tanah longsor
  • Papan tulis dan spidol warna-warni
  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)
✨ 🌟 ✨

🔄Yuk, Ingat Materi Kemarin!

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat lagi tentang piramida makanan dan cara menjaga ekosistem. Jawablah Benar atau Salah ya! 👇

1. Piramida makanan menggambarkan aliran energi dari produsen menuju konsumen dalam suatu ekosistem.
2. Produsen berada di puncak piramida makanan karena jumlahnya paling sedikit.
3. Salah satu cara menjaga ekosistem adalah dengan tidak menangkap ikan menggunakan bahan peledak.
4. Karnivora selalu berada di dasar piramida makanan karena jumlahnya sangat banyak.
5. Menjaga kelestarian hutan adalah salah satu cara menjaga keseimbangan ekosistem.
🔑 Lihat Kunci Jawaban

1. Benar  |  2. Salah (produsen berada di dasar dan jumlahnya paling banyak)  |  3. Benar  |  4. Salah (karnivora biasanya berada di puncak dan jumlahnya sedikit)  |  5. Benar

🎬Ayo Belajar Hal Baru!

📺 Tonton video pembelajaran berikut ini ya!

▶️ Tonton di YouTube

💧 Apa itu Siklus Air?

Siklus air adalah proses perputaran air yang terjadi terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Air ini tidak pernah habis, hanya berpindah bentuk dan tempat saja, sama seperti mainan yang kita pakai lalu simpan lagi di tempatnya untuk dipakai besok!

☀️ Evaporasi (Penguapan)

Air di laut, sungai, dan danau menguap karena panas matahari, berubah menjadi uap air yang naik ke udara. Contohnya seperti baju basah yang kita jemur di bawah terik matahari, lama-kelamaan menjadi kering karena airnya menguap.

☁️ Kondensasi (Pengembunan)

Uap air yang naik ke langit akan mendingin dan berubah menjadi titik-titik air kecil yang membentuk awan. Contohnya seperti embun yang menempel di gelas berisi es dingin saat udara di sekitarnya lebih hangat.

🌧️ Presipitasi (Hujan)

Ketika titik-titik air di awan sudah terlalu berat, air tersebut akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Inilah saatnya kita melihat payung-payung berwarna-warni bermunculan di jalan!

🌱 Infiltrasi (Peresapan)

Air hujan yang jatuh ke tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah, dan sebagian lagi mengalir menjadi air sungai menuju laut. Kemudian, siklus ini akan berulang lagi dari awal — sama seperti perjalanan yang tidak pernah putus!

🏞️ Perubahan-perubahan di Permukaan Bumi

Siklus air yang terjadi juga bisa menyebabkan berbagai perubahan pada permukaan bumi, di antaranya:

  • Erosi: pengikisan tanah oleh air hujan yang mengalir, misalnya tanah di kebun yang terkikis saat hujan deras.
  • Abrasi: pengikisan pantai oleh hantaman ombak laut secara terus-menerus.
  • Banjir: terjadi ketika air hujan terlalu banyak dan tidak bisa terserap atau mengalir dengan baik, apalagi jika saluran air tersumbat sampah.
  • Tanah longsor: terjadi saat tanah di lereng menjadi jenuh air dan tidak mampu menahan beban di atasnya, apalagi jika pohon-pohon penahan tanah sudah ditebang.

🎉Aktivitas Seru: Mindful, Meaningful, Joyful

  • MINDFUL Mengamati keadaan cuaca pagi ini dengan tenang dan mencatat apa yang dilihat (cerah, mendung, atau hujan).
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok menyusun diagram siklus air menggunakan kertas dan gambar.
  • JOYFUL Melakukan percobaan sederhana "hujan buatan": menutup mangkuk berisi air panas dengan plastik wrap, lalu mengamati titik-titik air yang terbentuk di plastiknya.
  • MEANINGFUL Mengamati gambar erosi, abrasi, banjir, dan longsor, kemudian mendiskusikan penyebab dan cara mencegahnya.
🌟 ✨ 🌟

📝Uji Kemampuanmu!

A. Pilihan Ganda

1. Proses penguapan air karena panas matahari disebut... Mudah
  • A. Kondensasi
  • B. Evaporasi
  • C. Presipitasi
  • D. Infiltrasi
2. Sumber utama energi yang menyebabkan air menguap adalah... Mudah
  • A. Angin
  • B. Matahari
  • C. Bulan
  • D. Bintang
3. Proses berubahnya uap air menjadi titik-titik air pembentuk awan disebut... Sedang
  • A. Evaporasi
  • B. Kondensasi
  • C. Presipitasi
  • D. Erosi
4. Pengikisan tanah akibat aliran air hujan disebut... Sedang
  • A. Abrasi
  • B. Kondensasi
  • C. Erosi
  • D. Evaporasi
5. Ombak laut yang terus-menerus menghantam pantai dalam waktu lama dapat menyebabkan garis pantai mundur. Peristiwa ini disebut... Sukar
  • A. Abrasi
  • B. Reboisasi
  • C. Infiltrasi
  • D. Evaporasi

B. Isian Singkat

6. Air hujan yang jatuh ke bumi disebut tahap ______. Mudah
7. Air hujan yang meresap ke dalam tanah disebut proses ______. Sedang
8. Jika hutan gundul dan hujan deras turun, dua bencana yang bisa terjadi adalah ______ dan ______. Sukar

C. Esai

9. Jelaskan secara singkat 3 tahapan dalam siklus air! Sedang
10. Menurutmu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah erosi dan banjir di sekitar rumah? Tuliskan 2 contoh! Sukar
🔑 Lihat Kunci Jawaban
NoJawaban
1B
2B
3B
4C
5A

6. Presipitasi
7. Infiltrasi
8. Banjir dan tanah longsor

9-10. Jawaban esai bervariasi sesuai kreativitas murid, dinilai berdasarkan ketepatan konsep tahapan siklus air dan kesesuaian tindakan pencegahan erosi/banjir yang diusulkan.

🌈 Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bahwa siklus air adalah proses alami yang berulang terus-menerus melalui tahap evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi, sehingga air di bumi tidak pernah habis. Kita juga belajar bahwa siklus air dapat menyebabkan perubahan di permukaan bumi seperti erosi, abrasi, banjir, dan tanah longsor. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan dengan menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan ya! 💪🌳

😊Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu setelah belajar hari ini!

😄Sangat Senang
🙂Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk

🧑‍🏫Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid mungkin masih kesulitan mengingat istilah-istilah ilmiah seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi karena terdengar asing, serta sulit membedakan penyebab erosi, abrasi, banjir, dan tanah longsor.

🔧 Tindak Lanjut

Guru akan menggunakan diagram bergambar berwarna dan yel-yel/lagu sederhana untuk membantu murid mengingat istilah tahapan siklus air, serta memberikan contoh video/gambar tambahan tentang erosi, abrasi, banjir, dan longsor secara berulang.

✅ Siswa yang Sudah Paham dan yang Belum Paham

Tidak belajar IPAS karena siswa kelas 5 mengikuti Ekskul Pramuka.